Indonesia Masuk 10 Besar Negara di Asia dengan Kasus Corona Terbanyak. Ini Klaster Terbarunya

Update corona Indonesia

Empat bulan telah berlalu sejak virus corona muncul di Indonesia. Selama itu, banyak orang yang sudah melakukan physical distancing dengan berada di rumah aja walaupun bosan. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Tetapi, kenapa jumlah kasus corona malah semakin bertambah ya? Jumlahnya menjadi puluhan ribu dalam waktu sekejap.

Advertisement

Di saat negara-negara lain mulai bisa mengatasi virus, Indonesia masih kelabakan. Bahkan kita termasuk dalam 10 besar negara dengan kasus corona terbanyak di Asia. Wah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara pemerintah menanganinya? Yuk simak penjelasan berikut~

Kini Indonesia masuk daftar 10 besar negara di Asia dengan jumlah kasus corona terbanyak. Sudah mencapai 70 ribuan!

Dunia sedang ‘disekap’ pandemi. Credit: Pexels/@shvetsa via www.pexels.com

Berdasarkan laporan CSSE Johns Hopkins University, jumlah kasus corona di Indonesia adalah 76.981 hingga Selasa (14/7) sore. Pasien yang sembuh mencapai 36.689 orang, sedangkan yang meninggal sudah 3.656 orang. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah karena belum ada kebijakan yang betul-betul tegas dari pemerintah. Apalagi banyak orang yang sudah nongkrong lagi di luar rumah dan kurang memedulikan protokol kesehatan.

Nggak heran kalau Indonesia menjadi negara urutan ke-10 dengan jumlah kasus corona terbanyak di Asia. Berikut urutannya:

Advertisement
  1. India: 879.888 kasus
  2. Iran: 257.303 kasus
  3. Pakistan: 251.625 kasus
  4. Saudi Arabia: 232.259 kasus
  5. Turki: 212.993 kasus
  6. Bangladesh: 186.894 kasus
  7. Qatar: 103.598 kasus
  8. Cina: 83.602 kasus
  9. Iraq: 77.506 kasus
  10. Indonesia: 76.981 kasus

Salah satu penyebab bertambahnya kasus corona di Indonesia adalah munculnya klaster baru. Mulai dari Secapa TNI AD di Bandung hingga tiga perusahaan di Semarang

Para tentara memakai masker via apahabar.com

Dilansir dari Kompas, ada 1.280 kasus positif corona di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Bandung, Jawa Barat. Kejadian ini bermula saat dua perwira siswa berobat ke rumah sakit. Mereka mengalami demam sehingga dites swab dan hasilnya positif. Setelah itu, lebih dari seribu alat rapid test dikirim ke Secapa AD untuk memeriksa para penghuni. Ternyata virus corona memang sudah menyebar luas di sana.

Klaster baru juga muncul di Semarang, Jawa Tengah. Lebih dari 300 karyawan dari tiga perusahaan tertular corona. Perusahaan tersebut bergerak di industri garmen, migas, dan BUMN. Klaster lainnya muncul di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo. Jawa Timur. Tercatat ada 11 orang yang positif corona dan lebih dari seribu penghuni lainnya harus menjalani tes.

Advertisement

Untuk mengatasi penyebaran, pemerintah mengimbau bahwa pakai face shield aja nggak cukup. Tetap harus pakai masker karena virus corona diperkirakan juga bisa menyebar lewat udara

Ilustrasi hanya memakai face shield tanpa masker. Credit:unsplash/@shaikhulud via unsplash.com

Memasuki new normal, sebagian orang lebih suka pakai face shield saat bepergian. Alat ini memang nggak membuat pernapasan jadi sesak. Tetapi pemerintah menekankan kalau face shield aja nggak cukup. Tetap harus pakai masker! Penggunaan masker juga harus benar dan nggak boleh diturunkan ke dagu. Pasalnya, World Health Organization (WHO) mengakui adanya kemungkinan penyebaran virus corona lewat udara. Jadi nggak hanya lewat droplet atau cipratan yang muncul saat seseorang bersin atau batuk.

Meskipun sudah memberi imbauan tentang masker dan face shield, kini pemerintah belum mengambil tindakan yang betul-betul tegas untuk mengatasi virus corona. Jadi kita harus lebih berinisiatif dalam menjaga diri. Kalau nggak ada keperluan penting, sebaiknya tetap tinggal di rumah aja untuk menghindari penyebaran virus. Jangan lupa mencuci tangan dengan bersih, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan olahraga untuk menjaga kesehatan!

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

CLOSE