Fenomena meninggal secara tragis (konyol?) saat mengambil foto di lokasi-lokasi ajib ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, masih ingat almarhum Erri Yunanto? Di berbagai tempat lain di dunia juga terdapat kecelakaan mematikan saat seserang akan, tengah atau sesudah mengambil selfie. Di Taj Mahal, seorang turis asal Jepang, Hideto Ueda harus meregang nyawa saat mengambil selfie hingga terjatuh dari tangga.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Hideto Ueda adalah kejadian ke-12 kalinya selfie berujung pada kematian. Sementara kematian yang disebabkan oleh serangan hiu ‘cuma’ delapan.

Sebelum ngetren, George Harisson sudah selfie duluan di Taj Mahal (1966) via www.pinterest.com

Dikutip dari Mashable, kematian manusia yang disebabkan selfie meningkat hingga 12 kejadian (itu yang hanya diketahui media, lho!). Sebagai perbandingan, nyawa yang melayang akibat gigitan hiu ‘hanya’ berjumlah delapan.

Advertisement

Sekilas emang konyol membanding-bandingkan selfie dengan hiu tapi ketika ada nyawa yang melayang, perbandingan ini bukanlah hal yang patut kamu tertawakan.

Terlalu dekat dengan kereta dan terjatuh dari tempat tinggi saat mengambil selfie adalah penyebab utama kenapa kegiatan yang katanya ‘fun‘ ini sungguh mematikan.

MINGGIR, MAS! via giphy.com

Sama seperti nasib Ueda, kebanyakan korban selfie disebabkan oleh terjatuh. Lalu penyebab kematian selfie lainnya adalah ketika sesorang berada terlalu dekat dengan lintasan kereta.

Sementara Rusia menggencarkan kampanye ‘Selfie Aman’ setelah seorang cewek gak sengaja menembak dirinya saat selfie dengan pistol. Duh…

Dalam bahasa Rusia, tapi kamu ngertilah… via honeyspree.com

“Akul selfie could cost you your life” sebut pemerintah Rusia dalam selebaran yang disebarkan salah satu kementriannya. Dalam selebaran tersebut terdapat instruksi untuk tidak memegang senjata saat selfie atau tidak mengambil foto saat di jalan raya.

Seiring makin meningkatnya minat untuk mengambil selfie, kita sepatutnya sadar bahwa selalu ada bahaya yang siap mengancam di tiap jepretan kamera.

Lemme take a selfie via www.aljazeera.com

Advertisement

Ketika kamera makin kecil dan canggih, smartphone makin ciamik dengan filter-filternya dan harga tongsis makin terjangkau, minat kita untuk mengambil selfie jadi makin menggila. Yakinlah, tren foto selfie masih akan bertahan lama! Malah cara dan tempat selfie yang makin berkembang, tapi sayangnya ‘kreativitas’ tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran tinggi soal keselamatan diri dan orang lain.

Kapan kita akan sadar bahwa ada sesuatu yang lebih berharga dibandingkan sebuah frame foto digital? Sesuatu yang bernama “Nyawa”.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya