Ngomong tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), masyarakat umumnya akan menilai kalau cewek adalah korban dan cowok adalah pelaku. Tapi siapa bilang cowok selalu menjadi pelaku kekerasan rumah tangga? Nggak sedikit lho berita yang beredar di masyarakat bahwa cewek ada juga yang tertangkap menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga.

Dan buat kamu yang nggak mau punya cewek kayak gitu, mending kamu perhatikan tanda-tanda awal calon pelaku KDRT. Bukan cuma kamu sebagai suami, anakmu juga bisa jadi korban. Untuk masa depanmu yang lebih merdeka dari potensi-potensi tindakan kekerasan, kamu perlu perhatikan 8 tanda berikut ini.

Pasanganmu adalah tipe pencemburu. Cemburu bisa membutakan mata hati lho.

"Awas kau nanti!"

“Awas kau nanti!” via i.ytimg.com

Advertisement

Banyak orang mengatakan rasa cemburu dengan rasa cinta adalah dua hal yang erat kaitannya. “Kalau aku nggak cemburu, berarti nggak cinta.” Ada benarnya juga memang, tapi sayangnya nggak selalu benar. Hal yang menjadi masalah adalah rasa cemburunya itu berkadar berlebihan. Jangan salah lho, hal ini merupakan salah satu tanda seseorang yang bisa melakukan kekerasan dalam rumah tangga di masa depan.

Nggak cuma cemburu, pacarmu juga biasanya jadi pribadi yang super sensitif. Kaya test pack aja, tjuy~

Orang-orang yang berpotensi menjadi pelaku kekerasan akan jadi orang yang mudah tersinggung. Mereka bahkan bisa menangkap sebuah candaan sebagai serangan terhadap diri sendiri. Dibecandain temennya malah dalam hati merasa dihina. Akhirnya, orang-orang seperti ini gampang menganggap semua yang dilakukan orang lain adalah salah, menggagap diri paling benar, sekecil apa pun masalah itu.

Membatasi pergaulan, hingga menutup diri bagi pasangannya untuk menerima interaksi dari dunia luar.

Dikekang :(

Dikekang 🙁 via i.huffpost.com

Pada awalnya, kamu mungkin mengira segala sesuatu yang kamu sarankan adalah demi kebaikan pacarmu juga. Tapi lama-lama, ketika itu menjadi sesuatu yang  berlebihan, pacarmu pasti akan jengah. Orang-orang seperti ini membatasi pergaulan pasangannya secara berlebihan. Mereka adalah pengekang kehidupan pasangannya dan punya potensi besar untuk menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga nantinya.

Mereka kerap memperlakukan hewan secara semena-mena dan cenderung nggak suka dengan anak-anak.

Jahat sama anak-anak

Jahat sama anak-anak via i.huffpost.com

Advertisement

Jangan pandang remeh yang satu ini. Potensi seseorang untuk menjadi pelaku kekerasan rumah tangga bisa kita lihat dari hal remeh-temeh seperti ini. Oriang seperti ini biasanya tidak segan untuk membunuh atau melukai hewan tanpa ada rasa kasihan. Mereka pun tak suka kepada anak-anak dan kerap meminta melakakukan seseuatu di luar kemampuan si anak.

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya