“Kresek plastik dibuat hanya dalam waktu 1 menit, dipakai hanya sekitar 1,5 jam, tapi membutuhkan waktu 400 tahun untuk bisa terurai.”

Ngomongin perkara soal sampah plastik nggak akan ada habisnya, selama kita manusia nggak punya kesadaran pribadi buat mengontrol penggunaannya. Buat kita yang hidup di tengah kota dan jauh dari pantai, mungkin rada susah membayangkan sebanyak apa sampah plastik di lautan saat ini. Faktanya, polemik plastik di laut sudah banyak memakan korban! Nggak sedikit biota laut mati cuma gara-gara sampah. Ada juga yang terpaksa hidup dengan jeratan sampah di tubuhnya. Duh, miris!

Advertisement

Nah, April lalu, seperti dilansir The Washington Post, seekor paus sperma ditemukan mati terdampar di pantai Spanyol. Setelah diautopsi, ternyata ada lebih dari 10 kg sampah dalam sistem pencernaannya! Sedihnya kejadian serupa juga baru dialami paus jenis pilot. Ia ditemukan sekarat di perairan Thailand. Sejumlah orang terlihat berusaha menolong paus malang itu, tapi sayang nyawanya tetap nggak tertolong. Nih, Hipwee News & Feature sudah merangkum infonya untuk kamu.

Paus ini ditemukan oleh warga lokal, terlihat sakit dan tampak terombang-ambing tidak normal di pantai daerah Selatan Thailand

Paus pilot di perairan Thailand via tribune.com.pk

Dilansir CNN, warga sekitar pertama kali melihat paus pilot jantan ini pada Senin (28/5) di pantai selatan Thailand dekat perbatasan dengan Malaysia. Paus tampak sakit dan terombang-ambing tidak normal. Pemerintah lokal dibantu beberapa anggota konservasi ikan paus berusaha merawat dan memberi berbagai pertolongan pada paus tersebut. Mereka bekerja selama beberapa hari, berusaha menyelamatkan nyawanya.

Meski sudah berusaha diselamatkan, paus itu akhirnya mati sebelum terlihat berusaha memuntahkan robekan dan potongan plastik dari dalam mulutnya

Paus malang ini akhirnya mati via edition.cnn.com

Sayangnya, berbagai upaya yang dilakukan untuk menolong paus itu tampaknya sia-sia, karena pada Jumat (1/6) paus pilot ini akhirnya mati. Dikutip dari Time, sebelum meregang nyawa ternyata ia sempat memuntahkan 5 sampah plastik dari mulutnya. Menurut David Attenborough, seorang broadcaster sekaligus naturalis, seperti dilansir Kompas, mengatakan kalau ternyata nggak sedikit hewan laut mengira plastik itu seperti cumi-cumi atau ubur-ubur. Nggak hanya tampilannya, baunya, rasanya, bahkan bunyinya mereka artikan sebagai makanan.

Setelah diautopsi, ternyata ditemukan 80 kantong plastik seberat 8 kg di dalam perut paus pilot yang mati itu! Miris banget!

Lebih dari 80 kantong plastik yang ditemukan di tubuh paus via time.com

Advertisement

Departemen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir Thailand menyatakan dalam unggahan resmi Facebooknya, kalau setelah diautopsi, ditemukan 80 kantong plastik yang beratnya mencapai 8 kg di dalam perut paus tersebut. Seperti dilansir TIME, Thailand termasuk negara yang paling banyak menggunakan kantong plastik. Kebiasaan ini ditengarai jadi alasan yang membunuh ratusan biota laut di sana setiap tahunnya. Pada Mei ini, pemerintah Thailand mempertimbangkan untuk menerapkan pajak penggunaan tas belanja plastik. Pihaknya juga mengenalkan alternatif lain kantong belanja yang bahannya bisa didaur ulang, guna memangkas jumlah sampah plastik.

Padahal dalam beberapa tahun ke depan, jumlah sampah plastik diramalkan akan bertambah 3x lipat

Jumlahnya diperkirakan terus bertambah via sains.kompas.com

Kalau manusia nggak berusaha meningkatkan kesadaran pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik, beberapa tahun ke depan jumlah sampah plastik diramalkan akan bertambah 3x lipat! Mengutip laporan pemerintah Inggris seperti diliput CNN, dari keseluruhan sampah laut saat ini, 70%-nya ternyata adalah plastik yang nggak bisa terurai. Seharusnya kita bisa mencontoh dari 15 negara dunia yang udah jelas-jelas melarang penggunaan sampah plastik. Beberapa di antaranya adalah Kenya, Inggris, Taiwan, Zimbabwe, dan Australia.

Jadi, kalau nggak dimulai dari kita sendiri, siapa lagi yang bisa mengatasi masalah sampah plastik ini? Lagian kalau lingkungan terjaga, kan hidup kita dan keturunan kita kelak bakal senantiasa sehat. Nggak bayangin ‘kan kita makan ikan yang perutnya sudah tercemar sampah plastik?! Jadi, yuk lah tingkatkan kepedulian pada ekosistem laut kita tercinta terutama pada Hari Laut Dunia yang jatuh pada tanggal 8 Juni nanti!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya