Mencoba Berpikir Logis Saat Menghadapi Pejabat Publik yang Suka Bikin Pernyataan Kontroversial

Pejabat publik pernyataan kontroversial

Baru-baru ini, publik cukup dibuat emosi (mengarah ke geli) sama pernyataan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty yang bilang kalau perempuan bisa hamil gara-gara berenang. Menurut Sitti, ada jenis-jenis sperma tertentu yang kuat banget sampai bisa tetap hidup meski menembus pakaian renang, berenang di dalam air, menembus lagi baju renang si perempuan, hingga sampai ke sel telur dan melakukan pembuahan. Pernyataan Sitti ini jadi bahan bulan-bulanan di mana-mana, bahkan media-media internasional pun nggak mau ketinggalan menjadikan bahan berita. Bikin malu aja!

Advertisement

Belum reda emosi publik menghadapi emak-emak KPAI itu –yang pada akhirnya ((cuma)) minta maaf, kali ini kita kembali diuji kesabarannya lewat pernyataan Sekda DKI Jakarta Saefullah soal banjir. Ia bilang kalau sebaiknya banjir itu dinikmati aja. Jelas perkataannya itu sangat menyakiti hati warga Jakarta terutama yang rumahnya kebagian banjir. Gimana mungkin mereka disuruh menikmati sedangkan mau ke mana-mana susah, mau tidur susah, mau makan juga susah! Duh, pak’e, pak’e…

Kalau dipikir-pikir, kenapa sih belakangan ini jadi banyak pejabat publik yang suka banget asbun alias asal bunyi? Nggak cuma Sitti dan Saefullah, ada juga Menkes Terawan soal masker, Yasonna Laoly soal kriminal di Priok, dan lainnya. Kalau mereka bukan siapa-siapa sih mungkin nggak bakal bikin geger publik, lha ini tokoh terpandang lo! Hmm, daripada cepet tua gara-gara emosi melulu, kita coba mikir alasan logisnya aja deh, kenapa orang-orang kayak mereka itu makin menjamur~

1. Kemungkinan, mereka ini punya pengetahuan terbatas soal isu yang dilemparkan. Seperti Ibu Sitti, yang mungkin waktu pelajaran biologi dulu sering ketiduran. Atau malah bukan anak IPA, Bu??

Tobat Bu tobaaat via www.tribunnewswiki.com

Seharusnya nggak perlu jadi anak IPA dulu buat bisa tahu seluk beluk reproduksi, kayak kehamilan itu bisa terjadi kalau cowok cewek melakukan hubungan badan tanpa pengaman, bukannya saat renang bareng di kolam umum. Ini tuh harusnya udah jadi pengetahuan umum nggak sih?! Hmm, tapi tunggu, jangan emosi dulu. Mungkin memang Bu Sitti ini jarang ngobrolin pendidikan seks, makanya doi masih kemakan rumor yang udah ada sejak kita kecil itu. Bisa jadi beliau juga masih percaya kalau pegangan tangan juga bisa bikin hamil? Hayo, siapa yang dulu percaya sama rumor ini?

Advertisement

2. Selain pengetahuan terbatas, bisa jadi penyebab lainnya lantaran lemahnya kemampuan berkomunikasi. Mereka nggak pandai mengucapkan komentar yang bikin mereka kelihatan pinter

Warga Priok mendemo Yasonna Laoly via www.suara.com

Alasan yang kedua ini sebenarnya masih berhubungan sama alasan pertama. Akibat pengetahuan yang minim soal isu tertentu, mereka panik saat tiba-tiba dicecar wartawan dengan pertanyaan-pertanyaan di luar kapabilitas mereka. Tapi masa iya mau kabur, atau pura-pura kebelet pipis, kan nggak keren. Alih-alih kabur, mereka yang sebenarnya gelagapan ini menutupi dengan statement ngawur, mungkin pikirnya asal dijawab aja gitu kayak ujian, perkara salah mah urusan belakang.

3. Mungkin juga (mungkin lo ya) itu semua cuma pelintiran media aja. Bisa jadi wartawan salah dengar atau salah ngutip karena kurang memahami konteks

Hasil pelintiran media via jpp.go.id

Seringkali saat melakukan wawancara dengan tokoh publik itu sikonnya hectic banget. Wartawan dari berbagai media berebut nanya, dusel-dusel, pokoknya berasa nonton konser deh. Nah, dalam situasi seperti itu nggak menutup kemungkinan wartawan kurang mendengar dengan jelas, kehilangan fokus, atau ketinggalan konteks, sampai bikin salah ngutip. Tapi lain cerita ya kalau memang sengaja dipelintir dan di-framing sedemikian rupa agar bisa membuat gaduh publik. Kan kita nggak tahu ada siapa aja yang ngontrol agenda publik lewat media-media di Indonesia~

4. Nah, ditambah mungkin si tokoh yang diwawancarai itu memang cuma pengin nge-joke doang tapi wartawan nangkepnya serius, eh, langsung “dibungkus” jadi berita

Advertisement

Becanda zeyeng via islamtoday.id

Bisa jadi memang pejabat-pejabat itu cuma pengin bercanda Guys. Para orang tua ini memang seringnya nggak satu frekuensi sama kita-kita yang notabene anak-anak muda ini. Jadinya bercandaan mereka kayak nggak sampai ke otak kita dan malah kita anggap serius. Mungkin karena saking pinternya mereka juga ya, orang pinter kan biasanya emang jayus kalau ngelawak, wkwk~

Itulah sederet alasan paling logis yang mungkin menjawab keresahan kita selama ini soal tokoh-tokoh yang suka asbun. Semoga aja juga bisa membantu meredam amarahmu gara-gara pernyataan mereka yang super nyeleneh itu ya Gaes…

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE