Urusan perut memang menjadi kebutuhan utama bagi kita. Setiap manusia pasti butuh makan untuk menjalani hidup. Aktivitas makan biasanya berdasar pada kebutuhan, baik nutrisi maupun selera. Ihwal jenis makanan setiap orang punya kesukaan masing-masing. Namun biasanya, rasa enak dijadikan patokan ketika lapar melanda. Ada yang suka nasi goreng, ketoprak, bakso, dan lain sebagainya. Hmm, jadi pengen makan.

Bicara soal makanan enak, nggak bisa dilepaskan aktivitas memasak. Aktivitas yang satu ini boleh dibilang susah-susah gampang. Kalau asal memasak saja, ya sudah barang tentu banyak orang bisa. Tapi untuk membuat makanan yang enak butuh keahlian dan nggak sembarang orang memiliki hal ini. Berikut ini ada beberapa momen menyebalkan sekaligus kocak yang barangkali bisa mempresentasikan bagaimana perjalanan sampai kita bisa benar-benar bisa memasak.

Di awal belajar, biasanya orang mencoba hal yang sepertinya mudah untuk dilakukan. Namun pada praktiknya, ternyata semua jauh dari harapan 😀

overcooked bread via brightside.me

Kemudian kamu mencoba lagi dengan mengevaluasi kegagalan pertama, boleh jadi langkahnya yang salah. Di percobaan kedua langkahnya sudah benar, tapi bentuknya yang masih aneh

gagal tapi harus tetap semangat via brightside.me

Setelah gagal di percobaan pertama dan kedua, kamu menjadi tahu di mana letak kesalahannya. Hingga akhirnya mendapatkan hasil yang lumayan

meski seperti orang yang digigit ular 😀 via brightside.me

Keberhasilan menu pertama sering membuat antusias naik dan pengen mencoba membuat menu lain. Kadang-kadang sampai kelewat batas dan terjadi hal yang seperti ini

perlu kontrol diri via brightside.me

Antusias sih antusias, tapi tetap harus mengontrol diri, ya. Jangan sampai ceroboh juga, ya!

Malah jatuh. KZL! via brightside.me

Apalagi sampai merusak properti masak semacam ini. Fatal!

Jangan lupa minta maaf, ya! 😀 via brightside.me

Keterbatasan alat adalah bagian dari kendala dalam belajar memasak. Untuk mengatasi itu biasanya kamu menggunakan alat pengganti yang seadanya

“Tak ada rotan, akar pun jadi.” via brightside.me

Orang yang sedang belajar memasak kerap mencari referensi, seperti membaca buku resep beserta prosedur pembuatannya. Tapi dalam praktiknya, jelas nggak semudah membalikan telapak tangan

Malah sereeem! 🙁 via brightside.me

Begitu juga dalam membuat menu untuk sarapan pagi. Meski sudah baca buku pedoman, tapi tetap susah, ya!

tapi lumayanlah daripada yang sebelumnya ~ via www.boredpanda.com

Meski sudah mencari menu yang gampang, sudah pula memakai alat bantu, tapi kenyataannya terbukti, kan, memasak nggak semudah yang dibayangkan

cetakannya kuda, yang jadi justru Appa (banteng terbangnya Aang ‘Avatar’) via brightside.me

Tapi jangan sampai kesal begini, ya. Susah beresinnya!

sabar adalah koentji via brightside.me

Apalagi sampai mengamuk seperti ini. Jangan! Jangan pernah kamu lakukan ini

Kalau begini salah siapa? via brightside.me

Tapi kalau kamu nggak mudah berkecil hati dan tetap berusaha, akan ada hasil yang sepadan. Karena kegagalan adalah pembelajaran!

Sudah mulai nampak keberhasilannya. :”) via brightside.me

Setelah kamu terus berusaha dan belajar, akhirnya kamu mendapatkan hasil yang maksimal. Ingat usaha nggak mengkhianati hasil!

catatannya jangan cepat berpuas diri via www.caradesain.com

Advertisement

Hampir sebagian besar cewek tentu pengen bisa memasak dengan baik dan enak, demi membahagiakan suaminya kelak. Tapi sebelum mendapatkan itu semua kamu harus melalui hal-hal menyebalkan sekaligus kocak seperti di atas. Nah, buat para cowok, dengan membaca artikel ini tentu kamu bisa dong sedikit menghargai kerja keras yang dilakukan pasanganmu? Memasak nggak gampang lho. Atau kamu sendiri juga mengalami hal itu?

Buat kamu yang punya pengalaman menarik seputar belajar memasak, share di kolom komentar, ya! Biar orang-orang tahu bagaimana perjuanganmu dulu. 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya