Menjadi Pegawai Negeri Sipil, tentunya adalah salah satu hal yang diidam-idamkan oleh banyak masyarakat Indonesia. Selain karena dianggap sebagai pekerjaan mulia yang dapat memberikan kehidupan layak, menjadi PNS adalah sebuah prestise tersendiri. Karena hal tersebutlah kabar bahwa pemerintah mengadakan seleksi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil pada tahun ini direspons secara gembira oleh banyak orang.

Dari Sabang hingga Merauke, semua berlomba-lomba untuk menjadi salah satu dari sekian ribu saingan yang ada. Kabar baiknya, penerimaan CPNS kali ini tergolong menguntungkan bagi rakyat, karena sebelumnya selama lima tahun sekali pun tak selalu diadakan. Namun ternyata dari sekian banyak posisi yang ditawarkan, pada tahun 2018 lalu ada juga lo yang sepi peminatnya. Mau tahu apa aja? Simak yuk!

1. Untuk sekelas instansi pusat, Badan Pengawas Tenaga Nuklir tergolong sepi peminat dibandingkan dengan yang lainnya

Bapetan merupakan salah satu instansi sepi peminat via pt.foursquare.com

Advertisement

Meski merupakan lembaga non kementerian, Bapetan atau Badan Pengawas Tenaga Nuklir ini adalah salah satu instansi pusat yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Tugas dari instansi ini sendiri adalah melakukan pengawasan terhadap segala kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir.

Namun, siapa sangka jika Bapetan adalah salah satu instansi pusat yang memiliki tingkat pendaftar yang begitu rendah. Dibandingkan dengan kementerian atau lembaga lainnya yang mencapai puluhan ribu pendaftar, menurut data yang dihimpun oleh Kompas, Bapetan alih-alih mendapat seribu pendaftar. Mereka hanya bisa mendapatkan 657 pendaftar total.

2. Tak seperti Kemenkumham, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan memiliki jumlah pendaftar yang sangat rendah

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan via www.menpan.go.id

Pada kelas kementerian, Kemenko Politik Hukum dan Keamanan ini juga nggak kalah rendah peminat. Meski sekilas terlihat sama dengan Kemenkumham, lembaga yang membidangi koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang politik, hukum, dan keamanan ini jauh dari ramai pendaftar.

Advertisement

Bayangkan aja, jika Kemenkumham bisa mencapai total lebih dari 400 ribu pendaftar, kementerian yang satu ini hanya mendapatkan tak sampai 700 orang pendaftar. Iya, tak sampai dengan 1000 orang. Sedikit banget kan!?

3. Tak jauh berbeda, Sekjen Komisi Yudisial bahkan tak sampai menyentuh angka 700 pendaftar

Komisi Yudisial RI via www.cpnsnews.com

Meski memiliki total 21 formasi dengan dengan berbagai posisi yang berbeda-beda, Sekjen Komisi Yudisial ini tak sampai 700 orang pendaftar, tepatnya hanya 697 orang. Padahal, jika dibandingkan dengan instansi lain yang juga sepi pendaftar, Sekjen Komisi Yudisial ini termasuk familiar di telinga para Calon Pegawai Neger Sipil lo.

Adapun tugas dari lembaga ini adalah memberikan dukungan teknis dan operasional kepada Komisi Yudisial sehingga penyusunan rencana dan program dukungan administratif dan teknis operasional yang berkaitan dengan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan baik. Untuk pelaksanaannya, mereka bertanggung jawab langsung kepada pimpinan Komisi Yudisial.

4. Instansi pusat lainnya yang juga sepi dengan pendaftar adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal

BKPM juga tak tembus 1000 pendaftar via www.republika.co.id

Nama instansinya yang tak terlalu mencolok di telinga anak muda pejuang CPNS barangkali menjadi salah satu penyebab mengapa BKPM sepi dengan pendaftar. Tak sampai angka 1000, Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang bertugas untuk merumuskan kebijakan pemerintah di bidang penanaman modal ini hanya mendapat total sebanyak 843 pelamar.

Dibandingkan dengan instansi pusat di pemerintahan atau kementerian lainnya, empat lembaga tadi memang tergolong sangat sepi pendaftar. Tapi dengan memperhatikan peluang-peluang seperti ini, sebenarnya malah dapat menjadi angin segar bagi para pejuang CPNS lo. Pasalnya, dengan begitu, pendaftar akan otomatis bersaing dengan orang yang lebih sedikit.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi-posisi yang dibutuhkan di daerah-daerah pelosok. Sebab, biasanya di daerah tersebut jarang ada peminatnya. Bahkan, ada juga lo beberapa tempat yang tak ada peminatnya sama sekali. Siapa tahu malah bisa menjadi pintu rezeki buat kalian kan!?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya