Kalau zaman sekarang ngomongin nuklir, pembahasannya pasti nggak jauh-jauh dari Korea Utara beserta pemimpinnya yang iconic yaitu Kim Jong Un. Wajar aja soalnya saat ini Korut mungkin satu-satunya negara yang berani secara gamblang ‘bermain-main’ dengan senjata nuklirnya. Awalnya banyak yang sangsi dan mengira Korut hanya menggertak saja, tahun 2017 ini ancaman nuklir Korut tampaknya jadi semakin nyata dan mengerikan. Dari misil rudal yang berhasil melewati langit Jepang sampai ancaman Korut menyerang Guam, negara tertutup ini sukses buat negara-negara besar ‘ketar-ketir’.

Setelah tragedi Hiroshima & Nagasaki, semua orang tahu bom maupun senjata nuklir itu terlalu berbahaya untuk dipakai dalam kondisi apapun. Bahkan untuk uji coba aja risikonya sangat besar lho. Tapi karena mungkin Korut memang pada dasarnya rada tidak rasional, tetap saja beberapa kali nekat melakukan uji coba nuklir sampai menimbulkan gempa besar di bawah tanah. Dilansir dari Reuters, percobaan terakhirnya bukan hanya menyebabkan gempa saja tapi juga sampai meruntuhkan terowongan di lokasi uji coba dan mengubur ratusan pekerja di dalamnya. Korban bahkan diperkirakan melampaui angka 200 jiwa! Simak selengkapnya yuk bareng Hipwee News & Feature kali ini.

Mulanya hanya 100 orang yang terjebak di dalam terowongan, tapi menurut laporan, 100 orang lain yang mau menolong ternyata ikut terjebak juga

Lokasi yang diduga tempat uji coba nuklir Korut via beritajatim.com

Advertisement

Sebuah terowongan yang terletak di lokasi tes nuklir, Punggye-ri Korea Utara, ambruk setelah uji coba nuklir ke-6 yang dilakukan awal September lalu. Terowongan yang belum selesai dibangun itu menimbun sekitar 200 orang korban dan roboh sebanyak dua kali. Insiden pertama terjadi 7 hari setelah uji coba nuklir ke-6. Para pakar berpendapat bahwa aktivitas itu membuat area di sekitarnya tidak stabil. Saat operasi penyelamatan, ternyata bangunan tersebut roboh kembali dan diduga menewaskan 100 orang lainnya.

Insiden ini tak begitu jelas detailnya, mengingat Korut adalah negara tertutup. Berita ini sih katanya disiarkan TV Jepang, Asahi

Tempat tes nuklir via news.okezone.com

Tak ada yang tahu bagaimana kehidupan di Korut secara rinci seperti halnya kita tahu kabar A-Z tentang selebriti Hollywood meski mereka nun jauh di sana. Karena sifat tertutupnya inilah insiden inipun belum diketahui detilnya. Tapi seperti dilansir Tempo, kabar ini awalnya disiarkan oleh TV Jepang, Asahi. Sementara seperti dikutip Detik, Ketua Badan Perkiraan Cuaca Korea Selatan, Otoritas Meteorologi Korea, Nam Jae-Cheol, memperingatkan kalau uji coba kali ini bisa memicu kebocoran radioaktif!

Terlepas dari apapun rencana Korut dan pro-kontra soal senjata nuklir, uji coba seperti itu jelas merugikan banyak orang

Senjata ‘kebanggaan’ Korut via www.brilio.net

Tengok saja misil balistik yang sempat melintasi langit Jepang beberapa waktu lalu. Meski akhirnya jatuh di Samudera Pasifik, tapi rudal ini membuat Jepang was-was. Pemerintah Jepang sampai menghimbau agar warganya tidak mendekati benda asing apapun yang runtuh dari langit. Selain ledakannya yang bisa mengancam jiwa, kemungkinan terpapar radiasi juga jadi ketakutan tersendiri akan bom nuklir milik Korut ini. Duh, kalau gini ceritanya bisa jadi suatu saat nanti Korut benar-benar akan menyerang negara-negara tertentu pakai senjata andalannya.

Kalau memang mau mengukur seberapa besar kerusakan akibat bom nuklir, ada sistem simulasi yang dibuat ilmuwan Alex Wellerstein lho

Hasil simulasi di Nukemap. Nantinya akan dibagi 4 zona berdasarkan tingkat kerusakannya via futurism.com

Advertisement

Namanya juga manusia ‘kan, sering banget keingintahuannya yang tinggi mengalahkan segalanya. Sebagai orang biasa yang awam sama dunia pernukliran, kadang terlintas di pikiran kita sebenarnya seberapa kuat sih bom nuklir itu? Apa bedanya sama bom biasa? Dan lain sebagainya. Alex Wellerstein, seorang ilmuwan dari Stevens Institute of Technology, menciptakan sebuah sistem yang memungkinkan siapapun mengetahui seberapa kuat dampak dari bom nuklir jika dijatuhkan di wilayah tertentu. Wellerstein membuat sebuah aplikasi browser interaktif bernama Nukemap.

Dalam Nukemap kamu bisa pura-pura membangun bom nuklir dan menjatuhkannya di belahan bumi manapun. Nantinya sistem akan mengkalkulasi, dengan karakteristik bom seperti itu, efeknya akan seberapa besar, seperti perkiraan daerah yang terkena dampak, jumlah korban, dan lainnya. Tentu aja beda sifat bom, beda pula efek kerusakannya. Hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk maps.

Mungkin dibanding Korut harus uji coba langsung yang jelas bakal merugikan banyak orang, sistem simulasi ini bisa jadi solusi sih ya. Eits, ini bukan berarti Nukemap memfasilitasi orang atau pihak tertentu untuk mengembangkan nuklir lho. Tujuannya cuma ingin membuktikan aja ke orang-orang awam kayak kita kalau efek bom nuklir ini nggak main-main kalau beneran diluncurkan!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya