Menjalin hubungan yang serius memang perlu pengorbanan, guys. Sudah saling sepakat untuk menjadi pasangan masa depan pun bukan jaminan bisa menikah sekarang. Banyak yang harus dipikirkan, mulai dari lamaran sampai biaya resepsian. Terutama untuk cowok nih, yang umumnya dijatuhi tanggung jawab untuk melamar. Butuh keberanian besar untuk mengungapkan niat meminang anak orang.

Tapi apa yang dialami cowok-cowok ini lebih parah, lho. Menikahi pasangan bukan cuma butuh datang, bawa kerabat dan hadiah, lalu menyampaikan maksudnya dengan mudah. Ada yang harus menculik anak orang, sampai membedah banyak ayam semata-mata untuk menikahi pasangan. Wah. Kalau lihat perjuangan cowok-cowok ini untuk menikahi pasangan, kamu pasti merasa beruntung deh hanya harus bawa mas kawin berupa uang tunai dan cincin.

1. Di Mongolia, untuk tentukan “tanggal baik” calon mempelai harus membedah ayam dan mengecek hatinya. Sulit!

Ada cinta di jantung ayam via www.sundaypost.com

Untuk yang tinggal di kota seperti Jakarta, resepsi bisa dipastikan kalau nggak Sabtu ya Minggu. Menggelar resepsi di hari kerja yang ada undangannya nggak ada yang datang. Nah, sebagian masyarakat jawa ada yang memakai primbon untuk menentukan hari baik sebuah pernikahan. Tapi tradisi di Daur, Mongolia, ini lebih susah lagi. Untuk menentukan tanggal, kedua mempelai harus membedah ayam dan melihat liver-nya. Kalau livernya sehat, mereka boleh menentukan tanggal pernikahan. Kalau livernya kurang baik, ya bedah lagi sampai ketemu yang sehat.

2. Di Kyrgyzstan, cowok harus menculik calon mempelainya supaya pernikahannya bahagia. Eh, di Lombok juga ada lho..

Tangisan dianggap perlambang kebahagiaan via hrbrief.org

Advertisement

Di Lombok kita mengenal tradisi kawin culik. Calon mempelai pria akan menculik pasangannya di malam hari dan membawanya ke rumah. Selanjutnya dia akan mendatangi keluarga pasangan untuk mengatakan soal penculikan, sekaligus melamar. Bila orang tua merestui, mereka akan membasuh calon pria dengan air sirop atau air kelapa. Tapi kalau lamarannya ditolak, si pria akan dibasuh dengan air tajin.

Di Lombok menculik mempelai adalah tradisi yang dianggap lucu. Tapi di Kyrgyztan tradisi menculik pengantin adalah persoalan yang serius. Penculikan pengantin pun dilakukan dengan serius, dan bisa berujung pada tindak kejahatan seperti pelecehan seksual. Anehnya, keluarga pengantin yang diculik akan menyetujui pernikahan paksa ini. Soalnya ada kepercayaan bahwa tangisan pengantin wanita akan membuat pernikahan bahagia selamanya. Meski sudah dilarang sejak 1991 karena kontroversinya, di desa-desa kecil tradisi ini masih sesekali dilakukan. Yah, sebenarnya orang tua sih hanya ingin anaknya bahagia ya.

3. Dalam tradisi suku tidung, ngajakin nikah pasangan harus siap nahan kencing 3 hari 3 malam. Wah, kuat nahan nggak nih kamu?

Pernikahan suku tidung via all-that-is-interesting.com

Suku tidung adalah suku yang terbagi menjadi dua nasionalisme. Ada suku tidung yang tinggal di Kalimantan Timur dan ada juga yang tinggal di Sabah, alias negeri tetangga. Dalam tradisi lokal masyarakat tidung, setelah resepsi pernikahan terjadi, kedua mempelai dilarang ke kamar mandi untuk buang hajat selama 72 jam, alias 3 hari 3 malam. Wah! Susah nggak tuh?

Bahkan supaya mempelai nggak kabur ke kamar mandi, keluarga akan bergantian mendampingi. Ritual ini bertujuan sebagai doa agar kelak mempelai memiliki kehidupan keluarga yang bahagia. Untuk menyiasatinya, biasanya sih kedua mempelai hanya akan makan dan minum sedikit. Tapi tetap saja sulit dibayangkan bagaimana menahan hasrat alam selama 3 hari 3 malam.

4. Di Fiji, pria harus membawakan mas kawin gigi paus untuk sang ayah. Barulah pernikahan dapat restu yang sah

Gigi ikan paus via www.the-saleroom.com

Mengungkapkan cinta memang bisa dengan berbagai cara. Nah, kalau kamu tinggal di Fiji, cinta setara dengan gigi-gigi paus atau tabua. Sebelum meminang anak gadisnya, para pria harus memberikan hadiah berupa rangkaian gigi paus untuk calon ayah mertua. Jadi cuma pria yang benar-benar mencintai dari dasar hati dan berniat menjadikannya pasangan sehidup semati yang berani datang membawa tabua.

Maknanya pun banyak, mulai dari simbol kekayaan dan derajat, hingga keberanian sang pengantun pria. Tapi zaman sekarang sih gigi paus nggak harus diambil sendiri dari paus di tengah samudera. Bisa dibeli di toko-toko, layaknya membeli mas kawin pada umumnya.

Pernikahan memang nggak pernah sederhana ya. Terlepas dari ribetnya persiapan mulai dari lamaran sampai booking gedung untuk resepsian. Jadi pastikan kamu sudah siap dengan segala persiapannya, sebelum berangkat meminang anak orang ya 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya