Sebagai lelaki dewasa yang ingin hidup bersamanya, kamu mungkin sudah mengusahakan berbagai cara. Termasuk dalam hal finansial dan perbaikan sikapmu. Memberanikan diri untuk bicara terus terang pada orang tua sampai kepada melamarnya juga sudah kamu lewati. Tapi ketika prinsip orang tua tidak mengizinkan kalian untuk hidup bersama, sebagai anak manusia yang tidak bisa mengubah takdir, kamu bisa apa?

Terkadang rasanya nggak masuk akal, tapi apalah daya kalau sudah jadi prinsip dan budaya. Beberapa alasan berikut adalah alasan prinsip yang bisa bikin kamu gagal nikah walaupun sudah bertahun-tahun pendekatan bahkan lamaran. Kali ini Hipwee Boys akan mengulas, alasan apa aja sih yang benar-benar mengharuskan kamu berpisah dengan cewek terkasihmu walaupun lagi sayang-sayangnya.

1. Di Jawa ada istilah weton, ditentukan berdasarkan perhitungan hari lahirmu

Pernikahan Jawa via keepo.me

Meskipun kamu berkilah bahwa zaman sudah modern, nggak bisa dimungkiri kalau weton kelahiran  masih sangat sering dipakai oleh keluarga Jawa untuk menentukan apakah kamu cocok berjodoh dengan si dia. Ramalan seperti ini juga dituliskan dalam kitab Primbon Jawa yang memuat mengenai ramalan-ramalan dan perhitungan ala Jawa. Di internet, sudah banyak tersebar bagaimana cara menghitung weton kelahiran dan kemudian menentukan apakah suatu pasangan tersebut jika menikah akan berakhir bahagia, murah rezeki, atau malah dilanda kesusahan.

Ketika perhitungan weton malah menghasilkan angka yang buruk, semua akan terasa sisa-sia. Karena mengusahakan materi, kebahagiaan, bahkan jabatan masih bisa dikompromikan. Tetapi mengharapkan untuk lahir di hari yang berbeda sangtlah mustahil. Jika keluarga pacarmu atau keluargamu adalah keluarga yang masih menjunjung tinggi budaya jawa, maka akan sulit mengabaikan hal prinsip seperti ini.

2. Orang Jawa dan Sunda dilarang menikah. Kalau nekat bakalan tertimpa kesialan

Advertisement

Kita semua nggak pernah bisa memilih untuk dilahirkan sebagai orang Jawa atau Sunda. Namun kepercayaan yang melarang orang Jawa dan Sunda menikah ini bikin pasangan yang mengalaminya harus benar-benar berlapang dada. Padahal, Jawa dan Sunda adalah suku yang tinggal sangat berdekatan. Ternyata mitos dan kepercayaan yang sampai saat ini masih dipegang oleh banyak orang ini didasari oleh Perang Bubat, yaitu perang antara Majapahit dan Padjajaran. Akibat perang di zaman kerajaan ini, ada aturan tidak tertulis yang melarang estri ti luaran atau dilarang menikah dengan orang luar, yang dimaksud orang luar pada kala itu adalah orang Jawa. Aturan tersebut pun sampai sekarang masih mendarah daging dan dipercaya jika melanggarnya akan menimbulkan petaka.

3. Sebagian masyarakat Jawa Timur percaya, bahwa pernikahan yang pasangannya sama-sama anak pertama tidak akan sejahtera

Bisakah berakhir bahagia via idepernikahan.com

Larangan ini disebut dengan Siji Jejer Telu atau dalam bahasa Indonesia berarti satu yang berjajar tiga. Ketika pasangan sama-sama anak pertama dan salah satu orang tuanya juga ada yang anak pertama, maka dipercaya pernikahannya tidak akan sejahtera. Kepercayaan ini didasari karena menurut orang jawa, terdapat tiga orang anak pertama sama dengan siji jejer telu (111) adalah suatu hal yang kurang baik. Jika kamu harus meninggalkan pasanganmu  karena hal ini, kamu mungkin akan sangat sedih, boys. Karena kamu nggak akan pernah bisa mengubah takdirmu dilahirkan sebagai anak pertama.

4. Kawin sasuku pada adat Minangkabau, larangan menikah dengan orang satu marga atau suku

Pernikahan Minang via thebridedept.com

Menurut kepercayaan Minang, pantangan bagi seseorang laki-laki menikahi perempuan satu suku atau satu marga dengannya. Sistem persukuan dan marga menurut Minangkabau bukanlah sesuatu yang terlihat, sehingga ketika sesama orang Minang bertemu di perantauan maka untuk mencegah terjadinya hal ini harus benar-benar mengenal suku atau marganya. Hal ini akan berimbas di upacara pernikahan, karena akan ditanyai silsilah suku dari masing-masing mempelai. Penghulu yang mengetahui bahwa perempuan yang akan menikah berasal dari marga yang sama maka pernikahan dianggap tidak sah.

Ini akan sangat sulit bagi orang Minang yang terlanjur sayang pada orang yang satu marga dengannya. Karena marga juga bukanlah hal yang bisa dirubah, kita tidak akan bisa memilih untuk dilahirkan dalam marga yang mana, pun terkadang tidak bisa memilih untuk jatuh cinta dengan orang yang ternyata salah. Untuk mencegah hal ini, kamu perlu mengetahui latar belakang keluarga cewekmu sebelum kamu benar-benar berniat serius dengannya, boys. Kegagalan bukan hal yang menyenangkan, lho.

Sebenarnya masih sangat banyak pantangan-pantangan dari berbagai adat yang pada akhirnya membuatmu harus merelakan si dia walau seserius apa pun tekadmu untuk melamarnya. Bahkan tidak jarang terjadi, jenjang lamaran yang sudah dilewati dibatalkan karena dirasa aturan prinsip dan kepercayaan ini. Kembali lagi padamu boys, kalau kamu bisa meyakinkan kedua orang tuamu atau kedua orang tua cewekmu untuk mengabaikan hal-hal yang bahkan tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan kebahagiaanmu dan pasangan maka perjuangkanlah cintamu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya