Hal yang Nggak Bakal Terjadi Kalau E-KTP Digital Berlaku di Indonesia

E-KTP digital

Kartu Tanda Penduduk (KTP) jadi salah satu dokumen penting yang wajib dimiliki oleh warga Indonesia yang sudah berusia 17 tahun. Dari tahun ke tahun, bentuk fisiknya juga terus mengalami perubahan hingga kini bernama e-KTP. Penamaannya juga nggak serta merta membuat kartu ini digunakan dengan sistem elektronik karena nyatanya masyarakat masih perlu melakukan fotokopi KTP ketika hendak mengurus suatu keperluan.

Advertisement

Tetapi, baru-baru ini, pihak Dukcapil Kementerian Dalam Negeri mengatakan akan mengubah identitas fisik seperti e-KTP jadi identitas digital yang bisa diakses melalui ponsel. Perubahan ini juga bakal bikin beberapa hal yang biasa dilakukan warga Indonesia jadi nggak diperlukan lagi lo! Apa aja, ya?

1. Kalau mau mengurus dokumen atau surat penting ke kantor pelayanan publik, nggak perlu repot-repot fotokopi KTP lagi

Fotokopi dokumen | Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Budaya fotokopi untuk surat atau dokumen penting sudah nggak asing lagi di Indonesia. Setiap kita ingin membuat surat atau berkas penting seperti KTP, KK, SIM, NPWP dan dokumen lainnya pasti membutuhkan fotokopi berkas. Walaupun beberapa tahun belakangan ini kartu identitas warga Indonesia sudah berlabel e-KTP, tapi nyatanya masih diperlukan fotokopi untuk bisa mengakses beragam keperluan.

Nah, kalau wacana e-KTP digital jadi diberlakukan di Indonesia, kita nggak perlu fotokopi KTP lagi karena semua data identitas diri kita sudah terintegrasi melalui ponsel. Semoga aja bisa benar-benar memudahkan masyarakat. Oh ya, kita juga harus benar-benar menjaga ponsel di tempat umum karena berisi data lengkap pribadi kita.

Advertisement

2. Kamu juga nggak perlu cuti kerja dan seharian berada di kantor pelayanan publik karena birokrasinya bisa lebih cepat

Antre urus berkas | Photo by Lisanto 李奕良 on Unsplash

Kalau semua data identitas diri kita sudah terintegrasi dengan ponsel, kita juga nggak perlu lagi cuti kerja untuk antre di kantor pelayanan publik seperti biasanya. Kalau e-KTP digital diberlakukan, seharusnya proses birokrasi bisa jadi lebih cepat dan mudah. Cuti kerjamu bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak lainnya atau ketika ingin rehat sejenak, deh~

3. Nggak ada lagi kegiatan selfie sambil pegang KTP yang biasa digunakan buat pinjaman online

Selfie KTP | Photo by Ivan Samkov from Pexels

Ini dia nih salah satu penggunaan KTP yang banyak memicu kontroversi dan polemik di kalangan masyarakat. Yup, beberapa tahun belakangan ini pinjaman berbasis online semakin dipermudah karena umumnya persyaratannya hanya berupa selfie dengan KTP untuk mendapatkan pinjaman secara cepat. Yang lebih menyeramkan lagi karena banyak banget perusahaan financial technology ‘bodong’ yang nggak berada di bawah tinjauan OJK.

Akibatnya, data pribadi peminjam juga jadi taruhannya. Nah, kalau e-KTP digital mulai berlaku di Indonesia, nggak bakal ada lagi deh kegiatan selfie bareng KTP karena semua datanya sudah tersimpan di ponsel.

Advertisement

4. Kamu juga nggak perlu lagi kasih KTP ke security untuk ditukar akses masuk gedung perkantoran. Tinggal scan barcode aja~

Scan barcode | Photo by Markus Winkler on Unsplash

Biasanya para tamu yang punya keperluan di salah satu gedung perkantoran akan menukarkan KTP dengan access card sebagai akses masuk.  Tetapi, kalau e-KTP digital mulai berlaku mungkin pengunjung cuma perlu scan barcode aja sebagai akses masuk gedung. Kalau begini kan juga bisa sekalian meminimalisir hal-hal yang nggak diinginkan terhadap data pribadi kita. Lebih praktis, ya?

Semoga aja kebijakan e-KTP digital ini aman dari sisi kebocoran data dan risiko lainnya sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya, ya! Kalau menurutmu gimana nih, SoHip?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE