Dalam menjalani suatu hubungan pacaran, perkenalan antara kamu dengan orang tua pacarmu tentu bisa menjadi titik krusial. Akan selalu ada ketakutan, apakah hubungan kamu bakal direstui, atau seperti apakah penilaian orang tua pacarmu terhadap dirimu.

Namun, ternyata gak berhenti di sana. Meskipun kamu telah mulus melewati rintangan tersebut, kamu bisa menemukan fase selanjutnya. Saat kamu telah mengenal keluarganya dengan baik, bahkan terkesan akrab, bukan berarti hubungan kamu akan berjalan semakin lancar. Percayalah, apalagi kalau usiamu masih terasa terlalu muda dan belum punya ‘bekal’ cukup hubungan yang lebih serius.

Emang siap kalau tiba-tiba orang tua pacarmu bilang, “Kapan mau lamar anak saya?”

Emang udah siap?

Emang udah siap? via i.ytimg.com

Advertisement

Awalnya mungkin kamu bakal senang ketika kamu berhasil menaklukan orang tua pacar kamu. Tapi ‘cobaan’ tak akan langsung datang sehari atau dua hari setelah kamu bertemu. Kalau kamu masih muda, belum berpenghasilan dan bekal-bekal lain untuk hubungan yang serius, bersiaplah kalau ada ucapan yang terlontar dari orang tua pacarmu, “Seberapa serius kamu sama anak saya?” atau “Kapan mau lamar anak saya?”.

Pertanyaan itu bakal jadi geledek yang nyamber kamu di tengah siang bolong. Kamu memang bisa saja bilang serius dan cinta mati dengan anaknya. Tapi apa bakal kamu kasih istrimu makan pake lauk yang namanya cinta? Makan tuh cinta.

 

Kalo ada masalah, cukup kamu dan dia aja yang tau. Masalah bakal panjang kalau orang tua sampai ikut campur.

Nambah panjang entar masalahnya.

Nambah panjang entar masalahnya. via i.huffpost.com

Advertisement

Dalam setiap hubungan, masalah datang adalah suatu yang pasti. Dan ketika kamu terlalu dekat dengan orang tuanya, kamu bisa saja menceritakan apa yang terjadi pada mereka. Sedangkan di satu sisi, pacarmu sangat mungkin gak suka dengan tindakan kamu itu. Dia gak suka orang tua ikut campur masalah yang sebenarnya bisa atasi kamu dan dia.

Kamu bakal jadi orang kepercayaan orang tua pacarmu. Gak apa-apa sih, tapi dipercaya itu terkadang berat, lho.

Hayo gimana?

Hayo gimana? via i2.cdn.turner.com

Akan ada waktu ketika pacarmu gak ngabarin orang tuanya di hari yang mulai malam, dan orang tua pacarmu menanyakan keberadaan anaknya padamu. Itu bisa terjadi kalau kamu benar-benar sudah dekat dengan orangtua pacarmu. Sebagai orang yang dipercaya, mereka pasti menanyakan keberadaannya sama kamu.

Namun akan ada saat juga ketika di mana kamu benar-benar sedang sibuk mengerjakan tugas kantor atau kuliah, plus gak pegang handphone. Kamu pasti bakal ada perasaan canggung dan bingung mau bales apa karena ngga fast response.

Atau kamu bakal merasakan ikut untuk terlibat dalam kegiatan keluarga besarnya. Yakin gak canggung?

Jangan kedeketan ah kalo belum siap serius.

Jangan kedeketan ah kalo belum siap serius. via i2.cdn.turner.com

Hal ini sangat mungkin terjadi kalau kamu sudah sangat dekat dengan orang tuanya. Kamu mau gak mau harus mau untuk ikut terlibat dalam kegiatan yang digelar keluarga besarnya. Meskipun orang tuanya mengajak dengan nada yang bercanda, menolaknya adalah hal yang sulit.

 

Kamu gak bakal terlalu terikat sama keluarganya. Jadi kalo gak bisa dipertahanin, putus aja.

Bingung kan kalo udah gitu.

Bingung kan kalo udah gitu. via 38.media.tumblr.com

Walaupun kamu ada pada keadaan sudah kenal dekat dengan orang tuanya, bahkan hingga kedua dari kalian sudah saling kenal, bukan tak mungkin akhir cerita cinta kalian bisa berakhir. Dan ketika hal tersebut terjadi, terlebih kamu yang diputusin, kamu bakal menghadapi keadaan rasa kehilangan yang sangat hebat.

Bagaimana tidak, bagi kamu yang sudah terlanjur dekat dengan orangtuanya, diputusin pacar kamu adalah kehilangan yang sepaket. Di sisi lain, ketika kamu sudah berpikir hubungan dengan pacarmu, kamu akan kagok untuk memutuskan putus karena gak enak sama orang tuanya.

Yang sepaket lainnya adalah kamu bakal kangen orang tuanya.

Kangennya juga dobel.

Kangennya juga dobel. via www.allmacwallpaper.com

Saat keadaan hubunganmu sudah putus, maka hubunganmu dengan orang tuanya gak bisa sedekat seperti waktu kamu pacaran. Pasti ada saat kamu merindukan obrolan-obrolan asyik, apalagi kalau kamu punya banyak kesamaan, seperti hobi, dengan orang tuanya.

Pacar memang sudah menjadi bubur mantan. Kemudian kamu gak sengaja ketemu sama orang tuanya.

Ngeri juga kan

Ngeri juga kan via s3.amazonaws.com

Momen-momen yang awkward bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kebingungan sangat bisa hinggap pada diri kamu ketika ketemu secara tak sengaja dengan orang tua mantan pacarmu. Bingung mau bilang apa. Karena mantanmu pasti akan menceritakan alasan menyudahi hubungan versi dirinya, bukan versimu. Selain bingung, kamu pasti takut kalau versi yang disampaikan mantan pacarmu ke orang tuanya jauh dari apa yang kamu pikirkan dan tendensius. Kan ngeri…

Sebelum kamu benar-benar serius dengan pacar kamu, ada baiknya hindari hubungan yang terlalu dekat dengan orang tua pacarmu. Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Meskipun tujuannya bagus, tapi terlalu dekat dengan mereka adalah hal yang semestinya tak terjadi dengan kamu yang belum siap.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya