Meski telah dikarunai 2 orang anak, (North 4 tahun dan Saint 2 tahun), Kim Kardashian dan Kanye West nampaknya masih ingin menambah satu momongan lagi. Kabarnya, Kim dan Kanye sama-sama ingin punya keluarga besar! Nggak heran, pada akhirnya pasangan selebriti Hollywood ini sampai rela menggunakan jasa surrogate mother untuk program anak ketiganya tersebut.

Surrogate mother atau ibu pengganti adalah program kehamilan yang dilakukan dengan menyewa rahim wanita lain untuk disuntikkan sel telur dan sperma dari orang tua asli si bayi. Tentunya, bayarannya nggak sedikit. Dilansir dari laman TMZ, Kim dan Kanye melalui sebuah agensi mencari seorang ibu pengganti untuk anak ketiganya dengan rincian bayaran sebagai berikut;

Advertisement
  • Mendapat bayaran $ 45.000 dalam 10 bulan (dicicil $ 4.500 tiap bulannya).
  • Jika yang dikandung anak kembar, ada tambahan $ 5.000 untuk setiap anak (jika kembar 3  berarti ditambah $ 10.000, dan seterusnya).
  • Jika si ibu pengganti mendapatkan masalah atau kehilangan organ reproduksi, akan mendapatkan tambahan $ 4.000.
  • Selain itu, Kim dan Kanye juga diharuskan membayar deposit senilai $ 68.850 kepada agensi yang ditugaskan mencari ibu pengganti.

Kim beserta suami dan kedua anaknya via www.popsugar.com

Keputusan Kim ini tentunya bukanlah tanpa alasan. Jika dipaksa untuk hamil lagi, dokter memvonis kehamilannya akan berisiko dan membahayakan baik bagi ibu maupun janinnya, setelah kehamilan sebelumnya Kim mengalami preeklampsia (hipertensi pada kehamilan) dan plasenta acreta (plasenta yang tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim). Oleh karenanya, surrogate mother inilah yang akhirnya jadi pilihan.

Di Indonesia, praktik ibu pengganti dilarang untuk dilakukan. Tentunya hal ini tidak terlepas dari ketentuan moral, agama dan etika. Sebenarnya, bagaimana sistem dari surrogate mother itu sendiri? Simak ulasan Hipwee Wedding berikut ini.

Banyak orang salah kaprah. Dikiranya ibu pengganti berarti melakukan hubungan badan dengan ayah kandung dari si calon bayi. Padahal bukan seperti itu

Ibu kandung menangkap bayi yang baru dilahirkan dari ibu pengganti via www.boredpanda.com

Advertisement

Banyak orang mengira, menyewa rahim surrogate mother berarti calon ayah harus melakukan hubungan badan terlebih dahulu dengan si ibu pengganti tersebut. Kalau begitu praktiknya, cara ini jelas tidak akan laku. Mana mungkin ada istri yang rela suaminya berhubungan badan dengan wanita lain hanya untuk mendapatkan anak.

Pada dasarnya, cara ini tetap menggunakan sel telur dari istri dan sperma dari suami, hanya saja pembuahannya terjadi melalui proses IVF (In Vitro Fertilisation/bayi tabung), kemudian hasil pembuahan tersebut disuntikkan pada pihak ketiga yang disebut surrogate mother atau ibu pengganti. Orang yang menggunakan cara ini, biasanya memiliki masalah pada rahimnya sehingga tidak mungkin untuk dikandung melalui rahimnya sendiri. Berbeda dengan proses bayi tabung, dimana pembuahannya sama-sama melalui proses IVF, namun hasil pembuahan dikembalikan (disuntikkan) pada ibu kandung si bayi.

Secara biologis, bayi yang lahir dari ibu pengganti tetaplah anak dari ayah dan ibu si penyumbang sel telur dan sperma. Sekalipun dilakukan tes DNA, hasilnya tetap 100% anak pasangan suami istri tersebut. Bayi itu sama sekali tidak akan membawa gen dari ibu yang mengandung alias si surrogate mother.

Apa saja hak dan kewajiban yang harus dipenuhi?

Hak dan kewajiban via motherhow.com

Baik yang menggunakan jasa maupun si ibu penggantinya sendiri harus sama-sama menandatangani sebuah perjanjian selama proses ini berlangsung hingga nanti si bayi dilahirkan. Ada beberapa hak dan kewajiban yang biasanya tertulis dengan jelas dan berbadan hukum.

Kewajiban pihak suami istri penyewa rahim terhadap ibu pengganti;

  1. Menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membuat si ibu pengganti hamil termasuk biaya obat-obatan, vitamin, dan cek rutin ke dokter kandungan.
  2. Memberikan makanan bergizi, pakaian hamil, akomodasi untuk pemeriksaan rutin, bahkan turut mendampingi saat si ibu pengganti harus mengecek kandungannya.
  3. Menangggung biaya medis akibat keguguran yang bukan di sengaja oleh ibu pengganti.
  4. Menanggung biaya kelahiran, biaya check up pasca melahirkan sampai ibu pengganti dinyatakan sehat dan bebas dari bahaya yang mengancam pasca melahirkan.
  5. Ketenangan psikis wajib diberikan oleh pasangan penyewa kepada ibu pengganti.

Sedangkan kewajiban yang harus dilakukan dari pihak ibu pengganti;

  1. Wajib menjaga diri dan kandungannya dengan baik, mematuhi saran-saran dan perintah dokter, menjauhkan diri dari segala macam yang memungkinkan keguguran.
  2. Datang ke dokter sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dokter, membiarkan pasangan penyewa mendampingi atau melaporkan hasil pemeriksaan dan memberikan berkas-berkas apabila pasangan penyewa tidak sempat mendampingi.
  3. Harus mau tinggal serumah/sedekat mungkin dengan pasangan penyewa.
  4. Memberikan bayi yang dilahirkan pada pasangan penyewa.

Untuk kompensasi, biasanya orang berani bayar tinggi dari $10.000 (jarang yang memberi jumlah ini) sampai dengan $31.000. Bahkan bisa mencapai ratusan ribu dolar jika pasangan penyewa adalah orang kaya atau selebriti. Hak dan kewajiban tidak berlaku apabila ibu pengganti terbukti melakukan dengan sengaja hal-hal yang dapat menggugurkan kandungan.

Berbeda dengan Indonesia yang melarang praktik surrogate mother, beberapa negara berikut justru melegalkan cara ini

Pro dan kontra via www.kidspot.com.au

Pada praktiknya, surrogate mother digunakan juga oleh mereka pasangan sesama jenis yang menginginkan anak. Biasanya jika dari pasangan gay, sel telur berasal dari ibu penggantinya langsung. Sedangkan pasangan lesbian harus mencari sperma dari orang yang mau menyumbangnya. Beberapa hal ini jadi alasan kuat mengapa praktik surrogate mother dilarang dilakukan di Indonesia, hal ini dipertegas dengan adanya sanksi pidana yang dapat dikenakan bagi yang melakukan ( pasal 82 UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan ).

Dari sebuah forum konsultasi Islam luar negeri juga dijelaskan bahwa surrogate mother diharamkan karena memasukkan hal paling pribadi dari seorang pria (sperma) kepada perempuan yang bukan muhrimnya, meskipun memasukannya melalui suntikan.

Meski begitu, Inggris, beberapa negara bagian di Amerika, Ukraina, Australia (dengan proses perizinan yang sulit), Israel, dan Yunani telah melegalkan praktik ini. Ada hubungan yang saling menguntungkan, itulah hal yang menjadi landasan mengapa surrogate mother banyak diminati. Bukan saja hambatan reproduksi calon ibu yang terselesaikan masalahnya, sewa rahim membawa keuntungan finansial bagi wanita-wanita yang memerlukan tambahan uang.

Sewa rahim di India, malah telah memberikan pemasukan negara setiap tahunnya sebesar 445 dolar Amerika atau sekitar Rp 4 triliun! Menurut sosiolog Australia Catherine Waldby dari University of Sydney, yang dilansir oleh televisi ABC, wanita di India melakukan sewa rahim untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Pemerintah India telah melegalkan sewa rahim dengan membuat semacam perkumpulan untuk sewa rahim. Bahkan pemerintah India juga membuat visa khusus atau visa medis untuk memfasilitasi orang yang datang untuk keperluan sewa rahim.

Pada akhirnya, sewa rahim akan tetap menuai kontroversi. Bagaimana menurutmu?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya