Beberapa waktu lalu, warganet biasa hingga selebriti internasional ramai-ramai mengungkapkan keprihatinannya di media sosial atas peristiwa terbakarnya hutan Amazon. Sudah sejak Agustus lalu, hutan hujan tropis terbesar sekaligus pemasok 20% oksigen di dunia itu dilalap si jago merah. Tragis, sebab jika Amazon benar-benar habis, entah bagaimana nasib bumi di masa mendatang.

Sebenarnya nggak usah jauh-jauh ke Brasil. Di negara kita sendiri kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dilaporkan terus meluas, terutama di sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera. Belakangan ini diketahui karhutla di Riau semakin parah hingga menimbulkan kabut asap tebal yang bikin sesak dada. Asap ini bahkan sampai ke negara tetangga juga lo!

Sejak Januari lalu hingga September ini, sudah ribuan hektar hutan dan lahan yang terbakar di Riau. Selama itu pula warga di sana harus hidup di tengah kepungan asap, mata perih, dada pun sesak

Masyarakat Riau hidup dalam kepungan asap via www.okeline.com

Advertisement

Sebanyak 6.464 hektar hutan dan lahan di Riau dilaporkan terbakar terhitung sejak awal tahun lalu. Fakta ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, seperti dikutip Kompas. Walaupun sudah melibatkan ribuan personel untuk memadamkan api, tapi kabut asap tetap mengepung Riau dan sekitarnya, membuat warga harus berjuang melawan udara yang tidak sehat itu. Setiap hari.

Bahkan belakangan ini kondisi di sana kian memburuk. Nggak hanya di Riau, titik api juga terdeteksi ada di sejumlah wilayah lain Sumatera, seperti Jambi dan Sumatera Selatan

Ratusan titik api juga ditemukan di Jambi dan Sumsel via news.detik.com

Asap yang menyelimuti Riau ternyata nggak cuma berasal dari karhutla di sana saja melainkan juga dari Jambi. Di Jambi sendiri dilaporkan ada 504 titik api, sedangkan Sumsel sebanyak 332. Di Riau, pada Senin kemarin terdeteksi ada 289 titik, dikutip dari laporan BMKG dalam Kompas. Kabut asap tebal ini membuat banyak warga jadi terserang Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Di Abdurrab Islamic School, kabarnya ada 8 orang siswa yang positif terkena ISPA. Sejumlah sekolah juga terpaksa meliburkan siswanya karena kualitas udara di Riau sedang parah-parahnya.

Saat ini, seluruh warga Riau sedang berjuang melawan kabut asap. Bentuk perjuangan mereka salah satunya bisa dilihat dari aktivitas bagi-bagi masker gratis untuk orang-orang yang lewat

Pembagian masker gratis via pekanbaru.tribunnews.com

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) bersama Komunitas Penggiat Konservasi Riau membagikan masker gratis dalam rangka menggelar aksi peduli bencana kabut asap. Sebanyak 2.000 lembar masker dibagikan ke pengguna jalan, hingga pedagang dan pengunjung pasar. Ada juga yang mengompilasikan video para warga yang sama-sama sedang berjuang melawan asap.

Advertisement

Segala perjuangan yang dilakukan warga di atas tujuannya sebenarnya hanya satu: supaya pemerintah lebih tegas untuk turun tangan mengatasi bencana tersebut. Pasalnya kondisi itu sudah sangat menyakitkan, jika terus menerus dibiarkan bukan nggak mungkin akan menelan banyak korban meninggal. Semoga saja segera ada solusi pasti dari pemerintah ya!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya