Video Pria Bopong Jenazah: Ini 4 Fakta yang Perlu Kamu Tahu, Sebelum Sibuk Hakimi Puskesmas Melulu

Video pria bopong jenazah

Sebagai pembaca sebuah berita, terlebih berita yang melibatkan dua pihak –satu sebagai pihak tersakiti dan satu lagi sebagai pihak yang menyakiti– kita sebaiknya nggak langsung menghakimi salah satu pihak dulu sebelum mengetahui keseluruhan cerita. Karena bisa jadi ada hal-hal yang tidak kita ketahui karena pertama, kita tidak terlibat di sana. Kedua, hal-hal itu memang tidak terekspos media.

Advertisement

Seperti yang terjadi belum lama ini. Sebuah video jadi bahan pemberitaan banyak media setelah menayangkan seorang pria membopong jenazah keluar dari puskesmas. Menurut kabar yang beredar, pihak puskesmas menolak mengantar jenazah pakai mobil ambulans. Peristiwa itu sontak memicu amarah sekaligus empati dari banyak pihak. Mungkin kalian termasuk satu di antara sekian banyak orang yang bilang, “Duh, tega amat sih petugas puskesmasnya??!”.

1. Video yang banyak jadi perbincangan itu terjadi di Kota Tangerang tepatnya di Puskesmas Cikokol. Seorang pria terlihat membopong jenazah yang sudah diselimuti kain untuk dibawa pulang

Supriyadi saat bawa jenazah keponakannya via www.tribunnews.com

Pria yang diketahui bernama Supriyadi, terlihat membopong jenazah bocah 8 tahun keluar puskesmas untuk dibawa pulang. Supriyadi melakukannya lantaran kabarnya pihak puskesmas menolak mengantar jenazah menggunakan mobil ambulans dengan alasan SOP. Supriyadi yang awalnya banyak diberitakan sebagai ayah dari jenazah Husein, ternyata adalah pamannya.

Pihak puskesmas Cikokol membenarkan adanya video viral itu, seperti dikutip dari Viva. Namun lagi-lagi karena alasan SOP, mereka tidak bisa menyediakan layanan mobil ambulans untuk membawa pulang jenazah. Sedangkan mobil jenazah yang ada di puskesmas saat itu memang sedang tidak tersedia.

Advertisement

2. Bukannya melarang, tapi memang sesuai aturan, mobil ambulans tidak diperuntukkan mengangkut jenazah karena kondisinya yang harus selalu steril

Kondisi dalam mobil jenazah via ambulance.co.id

Secara fungsi, mobil ambulans dan mobil jenazah memang tidak bisa disamakan. Ambulans digunakan untuk mengangkut orang sakit yang kondisinya sudah gawat darurat. Sedangkan mobil jenazah, digunakan untuk membawa jenazah orang yang sudah meninggal.

Karena fungsinya berbeda, tentu perlakuan keduanya juga berbeda. Mobil ambulans harus dijaga agar tetap steril, karena tugasnya membawa orang yang keadaannya gawat, supaya tidak semakin terkontaminasi. Hal ini juga dibenarkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi. Kedua layanan mobil itu tidak bisa disamakan.

3. Selain harus dijaga agar tetap steril, dalam mobil ambulans juga terdapat alat-alat yang fungsinya sebagai life support, yang mana tidak terdapat dalam mobil jenazah

Di dalam mobil ambulans terdapat peralatan untuk life support via www.idnjurnal.com

Advertisement

Sekarang coba bayangkan seandainya saat itu mobil ambulans di puskesmas Cikokol beneran dipakai buat mengantar jenazah Husein. Lalu tiba-tiba ada pasien gawat yang butuh dirujuk ke rumah sakit sesegera mungkin menggunakan mobil ambulans sedangkan mobilnya malah dipakai buat mengantar jenazah. Bukan tidak mungkin pasien gawat tadi malah tidak bisa terselamatkan karena mobil yang berisi peralatan life support mulai alat pacu jantung, infus, oksigen, dan lain-lain dipakai mengantar jenazah.

Pengguna jalan yang harus didahulukan via twitter.com

Sekali lagi, ini bukan masalah ada atau tidaknya rasa empati dari petugas puskesmas, melainkan memang prosedurnya sudah seperti itu. Bahkan kalau merujuk UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, mobil iring-iringan jenazah itu ada di urutan ke-6 sebagai pengguna jalan yang harus didahulukan lo. Intinya, mengangkut jenazah itu sebenarnya nggak urgent-urgent banget.

4. Sebenarnya setiap daerah, mau kota atau kabupaten, punya layanan antar jenazah gratis. Nah, saat kejadian, katanya pihak puskesmas sudah membantu menelepon layanan kesehatan cepat tanggap milik Pemkot Tangerang

Ada layanan kesehatan cepat tanggap via www.alagraph.com

Di mata kalian mungkin pihak puskesmas benar-benar lepas tangan saat keluarga jenazah Husein minta diantar pulang. Padahal, kabarnya petugas puskesmas sudah menghubungi layanan mobil jenazah gratis milik Pemkot Tangerang. Namun setelah ditunggu sekian lama, mobil tersebut tidak juga datang. Karena sudah menunggu terlalu lama, akhirnya Supriyadi inisiatif membopong jenazah keponakannya tersebut.

Nah, sebetulnya pelayanan pemerintah itulah yang perlu diperbaiki. Kalau tujuannya ingin memberikan layanan kesehatan yang cepat tanggap, ya mestinya dalam praktiknya juga harus cepat dan tanggap. Kalau masalahnya di unit mobilnya yang kurang, harusnya ya ditambah. Kalau masalahnya ada di sulitnya menghubungi layanan darurat itu, yang diperbaiki ya line teleponnya, atau petugas call centernya.

Yang nggak kalah pentingnya, selalu ingat untuk tidak langsung mengambil asumsi ekstrem bahwa pihak yang “terlihat” bersalah memang patut dicaci maki, dihina dina, dan diprotes habis-habisan. Apalagi sampai bikin petisi pemboikotan dan lain sebagainya. Yuk, biasakan cari tahu dulu fakta yang selengkap-lengkapnya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE