Meski Dilarang, ini 1001 Cara Pemudik Kelabui Petugas Biar Lolos Pemeriksaan. Ada Aja Akalnya~

Cara pemudik lolos pemeriksaan

Dua tahun masa pandemi, dua kali pula kebijakan larangan mudik diterbitkan pemerintah Indonesia. Demi menjaga rakyatnya dari penyebaran virus Covid-19, larangan mudik diambil meski sebenarnya menimbulkan pro dan kontra. Namun namanya juga warga +62, seolah jadi pemahaman bersama kalau aturan atau kebijakan ada untuk dilanggar aja. Buktinya, larangan mudik nggak menyurutkan orang-orang untuk pulang ke kota masing-masing.

Advertisement

Keinginan untuk mudik ini sah-sah aja. Apalagi mengingat dua kali lebaran di tanah rantau tanpa dekapan hangat keluarga itu benar-benar menyedihkan. Wajar bila orang-orang memutar otak demi menemukan cara mudik biar lolos dari pemeriksaan petugas berwenang yang sudah berjaga-jaga di beberapa titik. Meski sebaiknya nggak ditiru, modus para pemudik mengelabui petugas petugas ini bisa dibilang luar biasa lo. Soalnya, mereka pakai cara-cara yang nggak terpikirkan selama ini di benak kita. Pokoknya, ada-ada aja akalnya~

1. Mudik naik bis itu udah biasa dan bakal mudah ketahuan. Biar polisi terkecoh, naik ambulans  jadi solusinya

Mudik naik ambulans | Credit: Kompas via megapolitan.kompas.com

Ya, walaupun alat transportasi udah dibatasi, pemudik selalu punya 1001 cara untuk pulang ke kampung halaman. Mudik pakai ambulans ternyata masih jadi pilihan meski udah nggak cukup manjur lagi.  Pasalnya, polisi yang berjaga di pos penyekatan dan pemeriksaan udah mencium siasat semacam itu sejak tahun lalu. Alhasil, 5 orang yang pengin mudik ke Brebes dengan mobil ambulans disuruh putar balik lagi dini hari tadi, Jumat (7/5). Nah kan~

Ketika ditanya siapa yang sakit oleh petugas kepolisian di pos penyekatan Jalan Pantura Kabupaten Bekasi, 5 orang itu tentu nggak bisa jawab. Dalihnya sih, mereka hendak mengunjungi saudara yang meninggal. Pas diminta bukti-bukti, mereka nggak bisa menunjukkannya. Kayaknya trik mengelabui petugas kurang maksimal nih, makanya ketahuan.

Advertisement

2. Transportasi umum yang mengangkut penumpang kan dilarang beroperasi, jadi mudiknya numpang truk sayur aja

Mudik numpang truk sayur | Credit: Kompas via megapolitan.kompas.com

Mulai dari kereta api, bis, sampai pesawat kan dibatasi selama masa peniadaan mudik, tapi orang Indonesia selalu punya cara untuk mengakalinya. Ibarat pepatah ‘selalu ada jalan menuju Roma’, orang mudik pun ada-ada aja caranya. Kalau modus pakai ambulans nggak bisa, selanjutnya bersembunyi di truk sayur. Aksi nekat dengan menumpang truk sayur ini dipakai oleh 7 orang yang pengin mudik dari Bekasi ke Garut. Sayangnya, aksi mereka gagal karena udah terendus duluan sama petugas pemeriksaan. Mungkin bisa cari siasat lainnya, hehe~

3. Mobil diangkut derek agar disangka rusak. Padahal ini cuma pemudik yang sedang pura-pura aja

Mobil diderek | Photo by Pxhere via pxhere.com

Sejak diberlakukan larangan mudik mulai tanggal 6 Mei, terhitung ada banyak sekali akal-akalan pemudik biar bisa lolos penyekatan dan pemeriksaan. Salah satunya, pura-pura kendaraannya rusak. Mobil pemudik diderek supaya makin menyakinkan. Padahal sebenarnya pemudik sedang berakting aja demi mengelabui petugas. Entah karena modusnya kurang maksimal atau bagaimana, petugas cukup lihai memergoki siasat pemudik. Udah deh, coba ditahan-tahan dulu mudiknya.

4. Tak kehilangan akal, mobil boks dengan gulungan kain jadi tempat persembunyian aman untuk mudik. Motornya pun diangkut sekalian. 😅

Pemudik bersembunyi di mobil boks | Credit: Kompas via regional.kompas.com

Demi menemui keluarga di Cilacap, pemudik ini nekat naik mobil boks berisi gulungan kain dari Bandung. Tak tanggung-tanggung, ia memasukkan motornya sekalian ke dalam mobil. Gara-gara gulungan kain bergerak-gerak, si pemudik pun ketahuan. Ya, mau nggak mau ia diminta putar balik oleh petugas kepolisian yang menjaga pos pemeriksaan. Udah dibilang jangan mudik, sebaiknya nurut aja. Daripada susah-susah cari trik mengakali biar lolos pemeriksaan, eh ujung-ujungnya ketahuan juga.

Advertisement

5. Jalur Pantura disekat oleh petugas kepolisian? Pemudik yang mengendarai motor mah tinggal susuri jalan tikus

Pemudik lewat jalan tikus | Credit: Kumparan via kumparan.com

Jauh-jauh hari sebelum mendekati hari libur Idulfitri, udah banyak pemudik yang mencuri start. Bulan April lalu, ribuan pemudik dikabarkan udah mudik duluan ke kampung halaman. Meskipun di Jalan Pantura udah dijaga pos pemeriksaan, pemduik yang mengendarai motor nggak pusing cari trik untuk menyiasatinya. Supaya nggak berurusan dengan petugas pemeriksaan, mereka memilih jalan tikus atau ganga kecil yang biasanya luput dari pengawasan.

6. Supaya tampak menyakinkan, pemudik menyamar jadi TNI-Polri. Mereka memakai seragam dan atribut seperti aparat. Totalitas~

Menyamar jadi polisi dan TNI | Credit: Detik via news.detik.com

Kalau berdasarkan aturan pemerintah, beberapa kalangan memang masih diperbolehkan mudik. Misalnya ASN, Polri, TNI, dan pegawai BUMN. Namun bukan tanpa syarat, mereka harus menunjukkan surat resmi kunjungan dinas. Nah, nggak mau kalah cerdik, pemudik pun memakai seragam TNI-Polri biar lolos operasi Ketupat Jaya 2021. Mereka totalitas banget, ya, sampai memakai seragam biar tampak menyakinkan seperti aparat sungguhan. 😂

7. Sepertinya mudik ke luar pulau lewat pelabuhan nggak jadi masalah besar, mereka menggunakan truk derek untuk angkut kendaraan. Biar dikira mogok~

Mobil diangkut towing | Photo by Tomas Johansson via pixabay.com

Larang mudik udah digembar-gemborkan pemerintah sejak awal April, meskipun memang nggak konsisten. Namun kayaknya orang-orang cukup paham kalau mudik memang dilarang. Hanya saja, larangan itu nggak menyurutkan keinginan  orang untuk mudik. Buktinya, pemudik rela menyewa towing atau alat penarik kendaraan yang mogok. Dengan memakai towing untuk mengangkut mobil, pemudik berusaha menyebrang pulau dengan menaiki kapal. Apesnya nih, akal-akalan ini harus gagal soalnya petugas memergoki pemudik di dalam mobilnya yang diangkut towing. Hadeuh~

8. Udah diwanti-wanti soal bahaya travel gelap, tapi pemudik tetap aja gunakan jasa ini untuk mudik

Naik travel gelap | Photo by Wikimedia via commons.wikimedia.org

Namanya aja udah travel gelap, jasa ini rentan sekali merugikan penumpangnya. Karena nggak terdaftar di Jasa Raharja, penumpang travel gelap nggak bakal beri santunan bila terjadi musibah kecelakaan. Nggak cuma itu lo, nasib penumpang rawan digantungkan kalau travel gelap terjaring razia karena pengemudi bisa langsung diamankan. Alih-alih mudik, bisa-bisa malah nggak sampai tujuan. Meskipun begitu, nggak sedikit pemudik yang tergiur travel gelap demi memuaskan rasa kangen dengan kampung halaman saat lebaran.

Deretan modus mudik di atas sebenarnya nggak boleh. Apalagi alasan mudik sekadar rindu kampung halaman. Ingat ya, kita boleh kesal karena larangan mudik, tapi bukan berarti kita melanggarnya tanpa pikir panjang. Ada baiknya kita mudik cuma untuk kepentingan yang benar-benar mendesak. Demi keselamatan dan kesehatan, kita harus menjaga diri dengan menahan sebetar keinginan untuk mudik.  Jangan sampai melakukan akal-akalan yang justru bikin kita terjebak masalah yang runyam.

Ikuti Instagram @wolesjon, biar nggak ketinggalan informasi seputar cowok dan dunia hiburan lainnya, kuy!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE