Hitung-hitungan Diet Sehat Selama Pandemi, Saat Hobi Rebahan dan Jajan Bikin Lupa Diri~

tips diet saat pandemi

Lebih dari setahun sudah kita menjalani hari di bawah bayang-bayang COVID-19. Sejak munculnya kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada bulan Maret 2020, berbagai protokol kesehatan mulai kita terapkan sebagai usaha untuk mencegah penularan virus tersebut.

Berbagai pembatasan pun mulai dilakukan. Kini, makin banyak tempat umum yang ditutup, mulai dari sekolah, perkantoran, tempat ibadah, sarana rekreasi, dan pusat perbelanjaan. Kegiatan keseharian yang biasanya kita lakukan pun mulai mengalami perubahan yang bikin kita lebih banyak melakukan banyak hal di rumah aja.

Bukan cuma bikin bosan saja, kondisi ini bikin kita juga kadang melupakan kondisi tubuh sendiri karena mulai sulit mengendalikan hidup seimbang. Sekalinya ngaca dan melihat bayangan tubuh yang mulai lebih berisi, kamu mungkin mulai semangat untuk diet kembali. Akan tetapi, diet bukan hanya asal kurus saja ya. Perlu diketahui apa yang baik untuk tubuhmu dan bagaimana arti ideal yang sebenarnya. Salah-salah bukannya bugar, malah bikin gampang sakit.

Working from home (WFH) bisa sebabkan overweight dan obesitas

Perubahan dalam keseharian akhirnya ikut membawa perubahan dalam kebiasaan kita, salah satunya dalam hal pola makan dan aktivitas fisik. Berbagai penelitian secara global menemukan bahwa selama karantina terjadi penurunan konsumsi buah dan sayur serta meningkatnya konsumsi daging, produk susu, gorengan, dan minuman tinggi gula.

Tidak hanya jumlah konsumsi makanan tinggi kalori yang meningkat, tapi juga frekuensi makan yang semakin tinggi karena sering melakukan snacking di tengah ataupun malam hari, terutama sembari melakukan aktivitas di rumah. Kalau kamu tersentil saat baca ini, berarti bukti jadi makin kuat lagi~ Tidak mengejutkan bila hal ini akhirnya berujung pada kasus overweight serta obesitas selama pandemi COVID-19. 

Kejadian overweight dan obesitas ditandai oleh nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) pada batas tertentu. Cara menentukan IMT dilakukan dengan membagi berat badan seseorang dalam satuan kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter (kg/m2). Hasil IMT kemudian dibagi kedalam beberapa kategori yang dapat kamu temukan dalam kedua tabel di bawah ini.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Gizies Indonesia merupakan kumpulan peminat kesehatan masyarakat lintas generasi yang tergabung dalam komunitas, berfokus memberikan informasi terkait gizi dan kesehatan.