Tanpa tahu lagu ataupun karier keduanya, mungkin banyak orang akan bisa menyebutkan satu persamaan yang dimiliki Kim Kardashian dan Nicki Minaj. Yup, kedua selebriti dunia ini sama-sama identik dengan pantat atau bokong besar yang seringkali bikin orang salah fokus. Meski keduanya tidak pernah mengakui atau mengkonfirmasi, sepertinya sudah jadi rahasia umum kalau bokong yang ekstra besar dan berbentuk tidak alamiah itu merupakan hasil dari operasi plastik.

Alhasil, banyak orang terobsesi dengan penampilan seksi selebriti ini sampai akhirnya melakukan prosedur pembesaran pantat yang disebut Brazilian Butt Lift (BBL) ini. Bahkan, sebagaimana dilaporkan CNN, angka prosedur BBL naik dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Saking identiknya dengan Kim Kardashian, banyak pengamat menyebut fenomena ini sebagai “The Kardashian Effect“. Namun ternyata di balik sensasi pantat besar yang dianggap seksi dan sensual ini, ternyata prosedur BBL sendiri sebenarnya termasuk prosedur operasi plastik yang paling berbahaya. Bahkan risiko kematiannya cukup tinggi jika dibandingkan oplas lainnya seperti pembesaran payudara atau memancungkan hidung. Kenapa bisa begitu ya? Yuk kulik lebih dalam tentang prosedur membesarkan bokong atau BBL bersama Hipwee News & Feature

Prosedur membesarkan bokong dengan BBL terbukti lebih bahaya dibandingkan dengan prosedur operasi plastik yang lainnya lho

Penambahan lemak di bokong emang terbukti bikin bokong lebih berisi dan kencang via drreno.com

Advertisement

Membesarkan bokong dengan BBL artinya menambah lemak di bokong dari lemak bagian tubuh lain yang nggak diinginkan agar bokong jadi lebih besar. Sayangnya, prosedur itu punya risiko bikin aliran darah tersumbat. Kematian akibat prosedur pembesaran bokong selama ini ada 32 kasus. Potensi kematiannya adalah 1 banding 3000 kasus. Bahkan dilansir dari CNN, seorang dokter di Miami dilarang melakukan prosedur pembesaran bokong setelah pasiennya meninggal lho!

Prosedur membesarkan bokong ini dilakukan dengan memasukkan lemak ke dalam jaringan otot di bokong, bukan di jaringan lemak juga lho

Lemak yang diambil diletakkan pada suntikan seperti ini sebelum diinjeksikan ke bagian bokong via www.drtavakoli.com.au

Lemak kan juga butuh nutrisi dari darah sehingga harus diinjeksikan ke jaringan yang dilalui oleh darah. Bisa sih lemak tambahan itu ditambahkan ke bagian lemak juga di bokong tetapi sayangnya, 90% lemak tambahan bakal terserap oleh lemak yang lain. Nah, solusinya, supaya lemaknya stabil, injeksi lemak dilakukannya di bagian otot.

Lemak yang diinjeksikan di otot bisa masuk ke aliran darah dan menghambat peredaran darah. Akibatnya, pasien bisa mengalami stroke

Lemaknya disuntik ke bagian otot pantat

Menginjeksikan lemak ke otot nggak boleh sembarangan, harus dilakukan oleh dokter yang benar-benar ahli karena punya risiko kematian yang cukup tinggi. Ketika prosedurnya salah, lemak bisa masuk ke aliran darah dan menghambat peredaran darah. Darah kan membawa dan mengalirkan oksigen ke tubuh. Ketika darah dan oksigen alirannya terhambat dan nggak sampai ke otak, maka ada potensi terjadi stroke lho. Serem kan~

Soal operasi plastik itu kan pilihan hidup seseorang, tapi ada baiknya lho untuk mempertimbangkan manfaat dan akibatnya sebelum melakukannya

Tapi risiko kematian tetap ada, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan operasi plastik lain via www.dailymail.co.uk

Advertisement

Semua tindakan termasuk operasi pasti ada risikonya kan. Nggak hanya operasi plastik BBL untuk membesarkan bokong aja yang punya risiko kematian, operasi operasi lain pasti juga beresiko dengan nyawa sebagai taruhannya. Maka dari itu, sebaiknya sebelum memutuskan melakukan operasi plastik, ada baiknya mempertimbangkan matang-matang lho. Tindakan ini pasti punya efek permanen. Jangan sampai menyesal deh nanti-nanti~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya