Jika kamu memiliki banyak teman memang membuat senang, namun ternyata hanya memiliki satu sahabat yang mengerti kamu sudah cukup bisa membuat kamu bahagia. Kenapa bisa begitu? Ini adalah beberapa alasannya.

1. Sahabat adalah saudara, sementara teman hanyalah kenalan

seorang sahabat lebih berharga dibanding banyak teman

Sahabat kamu adalah “orang asing” namun bisa menjadi saudara beda orang tua yang bisa diajak melakukan hal yang bahkan belum pernah kamu pikirkan sebelumnya. Jika kamu anak tunggal kamu akan merasakan kehadiran seorang sahabat kamu seperti kakak atau adik untukmu. Kamu tidak akan kesepian mencari teman untuk diajak berbicara sampai curahan hati kamu yang menjadi rahasia pribadi kamu.

Advertisement

Berbeda dengan teman, mereka hanya menjadi teman mengobrol atau bahkan hanya teman sekadar melemparkan sapa atau senyum. Kamu tidak akan membagi rahasia kepada mereka apalagi mengganggapnya sebagai saudara.

2. Teman adalah orang yang rajin mengajak kamu nongkrong, tapi sahabat adalah orang terakhir untuk bersandar ketika tak ada lagi yang mengajak keluar

Selalu hadir

Selalu hadir via www.pinterest.com

Teman memang akan selalu mengajak kamu untuk nongkrong atau berkumpul. Namun biasanya saat kalian butuh teman nongkrong tiba-tiba sekejap mereka tidak ada untuk kamu. Saat kamu tidak punya pilihan lagi, maka orang terakhir yang selalu akan kamu jadikan cadangan dan akan ada untuk kamu yah cuma sahabat kamu saja.

Kenapa hal ini terjadi? Karena teman tidak akan peduli untuk menemani kamu nongkrong saat mereka punya hal yang mereka anggap lebih penting sedangkan untuk sahabat kamu menemani kamu yang kesepian atau butuh teman sudah menjadi tugasnya.

3. Saat bersama sahabat kamu tidak akan kehabisan topik berbicara, sedangkan bersama teman kamu akan ada “jeda” untuk melompat ke topik pembicaraan lain

sahabat mendengarkan curhatmu layaknya saudara
Saat kamu bersama sahabat kamu, tidak akan ada kata aneh jika kamu lupa waktu sedangkan saat kamu bersama teman kamu pasti akan ada jeda diantara kamu tiba-tiba. Hal ini terjadi karena saat bersama sahabat kamu tidak ada topik yang kamu tutupi dari dia, bahkan dia dan kamu akan kekurangan waktu saat sudah bertemu.

Advertisement

Sedangkan, saat bersama teman kamu, akan ada topik yang kamu hindari atau bahkan kamu jaga untuk tidak dibicarakan. Jeda saat kalian berbicara juga karena kamu dan teman kamu sama-sama berpikir topik selanjutnya untuk diperbincangkan. Atau bahkan kalian hanya berbasa-basi dan sibuk dengan gadget kalian masing-masing.

4. Sahabat = You have partner in crime, teman = You have fake friends

sahabat sekaligus teman bandel

Bersama sahabat kamu, kamu tentu bisa mencoba bersama-sama menjadi anak “nakal”. Kamu dan sahabat kamu pasti mencoba hal yang membuat kalian penasaran namun takut kamu lakukan sendirian. Contohnya seperti diam-diam bersama nonton film dewasa atau mencoba membolos atau iseng telepon ke nomer gebetan masing-masing.

Sedangkan bersama teman kamu akan menjaga image kamu di depan mereka. Hal ini karena kamu belum terlalu mengenal dan bisa percaya dengan mereka. Bukan hanya diri mereka yang membuat image palsu di depan kamu, namun kamu juga tanpa kamu sadari juga membuat image yang terlihat baik di mata dia agar diterima.

5. Sahabat adalah orang untuk berkonyol bersama, teman adalah orang untuk tujuan terselubung

Sahabat. Let's be weird together!

Sahabat kamu adalah orang yang paling pas untuk bersama-sama melakukan hal bodoh. Mulai dari bercanda jayus, menari tidak jelas, sampai terkadang kalian bisa melakukan hal jorok seperti saling memeperkan kotoran hidung.

Sedangkan teman adalah orang yang kamu gunakan untuk mencapai suatu tujuan. Terkadang kita tidak sadar teman adalah orang yang kamu jadikan untuk mencapai tujuan pribadi kalian. Seperti contoh kecilnya adalah kamu mau nongkrong agar kamu bisa diterima oleh tongkrongan atau lingkungan baru. Hal ini kita anggap lumrah karena alasan untuk bersosialisi atau beradaptasi.

6. Sahabat adalah orang yang memberi kamu kenyamanan sedangkan teman adalah orang yang memberi kamu kesenangan sesaat

Pelukan sahabat selalu bisa membuatmu merasa hangat

Sahabat adalah orang yang memberikan kamu kenyamanan layaknya “rumah”. Saat bersama mereka kalian bisa menjadi diri kamu sendiri. Kamu tidak takut untuk nangis, marah, tertawa lepas, bahkan sampai kentut sembarangan. Bersama sahabat kamu, kamu tidak malu bertemu meskipun kamu belum mandi atau saat kamu kangen dan jauh dari rumah sahabat kamu bisa memberikan kenyamanan layaknya kamu tidak berpisah jauh dari keluarga atau rumah.

Sedangkan dengan teman, kamu mungkin akan merasa bahagia dan senang saat sedang nongkrong, namun saat kamu sudah berpisah dengan teman-teman kamu, kamu akan kembali kesepian. Hal ini karena mereka hanya sekadar memberikan kamu hiburan namun tidak menjadi memberikan kamu “tempat berteduh”. Berkumpul dengan mereka mungkin memang hal yang menyenangkan namun mungkin kamu akan “mengubah” diri kalian saat bersama mereka. Hal ini juga yang bisa membuat kamu tidak akan mendapat kenyamanan. Contohnya kamu harus mengeluarkan uang jajan lebih saat nongkrong dengan teman kamu, namun bersama sahabat kamu hanya perlu membeli mie instan dan makan bersama.

Momen saat kamu menjadi diri kamu itulah yang membuat kamu nyaman dengan sahabat kamu dan momen menjaga “image” kamu itulah yang membuat kamu hanya bisa senang sementara saat bersama teman kamu.

7. Sahabat menerima kekurangan kamu, teman segera pergi saat dia tahu kekurangan kamu

Sahabat kamu akan menerima kekuranganmu

Sama halnya dengan keluarga kamu yang menerima kekurangan kamu, begitupun dengan seorang sahabat. Kamu dan sahabat kamu mungkin sudah sering bertengkar dan berdebat namun jauh di hati kalian masing-masing kalian sadar kalian saling menyayangi dan mendukung. Sahabat kamu adalah orang yang akan menjelekkan kekurangan kamu di depan muka kamu, namun akan membanggakan kamu dan membela kamu mati-matian di depan orang banyak.

Sedangkan teman adalah orang yang akan selalu memuji kamu saat bersama namun seringkali menjelekkan kekurangan kamu saat kamu tidak berada bersamanya. Saat kamu dan teman kamu berdebat karena perihal hal kecil, dia tidak akan pikir panjang untuk pergi meninggalkan kamu. Buatnya untuk apa berteman dengan orang yang tidak cocok seperti kamu. Untuknya tidak akan ada ruginya kehilangan teman seperti kamu berbeda dengan seorang sahabat yang akan merasa kehilangan dan rugi saat kamu tidak bersama dengannya.
Memang ada baiknya memiliki teman yang banyak, namun saat kamu hanya memiliki seorang saja sahabat itu bukanlah hal yang buruk. Karena bukan tentang jumlah banyaknya teman di samping kamu saat kamu di titik tertinggi namun tentang seberapa banyak sahabat yang akan ada di samping kamu saat kamu berada di titik terbawah hidup kamu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya