6 Alasan Klise yang Sering Dipakai Saat Kuliah Terbengkalai. Yang Lulusnya Lama, Coba Jujur Sini~

Alasan saat kuliah terbengkalai dan lulusnya lama

Di negara ber-flower ini masih banyak mahasiswa yang lulusnya lama. Mungkin nggak jadi masalah Maudy Ayunda yang sudah cari duit sendiri, atau dia yang orang tuanya sekaya Raja Salman, tapi gimana jika orang tuanya petani atau buruh? Kan, nggak etis banget jika kuliahnya lulusnya lama. Apalagi jika keterlambatan lulus ini diakibatkan karena hal-hal yang mengada-ada.

Advertisement

Miris melihat teman atau siapa pun yang lulusnya lama padahal nggak sibuk dengan hal-hal yang penting. Yang bikin gedek, mereka yang lulusnya lama kerap mengambinghitamkan hal sepele yang sebenarnya mudah diatasi. Hipwee Hiburan kali ini akan membeberkan alasan klise orang yang lulus lama. Nah, perhatian buat para calon mahasiswa baru nih!

1. Salah jurusan, sering kali jadi alasan mahasiswa malas berangkat kuliah. Milih jurusan sendiri, masa nggak mau menyelesaikan?

salah jurusan belum tentu salah salah masa depan via www.unsplash.com

Salah jurusan memang nggak asyik, tapi lebih nggak asyik lagi kamu yang menjadikannya alasan bermalas-malasan. Kalau memang nggak sanggup, bilang ke orang tua dong, jangan diterusin tapi malah nggak kuliah—kesannya jerih payah orang tuamu kamu sia-siakan. Justru kalau kamu bilang, kamu mungkin bisa pindah jurusan tapi konsekuensinya kamu harus rajin kuliah dan menyelesaikannya.

2. Sering kali kuliah jadi terbengkalai terjadi karena bermasalah sama dosen. Dosen juga manusia lo, maklumin aja kalau ada yang nyebelin

Maklumin aja~ via www.hipwee.com

Banyak kasus mahasiswa jarang kuliah karena dosen. Bahkan kadang ada yang seharusnya dia bisa lulus lancar kalau saja mau berdamai dengan dosen yang nggak disukai. Sayang banget nggak sih? Aneh aja gitu, masa mengorbankan hal besar sama satu hal sepele yang harusnya bisa diatasi. Kalau ada temenmu yang curhat masalah serupa jangan dibela, sebab dianya yang pemalas, bukan dosennya yang nggak asyik.

Advertisement

3. Mata kuliah nggak menarik kadang dijadikan tameng kemalasan kuliah. Kalau dibandingkan, memang gegoleran akan selalu lebih menarik, tapi …

kecuali tidurmu dibayar malas-malasan itu merugikan via www.liputan6.com

Barangkali mata kuliah juga jadi turunan dari alasan klise salah jurusan. Sering terjadi dan seharusnya nggak boleh dibiarkan. Bukankah pengetahuan itu kebutuhanmu? Mau nggak mau kamu mesti menerimanya. Ketika kamu menolaknya kamu sendiri yang merugi. Sama halnya saat kamu dihadapkan nasi+garam saat sedang bokek, enak nggak enak, ya, mesti kamu makan!

4. Sering bolos karena jadwal kelasnya kepagian kayak jam masuk anak SD. Kalau ada temanmu yang begini, tolong toyor kepalanya~ 😀

Apalagi cuma main hape doang! via www.facebook.com

Mengulang mata kuliah bikin jadwal kelulusan terntunda. Anehnya, jadwal kuliah pagi sering jadi kambing hitam atas kemalasan mahasiswa. Buat kamu yang merasa begitu, coba deh tanya pada dirimu sendiri; jadwalnya kepagian atau kamunya nggak disiplin mengatur waktu? Ikut kata Bang Rhoma dong, jangan begadang kalau nggak ada artinya~

5. Ada juga yang suka bolos gara-gara temen kelasnya nggak asyik. Ini mau kuliah atau main PUBG, ya?

Nyari ilmu apa temen? via usmarii.wordpress.com

Pemalas sering menyalahkan hal aneh. Salah satunya menjadikan teman kelas sebagai alasan. Entah cupu, nggak bisa diajak bercanda, sampai nggak mau diajak nongkrong. Logikanya gimana sih? Mau mencari ilmu atau teman? Lagipula, mungkin aja kamu yang kurang pandai bergaul~

Advertisement

6. Ada juga yang suka bolos dengan dalih nggak nyaman sama peraturan yang nggak bebas (nggak boleh pakai kaus, nggak boleh gondrong, dll)

Mending sekolah alam. via www.youtube.com

Peraturan juga sering jadi kambing hitam. Iri dengan kisah teman yang kampusnya asyik dan seru; mulai dari boleh gondrong, pakai kaus, sampai boleh nggak berjilbab. Sungguh aneh menyalahkan peraturan sebab agaknya di mana pun kampusnya, pasti ada peraturan masing-masing. Kalau mau bebas, ya, ikut sekolah alam saja!

Menyelesaikan kuliah harus jadi kewajiban ketika orang tua masih membiayai. Jangan menyepelekan kemalasanmu, ingat di balik enaknya gegoleran di indekos atau serunya nongkrong di kafe, ada orang tuamu yang bekerja keras mengirimkanmu uang bulanan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE