Beberapa tahun terakhir memang menjadi penanda lompatan teknologi yang begitu tinggi. Internet dengan berbagai kelebihannya juga membawa generasi-generasi yang lahir di abad 21 sangat akrab dengannya. Nggak heran kalau generasi sekarang sering disebut Gen Z dan generasi milenial.

Sayangnya, ada jarak yang cukup signifikan antara generasi kita dengan generasi terdahulu. Terkadang generasi terdahulu nggak ‘semelek’ itu dengan teknologi karena memang belum terbiasa pada zamannya. Ujung-ujungnya, mereka pun sering menanyakan istilah dan pertanyaan yang logikanya terlalu membingungkan bagi generasi milenial. Diakui atau nggak, minimal kamu pernah ditanyai orangtuamu, kan, soal Facebook? Nah, berikut Hipwee Hiburan bakal memberikanmu gambaran tentang problematika pemahaman milenial versus pemahaman generasi terdahulu.

1. Pernahkah orangtuamu berulang kali komplain karena kuota datanya cepat habis—padahal ‘dicuri’ oleh adikmu?

Ngaku, deh, kalian semua pernah, kan? via www.franchisehelp.com

2. Karena ketidaktahuan, kadang orangtua jadi marah-marah dan skeptis. Takut kejadian dikerjain anak-anaknya terulang kembali

Padahal nggak ada hubungannya. 🙁 via www.franchisehelp.com

3. Ada juga yang setiap hari unggah status di WhatsApp, dikiranya unggahan status itu sama saja mengganti foto profil

Mana unggahan statusnya foto selfie semua lagi. via www.franchisehelp.com

4. Kuota memang jadi satu masalah yang bikin banyak generasi terdahulu salah paham. Seolah fail digital itu barang yang bisa dipertukarkan 😀

Gimana, ya, njelasinnya … via www.shutterstock.com

5. Ada juga yang akhirnya suuzan sendiri sama iklan-iklan di ponsel. Pokonya iklan itu bisa nyedotin pulsa dan jahat banget!

Kayaknya lebih karena ayah sering share dan unduh video dari grup WhatsApp deh. via www.youtube.com

6. Sebenarnya generasi lawas kalau sudah nyaman sama teknologi juga bakal ketagihan kok. Bahkan keranjingannya lebih ngeri …

Pengganti game Zuma. via www.cnet.com

7. Ngobrol via WhatsApp bisa jadi sebuah alternatif buat berkomunikasi. Sayangnya, menunggu balasan yang super lama sering bikin kita nggak sabaran

Nggak mungkin dicuri, kan? via www.shutterstock.com

8. Unduh aplikasi yang aneh-aneh bikin sebagian orangtua merasa nggak aman. Mulai dari pulsa yang cepat habis sampai eror~

Jadi khawatir berlebihan. via www.nrttv.com

9. Rasanya masih hawa-hawa ponsel polifonik yang kapasitas memorinya sebatas 500 Mb. Ada sedikit foto langsung hapus, ada SMS pun langsung hapus, memang sudah kebiasaan bawaan~

Padahal fotonya cuma 10 biji. via www.shutterstock.com

10. Salah paham emotikon juga sering terjadi. Parahnya kalau ini dipraktikan di grup-grup keluarga dan alumni. Hmm, malu 🙁

Duh, gawat nih memicu perang saudara kalau begini. via www.shutterstock.com

Advertisement

Beda generasi, memang selalu beda cara dalam menghadapi teknologi. Bagaimanapun, kita sebagai generasi yang dianggap lebih melek dengan kemajuan harus memberikan pemahaman dan penjelasan kepada generasi sebelumnya yang belum mengerti. Kuncinya memang perlu sabar, tahan amarah jika orangtua atau sesepuh masih juga belum mengerti yang kamu bicarakan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya