PT Sasa Inti Raih Sertifikasi The Planet Mark Berkat Kontribusi Terhadap Kelangsungan Bumi dan Lingkungan Hidup

Sertifikasi The Planet Mark PT Sasa Inti

Harus kita sepakati kalau bumi hari ini sedang nggak baik-baik saja. Terutama karena pemanasan global ekstrem sudah mengintai. Dalam seratus tahun terakhir, suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat kurang lebih 18 derajat celcius. Sekarang, dengan masifnya penggunaan kendaraan bermotor dan aktivitas industri, artinya kita makin menyumbang jejak emisi karbon yang mengundang percepatan pemanasan global.

Advertisement

Untuk itu, sebagaimana cita-cita mewariskan bumi beserta lingkungan hidup kepada anak cucu, langkah penyelamatan bumi harus kita upayakan. Hal ini bisa dimulai dari diri sendiri dengan hal-hal sederhana. Seperti nggak buang sampah sembarangan, hemat listrik dan air bersih, serta memaksimalkan angkutan umum alih-alih kendaraan pribadi. Di tingkat industri, terlibat dalam penyelamatan lingkungan di tataran yang lebih luas patut diutamakan. Contohnya melindungi hutan hujan dan mengurangi emisi karbon dalam skala besar, seperti yang dilakukan PT Sasa Inti dalam kontribusinya di proyek The Eden Project dan Cool Earth.

Berkat kontribusi ini PT Sasa Inti dapatkan sertifikasi The Planet Mark

Sertifikasi The Planet Mark (dok. Sasa Inti) via www.sasa.co.id

Sertifikasi The Planet Mark yang diraih PT Sasa Inti merupakan buah dari kontribusinya dalam upaya penyelamatan bumi dan lingkungan sepanjang tahun 2019. The Planet Mark, lembaga yang mendampingi organisasi atau perseorangan untuk mendorong masyarakat konsisten melakukan tindakan yang berdampak baik bagi lingkungan dan komunitas yang diberdayakan, mengatakan bahwa pada tahun 2019 PT Sasa Inti telah membantu Cool Earth dalam mendukung 13 kerjasama yang berkaitan dengan hutan hujan, seperti melindungi 86.000 hektar hutan hujan, serta mengurangi 13.750 juta ton karbon.

(dok. Sasa Inti) via www.sasa.co.id

Dalam upaya mengurangi jejak emisi karbon tersebut, setidaknya 1.133 karyawan PT Sasa Inti di dua pabrik terlibat langsung dalam penggunaan dan pemanfaatan listrik, gas alam, bahan bakar diesel dan bensin, tempat pembuangan akhir, tempat daur ulang, air, dan kertas yang lebih efisien agar berdampak lebih baik bagi lingkungan. Presiden Direktur PT Sasa Inti, Rudolf Tjandra, mengatakan akan konsisten atas pencapaian ini. Ia berharap konsistensi bisa membawa dampak yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk memahami pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Advertisement

“Kami sadar bahwa melindungi bumi merupakan sesuatu yang penting dan itu semua harus dimulai dari kita sendiri. Jika kami konsisten dengan pencapaian ini, tentu kami bisa memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat Indonesia maupun dunia untuk membantu mereka memahami pentingnya menjaga dan melestarikan sumber daya alam untuk generasi mendatang,” kata Rudolf dalam keterangan tertulis yang Hipwee terima, Senin (31/8/2020).

Komitmen selamatkan lingkungan yang sejalan dengan program pemerintah

(dok. Sasa Inti) via www.sasa.co.id

Pencapaian PT Sasa Inti dalam upaya menyelamatkan bumi dan lingkungan ini sejalan dengan program pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 26 persen pada tahun 2020, dan 29 persen pada tahun 2030. Berdasarkan konvensi perubahan iklim, Indonesia memiliki kewajiban untuk menurunkan emisi karbon di sektor kehutanan 17,2 persen, sektor energi 11 persen, dan sektor limbah 0,32 persen, serta sektor pertanian 0,13 persen, serta sektor industri dan transportasi sebesar 0,11 persen. Rudolf mengatakan hal tersebut juga jadi alasan mengapa mereka mengetatkan komitmen dalam menjaga dan melindungi bumi.

Advertisement

“Apa yang kami capai dan kami perjuangkan sepanjang tahun 2019 kemarin sejalan dengan misi dan visi jangka panjang Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca,” tutup Rudolf.

Semoga akan ada lebih banyak lagi industri besar yang menunjukkan kontribusi nyatanya untuk bumi dan lingkungan ini. Karena generasi selanjutnya berhak untuk tinggal di bumi yang jauh sehat dan lebih baik dibandingkan hari ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE