Mobilitas yang tinggi memang membuat banyak orang sangat terbantu dengan adanya transportasi berbasis online. Selain itu, transportasi online juga memberikan penghasilan bagi beberapa mitra. Sayangnya, hingga detik ini banyak sekali konflik yang dialami antara pengguna dan driver yang begitu meresahkan.

Belum lama ini seorang warganet menceritakan kasusnya yang dilecehkan oleh seorang driver ojol. Bukannya takut ditindak oleh pengembang aplikasi, driver justru mengancam warganet tersebut dan akan mendatanginya jika terjadi apa-apa terhadap akun driver. Bukan lagi tindakan yang nggak nyaman, kalau sudah sampai seperti ini ranahnya bisa masuk pidana. Simak, yuk, pembahasannya bareng Hipwee Hiburan berikut!

Awalnya seorang warganet cewek menggunakan jasa ojol untuk mengantarnya pulang pada pukul sepuluh malam. Ujungnya justru dia dihubungi via WhatsApp dengan kalimat yang ‘mengganggu’

Advertisement

Seorang pengguna twitter dengan akun @calicochim97 menceritakan pengalaman seorang teman yang baru saja menggunakan jasa ojek online (klik tautan Twitter untuk cerita lengkap). Temannya yang menggunakan jasa ojol sepulang bekerja pada 22.00 ke rumah, tiba-tiba dapat chat mesum dan panggilan video dari driver ojol yang baru saja mengantarnya. Marah karena merasa dilecehkan, dia kemudian mengatakan akan melaporkan akun driver ke pengembang aplikasi yang bersangkutan.

Keterlaluan banget! via twitter.com

Bukannya takut, oknum driver ojol tersebut justru mengancam sang penumpang dan mengatakan bahwa dia sudah tahu tempat tinggalnya dan kantornya. Nggak berhenti sampai disitu, nomor perempuan tersebut kemudian disebar dan dia mendapatkan banyak chat dari orang nggak dikenal. Wah, serem banget sih!

Setelah kasus ini disuarakan melalui media sosial, pihak pengembang aplikasi mengatakan sudah menindak oknum yang bersangkutan

Jawaban pihak pengembang aplikasi. via twitter.com

Advertisement

Nggak sedikit warganet yang kemudian me-mention akun pengembang aplikasi agar kasus ini ditangani secara serius. Beruntung, respons cepat pengembang aplikasi langsung menghubungi yang bersangkutan untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. Tentunya selain si driver ditindak tegas, penumpang yang mendapatkan pelecehan dan ancaman perlu mendapatkan rasa aman dengan melaporkan juga ke pihak berwajib agar penanganannya jauh lebih serius lagi.

Banyak warganet yang prihatin dan banyak yang menceritakan pengalaman mereka. Ternyata nggak sedikit yang punya pengalaman nggak enak saat menggunakan jasa ojol

Bayak kejadian nggak mengenakan lainnya. via twitter.com

Mulai dari dilecehkan dengan chat WhatsApp hingga yang dilecehkan secara fisik, ternyata banyak dialami oleh penumpang perempuan. Jika saat kejadian berlangsung korban mengalami shock dan nggak bisa melawan, tentu ini jadi hal yang mengerikan. Dilecehkan melalui chat mungkin bisa disiasati dengan memblokir dan langsung melaporkan driver, namun rasanya tetap menjadi trauma tersendiri bagi para korban. Tindakan driver yang demikian banyak dikecam oleh warganet, nggak sedikit yang akhirnya geram sendiri dengan si pelaku.

Sebagai pengguna, kayaknya mulai sekarang perlu lebih berhati-hati. Melakukan upaya preventif nggak ada salahnya

Buat kehati-hatian. via twitter.com

Banyak warganet yang berpendapat untuk nggak menggunakan nomor pribadi yang sering dipakai untuk urusan order ojol. Bahkan kalau bisa, jangan minta dijemput dan diantar dari depan rumah. Kalau bisa jangan sampai driver tahu alamat kantor dan rumah pengguna untuk meminimalisasi hal-hal yang nggak diinginkan. Nggak perlu mengobrol terlalu dekat dan bicara seperlunya saja dengan driver, karena ditakutkan driver justru akan mendapat angin segar untuk melancarkan aksinya yang nggak terpuji. Bagaimana pun, kita perlu ekstra hati-hati, terutama bagi yang cewek, ya!

Kasus seperti ini nggak hanya sekali terjadi. Bagaimana pihak berwajib memberikan rasa aman dan menindaklanjuti kasus dengan tegas sangat diharapkan

Kepada siapa lagi mengadu kalau bukan ke pihak berwajib? via medicalxpress.com

Korban pelecehan tentu saja nggak bisa disepelekan. Walau driver sudah mendapat tindakan dari pengembang aplikasi, namun perasaan terancam masih ada, apalagi posisi kantor dan tempat tinggal korban sudah diketahui pelaku. Seharusnya pihak berwajib mengambil fungsi di sini, di mana masyarakat membutuhkan rasa aman dan tenang setelah melapor. Follow up soal tindak lanjut kasus juga sangat dibutuhkan untuk memberikan efek jera pada pelaku. Karena pada posisi yang demikian, pelanggan ojol berada pada posisi lemah yang kapan saja bisa dirugikan baik secara fisik maupun mental.

Selain berharap pada pihak berwajib dan pengembang aplikasi untuk lebih tegas lagi, kita bisa mengambil tindakan super hati-hati jika menghadapi hal serupa. Curiga memang nggak baik, namun upaya pencegahan jauh lebih perlu lagi demi keamanan diri sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya