Dari kecil, kita selalu diajarkan untuk berlaku sopan. Saat sudah besar kita jadi punya sifat gak enakan. Rasanya sulit untuk bilang ‘Nggak’ meski dalam hati itulah yang ingin kita katakan. Apapun yang orang lain minta, sebisa mungkin kita sanggupi walau sebenarnya bikin kita kerepotan.

Walaupun sering bikin kita kerepotan, sifat gak enakan kita justru gak hilang-hilang sampai sekarang. Kenapa ya? Jangan-jangan, buat berubah kita juga terlalu gak enakan? *emoji ketawa sambil nangis*

1. Selama ini, sulit rasanya bilang “Nggak” ke teman. Lidah semacam terpogram untuk mensensor kata-kata yang kurang menyenangkan

Nggak bisa bilang nggak

Nggak bisa bilang nggak via favim.com

Advertisement

Buat kamu yang punya sifat gak enakan, bilang “Nggak” ke teman sering jadi keharusan yang paling sulit. Lidahmu semacam disetel untuk mengatakan “Iya” pada permintaan apapun yang dilayangkan teman pada kamu.

“Ris, besok siang temenin aku ke kampus ya! Mau minta tanda tangan Sekretaris Jurusan nih…”

(Padahal besok siang ada seminar yang mau didatengin di luar kampus) “Uhmmm…. Okee.”

(Akhirnya batal dateng ke seminar)

Kalaupun (akhirnya) kamu sanggup melakukan penolakan, itu sama sekali gak melegakan. Justru itu bakal bikin kamu merasa bersalah dan merasa harus minta maaf ke teman yang permintaannya baru aja kamu tolak dengan kejam.

Advertisement

“Aduh maaf banget, aku gak bisa… Maaf banget ya, aku gak enak banget :(((“

2. Jangankan teman, ke orang asing aja berat rasanya buat bilang “Nggak”. Kamu selalu minta maaf dulu, bahkan kadang merasa malu

Silakan Kakaak! *lalu gak enak mau nolak*

Silakan Kakaak! *lalu gak enak mau nolak* via commons.wikimedia.org

Jangankan menolak teman, bilang “Nggak deh, makasih ya Mbak/Mas” ke orang asing aja kamu kesulitan. Ada yang nawarin kartu kredit? Kamu bakal membiarkan Mbaknya ngomong berbusa-busa selama beberapa menit selagi kamu mengumpulkan willpower buat menolak tawarannya. Ada Mas-mas NGO di mall yang nawarin kamu jadi donatur bulanan NGO-nya? Menggelengkan kepala ke Mas-nya bikin kamu merasa super gak enak dan pengen kabur cepat-cepat saat itu juga.

3. Sifat gak enakan ini sering bikin kamu pergi ke tempat yang gak kamu mau. Juga membeli barang-barang yang sebenarnya gak kamu perlu.

Like where am i

Like where am i via leisureministry.blogspot.co.id

Kamu sebenarnya malas ke tempat makan yang satu itu, tapi ya udah deh, temen ngajaknya ke situ. Kamu males pergi ke luar pas malam minggu, tapi gapapa deh, abis yang nemenin adik siapa lagi kalau bukan kamu? Kamu sebenarnya gak punya budget buat beli parfum ini, tapi temanmu konon lagi butuh duit banget — jadi akhirnya kamu beli aja. Eh bentar… Ini celana kapan dibelinya, ya? Oh iya ding, waktu itu penjaga tokonya bilang kamu bagus pakai celana itu, terus kamu gak enakan gitu buat keluar toko tanpa beli celananya…

4. Untung temanmu banyak yang baik. Dengan tangkas, mereka menanggapi sifat gak enakmu ini dengan “Iya gak papa kok… santai aja!”

Udah, santai aja!

Udah, santai aja! via Thatyoutuberino.tumblr.com

Banyak temanmu yang tahu tentang sifat gak enakanmu. Untungnya sih, mayoritas dari mereka baik-baik. Setiap kali kamu mulai meringis dan minta maaf karena gak enak mau nolak, mereka langsung menanggapi dengan bilang “Gak papa kali… Santai aja!”

Ini gak serta-merta menghapus rasa bersalahmu sih, tapi paling nggak kamu tahu kalau bahkan ketika kamu gak bisa membantu mereka, mereka tetap baik-baik aja.

5. Nombokin teman adalah dilema. Kamu tahu, kamu gak akan punya hati buat menagih uangmu ke dia

Susah sizt nagih duit

Susah sizt nagih duit via exclusiveaccess.net

“Aku lupa bawa dompet nih, pakai uangmu dulu ya~”

Sebenarnya sih kamu rela-rela aja meminjamkan uangmu. Namanya juga teman yang harus saling bantu. Cuma masalahnya, kamu agak deg-degan juga. Kamu tahu kembalinya uang itu ke kamu akan 100% bergantung pada ingatan dan kesadaran temanmu. Kamu sendiri gak punya hati buat menagih piutangmu ke dia — bahkan gak jarang, kamu akan pura-pura lupa kalau uangmu masih ada di dia.

Pelik ya Kak.

6. Kamu terlalu tahu diri untuk ngafe sampai berjam-jam. Kalau toh numpang WiFi, kamu pasti pesan minuman yang harganya setimpal

Nongkrong di kafe?

Nongkrong di kafe? via www.risingbean.com

Malu lah pesan es teh doang terus nongkrong sampai 3 jam!

7. Saat orang lain semangat nyari harga tawar, kamu lebih suka yang harganya pas saja. Soal nawar harga barang kamu paling gak bisa

via Jason D'Great

via Jason D’Great via www.flickr.com

Males banget deh kalau ketipu sama pedagangnya. Mending ke toko aja sekalian dari awal, daripada beli di pinggir jalan terus gagal nawar?

8. Menolak pengemis yang umurnya muda, kamu masih bisa. Tapi kalau beliau kurus dan tua… kamu bisa apa?

Hidup di negara dunia ketiga berarti harus sering berinteraksi dengan pengemis dan anak jalanan. Gak jarang, yang kamu temui jalan adalah nenek/kakek dengan perawakan lemah dan uzur. Pakaian mereka seadanya dan untuk meminta-minta pun, sepertinya mereka tak punya tenaga. Kalau sudah begini, peraturan pemerintah macam manapun gak bakal bisa deh bikin kamu memasukkan lagi koin yang sudah kamu keluarkan dari dompet untuk kakek/nenek ini.

9. Tiap kali bertengkar sama pacar, gak peduli siapa yang salah selalu kamu yang minta maaf duluan

“Maafin aku ya…”

Kamu minta maaf karena gak nyaman berantem lama-lama. Kamu minta maaf karena malas nunggu dia mengaku salah lebih dulu. Kamu minta maaf karena udah pengen move on dari apapun yang bikin kalian berantem kemarin. Kamu minta maaf karena selalu merasa toh kamu juga banyak salahnya.

Ya udahlah, daripada drama?

10. Padahal sering gak enakan bikin orang lain jadi keenakan. Beberapa kali kamu pernah merasa dimanfaatkan

Andrew pakai ini ya, ganteng kok!

Andrew pakai ini ya, ganteng kok! via www.youtube.com

“Besok pas mau ujian, aku pinjam catatan kamu ya! Lagi males nyatet nih… hehehe.”

“Eh siapa nih yang mau jadi ketua? Nindya aja deh Nindya… Mana bisa dia bilang ‘nggak’?”

“Andrew kamu ganteng banget lho kalau pakai ini! Pakai ya! Hehehe”

*headdesk*

*marahin diri sendiri*

SAMPAI KAPAN MAU BEGINI?

11. Oh well, sifat gak enakan memang sulit kamu hentikan. Mungkin kamu hanya harus berubah perlahan-lahan

Take it slow

Take it slow via instagram.com

Sejak dulu, sifat gak enakan ini sudah melekat dalam dirimu. Susah diubah walaupun sifat ini sering bikin kamu merasa nggak nyaman. Santai, berubah jadi “baik” dari “terlalu baik” memang harus pelan-pelan.

Mulai deh bertanya pada diri sendiri, kenapa kamu selalu gak enakan selama ini. Apakah kamu takut melukai perasaan orang lain? Kalau begitu, kamu harus belajar untuk lebih mempercayai orang lain. Mereka lebih tahan mental dari yang kamu kira, kok. Apakah kamu takut teman-teman menganggapmu gak bisa diandalkan? Kalau kamu punya alasan kuat untuk bilang “Tidak”, mereka tak berhak menganggapmu pelit memberi bantuan, bukan?

Tapi sifat gak enakan juga gak selalu buruk sih. Kadang ini membuatmu jadi manusia yang ingin lebih berguna dan lebih pengasih. Kalau boleh jadi retoris, semoga yang kamu pertahankan dari sifat gak enakan ini sisi yang baik-baiknya saja. Sisi kurang menyenangkannya, semoga bisa kamu hilang segera deh ya! 😉

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya