Seperti kita ketahui, masa pendekatan atau yang dikenal PDKT adalah masa di mana dua insan sedang mencari kecocokan sebelum lanjut ke tahap selanjutnya dalam sebuah hubungan. Dan pada masa ini, bias gender biasanya mulai tampak. Siapa yang jadi subjek dan siapa yang jadi obyek. Siapa yang jadi antagonis dan siapa yang jadi protagonis. Kalian pasti tahu sendirilah sisi mana yang biasanya jadi subyek dan kerap dipandang jadi antagonis.

He’eh bener. Cowok biasanya dituduh jadi tokoh jahat pada lakon bernama PDKT, terlebih saat pihak cewek mulai merasakan kerasahan. Keresahan karena tak kunjung mendapat kepastian. Ujung-ujungnya, cewek bakal dengan gampang ngecap cowok tersebut sebagai seorang PHP.

Advertisement

 

Bro, kalau cewek mulai menunjukan jatidirinya sebagai makhluk yang penuh dengan kode, maka kata yang tepat untuk kamu: SADARILAH!

Sadarilah keinginannya...

Sadarilah keinginannya… via i.huffpost.com

“Ger, asik ya kayaknya kalau punya pacar, tiap malam Minggu ada yang ngapelin,” ungkap Nindy.

“Cieee Nindy, pengen diapelin siapa tuh?” jawab Gerry.

“Kampret, enggak peka banget. Peka dong, peka, Gerry!” kata Nindy dalam hati.

Cewek jelas berbeda dengan cowok dalam hal mengungkapkan perasaan yang ada di hatinya. Cewek adalah makhluk yang kerap mengalami kesulitan dalam menyampaikan pesan secara langsung dan to the point. Daripada bingung sendiri, cewek lebih senang mengungkapkan caranya dengan memberi kode-kode ke kamu.

Advertisement

Alasan lain cewek enggan untuk blak-blakan terhadap cowoknya adalah… enggak mau dapat cap agresif. Mendingan pasif, tapi penuh dengan kode. Nahhh semisal kamu mulai mendapatkan kode-kode keras dari gebetanmu yang mulai mengarah ke arah kepastian statusnya di hati kamu, kamu harus mulai sadar kalau dia mengharapkan kamu.

Pedekate emang perlu, tapi kamu harus sadar durasi juga. Jangan kelamaan!

Jangan lupa sama waktu..

Jangan lupa sama waktu.. via az616578.vo.msecnd.net

“Gue pernah ngalamin banget sama hal yang kayak gitu. Waktu itu gebetan gue nggak gue tembak-tembak, karena memang masih ngerasa kurang cukup waktu buat pedekate aja. Udah deket banget sih lumayan. Eh tapi, nggak lama kemudian, dia malah jadian sama orang lain,” ujar Samsul.

Menurutmu, kira-kira berapa lama ya dia pedekate? Indikator lama atau enggaknya kita enggak tau jelas. Tapi kasanya sih lama. Soalnya, si cewek sampe jadian sama orang lain.  “Ya daripada lama nungguin elu,” mungkin begitu pesan si cewek ke si Samsul.

Dalam kasus PDKT, cowok memang kerap jadi makhluk yang santai. Tujuannya tiap individu mungkin bermacam-macam. Entah untuk menimang kematangan perasaan atau memang mencari momen tepat untuk menembak. Tapi, ya, jangan lama-lama juga, guys. Kasian entar berdebu. Dan kalau kelamaan, tuduhan makhluk jahat kepada cowok itu jadi enggak ada salahnya. Kamu sih.

 

Cewek ibarat bola dan cowok adalah pemainnya. Kalau kamu kelamaan menggiring bola, siap-siap aja direbut orang.

Cewek itu mirip bola.

Cewek itu mirip bola. via www.google.co.id

Sebagian besar cowok pasti mengerti dengan permainan olahraga tim yang menggunakan bola, seperti bola basket atau sepakbola. Kita kerap terkait dengan olahraga tersebut, entah sebagai pemain atau penonton.

Sekarang Hipwee tanya, bagaimana kalau ada seorang pemain kelamaan mendribel bola? Kamu pasti suka kesel sendiri ‘kan? Bola yang harusnya sudah bisa ditembak ke arah gawang, malah terus dimainin. Alhasil, kemungkinan direbut musuh pun makin besar. Begitulah cowok jika kita menilik kasus si Samsul tadi. Enggak sadar kalau dirinya kelamaan menggiring bola, eh akhirnya kerebut musuh deh.

Kamu memang sedang menyusun waktu yang tepat untuk membuatnya menjadi yang diinginkan, Tapi mana bisa kalau itu lama. Mengharuskannya habiskan banyak waktu cuma buat menunggu kepastian dari kamu. ‘Kan bete juga kalau nunggu. Alih-alih menyiapkan waktu, ehh malah malah kamu yang bisa kehilangan dia. Dia akhirnya menerima persuasi dari cowok lain yang datangnya lebih cepat dari kamu.

Poor you

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya