Kabar duka kembali terdengar di penghujung tahun ini, guys. Lagi-lagi pesawat militer yang harusnya siap bela negara justru jatuh dan memakan korban prajurit-prajurit terbaik negeri ini. Minggu pagi tanggal 18 Desember kemarin, pesawat Hercules C-130 A1334 jatuh di Gunung Tugima, Wamena, Papua. Seperti yang dilansir dari BBC Indonesia, pesawat nahas yang berangkat dari Timika dini hari pukul 05.35 WIT ini tidak pernah tiba di kota tujuannya Wamena. Menara pengendali lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat yang berpenumpang 13 orang tersebut, hanya 11 menit sebelum jadwal kedatangan.

Sedih mendengarnya ketika prajurit dan kru harus gugur dalam kecelakaan seperti ini. Kecelakaan pesawat militer kali ini merenggut semua 13 nyawa penumpangnya

Duka menyelimuti keluarga korban. via tribunnews.com

Ketigabelas penumpang pesawat tersebut tewas dan kesemuanya beserta puing-puing pesawat ditemukan di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya. Adapun nama-nama penumpang pesawat Hercules C-130 A1334 diantaranya Mayor Pnb Marlon A Kawer, Kapten Pnb J Hontian F Saragih, Lettu Pnb Hanggo Fitradhi, Lettu Nav Arif Fajar Prayogi, Peltu Lukman Hakim, Peltu Suyata, Peltu Kusen, Serma Kudori, Peltu Agung Tri W, Pelda Agung S, Serma Fatoni, Serda Suyanto, dan Kapten Lek Rino. Pesawat ini sendiri menuju Papua dengan membawa misi latihan pemantapan kaderisasi kapten.

Sejauh ini cuaca berkabut disinyalir jadi penyebab utama kecelakaan, belum ada indikasi masalah kelaikan pesawat maupun human error dalam kasus ini

Adapun evakuasi berjalan lancar. via aceh.tribunnews.com

Dugaan sementara tidak ada human error dalam insiden jatuhnya pesawat Hercules C-130 A1334 tersebut. Karena pengecekan sebelum keberangkatan sudah dilakoni sesuai dengan prosedur. Cuaca berkabutlah yang disinyalir menjadi penyebab utama dari kecelakaan pesawat yang menewaskan 13 orang tersebut. Evakuasi korban berjalan dengan lancar, karena lokasi jatuhnya mudah ditemukan oleh Tim SAR – yakni di di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya.

Pesawat yang merupakan hibah dari Australia tersebut, tampaknya dipastikan pula masih layak terbang

Advertisement

Pesawat hibah dari Australia. via regional.kompas.com

Pesawat Hercules C-130 A1334 datang dari Australia ke Indonesia pada bulan Februari lalu. Pada bulan yang sama pesawat tersebut sudah mulai dioperasikan oleh para prajurit di Malang, lebih tepatnya di Landasan Udara  Abdulrachman  Saleh. Meski pesawat ini hibah dari negari Kanguru, kondisinya masih layak terbang.

Kecelakaan pesawat Hercules di Wamena ini menambah daftar kecelakaan pesawat sepanjang tahun 2016. Tidak berperang pun, kita sudah kehilangan 6 pesawat militer tahun ini

Pesawat yang jatuh menimpa rumah warga di Yogyakarta beberapa waktu lalu. via news.liputan6.com

Pesawat Hercules C-130 A1334 yang jatuh di Wamena, bukan yang pertama kalinya terjadi di tahun ini. Sebelumnya, tercatat sudah terjadi 5 kecelakaan pesawat. Diantaranya: pesawat Super Tucano milik TNI AU yang jatuh menimpa rumah warga di Malang dan menewaskan 3 orang; helikopter Bell 412 EP milik TNI AD yang jatuh di Poso dan menelan korban jiwa 13 orang; Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD yang menimpa sebuah rumah di Yogyakarta dan menewaskan 4 orang; helikopter Bell 412 EP milik  TNI AD yang jatuh di Kalimantan Utara – 3 orang tewas dan 2 orang selamat; terakhir, pesawat Skytruck milik Polri yang jatuh di kepulauan Riau dan menewaskan 13 orang. Menjadi miris manakala beberapa pesawat tersebut jatuh menimpa rumah warga.

Meski terkadang cuaca yang menjadi penyebab dari kecelakaan tersebut, pengecekan pesawat sebelum keberangkatan dan secara berkala harus lebih ketat lagi digalakkan. Agar kecelakaan yang terjadi sepanjang tahun 2016 ini tidak kembali terulang di kemudian hari.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya