Ciri-ciri Dosen Killer yang Sering Bikin Mahasiswa Merinding. Awas, Jangan Bikin Salah!

Bagi sobat Hipwee yang sedang berada di bangku kuliah mungkin hafal dengan sifat-sifat dosen yang mengampu mata kuliah. Ada berbagai karakter dan sifat dosen yang menentukan kenyamanan saat sedang melakukan kegiatan belajar mengajar. Ada dosen yang memiliki karakter friendly dan cara penyampaian materi yang menyenangkan. Namun ada pula dosen yang memiliki karakter kaku, pembawaan yang kurang menyenangkan, dan membuat mahasiswa merasa kurang nyaman.

Advertisement

Dosen dengan karakteristik seperti ini kerap dijuluki oleh mahasiswa sebagai dosen killer. Biasanya dosen dengan tipikal ini memiliki aura yang mengancam bagi sebagian mahasiswa. Nah, lalu apa saja ciri-cirinya yang familier bagi mahasiswa? Yuk, simak poin-poin di bawah ini!

1. Selalu disiplin kepada mahasiswa, tapi terkadang kebangetan

Photo by Dom Fou via unsplash.com

Dosen killer biasanya sangat menerapkan kedisiplinan dalam kelasnya, dari awal perkuliahan, dosen ini akan menekankan kepada mahasiswa unntuk selalu bersikap disiplin, terutama saat berada di kelasmya. Nggak jarang dosen killer tidak memberikan toleransi waktu keterlambatan bagi mahasiswa, sehingga jika telat datang maka akan dianggap absen saat pertemuan tersebut. Selain itu, dosen ini juga akan melarang mahasiswa bermain ponsel saat di kelas, karena dianggap mengganggu kegiatan belajar mengajar.

2. Pelit nilai, terkadang udah berusaha jungkir balik tetap aja nggak pernah dapat nilai bagus

Photo by Scott Graham via unsplash.com

Beberapa dosen killer memang dikenal sangat pelit nilai, tidak peduli seberapa keras kamu berusaha dalam mengikuti kelas dan ujian mata kuliah yang diampu, kemungkinan tidak akan mendapatkan nilai A. Bukan tanpa alasan, karena memang standar yang diterapkan sangat tinggi. Jadi kalau ketemu dosen dengan tipikal kayak gini mending disabar-sabarin aja.

Advertisement

3. Sangat patuh terhadap peraturan universitas dan nggak fleksibel sama sekali

Photo by NeONBRAND via unsplash.com

Bagi sebagian mahasiswa, dosen yang satu ini dianggap sangat berpegang teguh terhadap peraturan dari universitas atau peraturan yang ditetapkannya sendiri. Mahasiswa juga sangat dituntut untuk selalu patuh dengan peraturan yang ada. Selain itu, dosen tersebut juga sangat tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran mahasiswa, seperti keterlambatan, pelanggaran pakaian atau alas kaki, dan lain sebagainya. Jika ada yang melanggar, dosen killer memiliki hukuman yang sudah disiapkan sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

4. Hobi memberi tugas dengan deadline mepet

Photo by Eugene Chystiakov via unsplash.com

Hampir semua dosen akan memberikan tugas kepada mahasiswa, hal ini agar mahasiswa bisa belajar mandiri dan kelompok saat berada di luar kelas. Namun yang berbeda dari dosen killer adalah tenggat waktu pengumpulan sangat sempit.

Tidak jarang dosen ini memberikan tugas yang sulit dan banyak kepada mahasiswa dengan deadline yang sangat terbatas. Hal ini sering membuat mahasiswa panik dan tergesa-gesa saat mengerjakan.

Advertisement

5. Antara pelajaran di kelas dan bahan ujian berbeda

Photo by Glenn Carstens-Peters via unsplash.com

Nah, ini adalah satu hal yang sangat tidak disukai mahasiswa. Karena semaksimal apapun mahasiswa belajar materi, tidak akan menjamin lancar dalam menjawab soal ujian. Dosen killer biasanya lebih menekankan mahasiswa pada pemahaman teori daripada menghafalkannya. Hal ini agar mahasiswa tidak hanya mengetahui dasar teori saja, namun juga bisa mempraktekkannya ketika diberi kasus yang nyata. Oleh karena itu, biasanya soal ujian yang diberikan adalah penjabaran teori dan studi kasus dari sebuah teori.

6. Suka memberi ujian dadakan

Photo by Nguyen Dang Hoang Nhu via unsplash.com

Tidak jarang dosen killer memberikan ujian dadakan kepada mahasiswa saat kegiatan perkuliahan berlangsung. Hal ini membuat mahasiswa panik karena belum belajar dan belum sepenuhnya memahami materi yang diajarkan sebelumnya.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri dosen killer yang biasanya tidak disukai mahasiswa. Namun, dibalik kebijakannya yang sangat ketat, ada nilai-nilai positif di dalamnya bagi para mahasiswa. Hal ini bertujuan agar para mahasiswa benar-benar memahami materi dan bisa mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja nantinya.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE