Menggunakan bahasa Inggris di kalangan pergaulan kita memang punya citra yang begitu keren. Seolah-olah, jika sudah mafhum cas cis cus dengan berbagai istilah Inggris, aktualisasi diri bertambah, bakal terlihat lebih pintar, dan tentunya gaul banget. Padahal nggak selamanya anggapan itu benar lo.

Memang, nggak ada salahnya untuk mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Inggris. Justru sebisa mungkin kuasailah bahasa asing untuk membuka lebar kesempatanmu berkomunikasi dengan lebih banyak orang. Tapi jangan sampai kelewatan dong, bahasa sendiri juga harus selalu digunakan. Tapi tenang, bagi kamu yang terkadang bingung dengan bahasa campuran ala kids zaman now kali ini Hipwee Hiburan bakal memberikan pencerahan, berikut contoh kalimatnya. Biar kamu menguasai bahasa asing, tapi tetap menggunakan bahasa Indonesia yang baik untuk menjawabnya.

1. Prefer=lebih suka, cenderung. Biasanya sih ini digunakan ketika sedang memilih sesuatu

Masih beli cilok aja ngomongnya pakai prefer. via www.hipwee.com

2. Kata which is yang artinya ‘di mana’ atau ‘yang mana’ juga sering banget digunakan. Padahal mengucapkannya susah, bisa sampe muncrat-muncrat

Bilang aja penakut, pakai ngeles deh! via www.hipwee.com

3. Meski nggak penting penggunaannya, nggak tahu kenapa banyak yang suka bilang literally. Kenapa nggak pakai kata ‘sebenarnya’?

Lagi marah sempat banget bergaya pakai bahasa Inggris. via www.hipwee.com

4. Meski bisa pakai kata ‘menurut pendapatku’ banyak anak muda sekarang yang justru pakai kata in my opnion

Tapi kalau ditangisin nggak apa-apa. via www.hipwee.com

5. Ada yang bilang kalau ngomong bahasa Inggris itu lebih irit kata, kayak let me know yang menggantikan ‘kasih tahu aku, ya’. Memangnya semahal apa sih kalau pakai bahasa sendiri?

Ealah, baru aja ditolak cewek. via www.hipwee.com

6. Mulai dari kata ‘ngomong-ngomong’, lalu diganti biar hemat karakter SMS, jadi btw alias by the way

Mending kalau perginya ke mal. Eh, tapi artinya sama deng. via www.hipwee.com

7. Lalu ada juga nih kalau lagi sebal biar keren ngeluhnya pakai Why, God, why?. Padahal kalau bahasa Indonesia lebih singkat pakai ‘Oh, Tuhan…’ loh!

Sebuah protes yang dibikin biar agak gaul. via www.hipwee.com

8. Bahkan perumpamaan yang cukup pakai kata ‘jaga-jaga’ seringnya diganti just in case. Mungkin biar mantep penekanannya?

Padahal yang kamu ajak ngobrol nggak tau artinya. 🙁 via www.hipwee.com

9. Kata for your information yang juga sering diucapkan jadi FYI (ef wai ai) ini, padahal ada bahasa Indonesianya

Tiba-tiba ngasih info, padahal nggak ada yang tanya lo. via www.hipwee.com

10. Ketika merasakan sesuatu yang nggak enak atau ada firasat buruk, kenapa sih pada refleks pakai kata something wrong?

Mau bilang kesurupan aja pakai something wrong dulu. via www.hipwee.com

11. Nggak ada urgensi apa-apa alias sama saja, kok seringnya pakai to be honest daripada ‘jujur saja’?

Hmmm, apakah Bahasa Indonesia kurang puitis buat kamu? via www.hipwee.com

12. Seringnya kita nggak menyadari ngomong pakai bahasa campur aduk kalau lagi menggebu-gebu. Sampai ‘katakan saja’ diubah jadi let say

Tanpa sadar kata ini sering banget diucapkan berulang kali dalam sekali ngobrol. via www.hipwee.com

Meski sejago apa pun kamu dalam ngomong bahasa Inggris, sudah sepatutnya kamu tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa percakapan sehari-hari dong. Apalagi kalau ngobrolnya dengan sesama orang Indonesia, tapi kamu ngobrol dengan bahasa Inggris, lama-lama lupa bahasa sendiri, jadi gawat, kan? Yuk, coba biasakan lagi pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. 🙂

Advertisement
Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya