Kisah Cinta Beda Negara, Film “The Other Side of The Mountain” Sekilas Mirip “Crash Landing on You”

Film The Other Side of the Mountain

7.5/10

Perpaduan cerita yang mengangkat tema perang Korea dengan kisah cinta di dalamnya, membuat film "The Other Side of the Mountain" punya daya tarik tersendiri.

Banyak di antara kita menggemari film atau drama yang berasal dari Korea Selatan. Tapi, pernahkah kita menilik film-film produksi negara tetangganya? Industri film Korea Utara memang masih jarang terdengar. Meski begitu, Korea Utara sebenarnya cukup aktif terjun di dunia perfilman lo. Seperti dilansir Voi, Korea Utara bahkan rutin menggelar festival film sepanjang tahun 2000-an lalu.

Advertisement

Film-film Korea Utara dikenal dengan unsur propagandanya yang kental. Namun film yang rilis tahun 2012 ini berbeda. Berangkat dengan judul “The Other Side of the Mountain”, film ini ingin membawa pesan perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan. Keren nggak tuh?

Joon Bai selaku penulis naskah sadar akan perlunya penyatuan kembali Korea Utara dan Korea Selatan. Mengingat dia sendiri pernah merasakan peliknya situasi saat perang Korea berlangsung. Untuk itulah, melalui film dia melakukan perjuangan.

The Other Side of the Mountain bercerita mengenai perawat Korea Utara yang menyelamatkan prajurit Korea Selatan saat perang Korea

Saling menatap / Credit: Lucerne FilmFestival via www.youtube.com

Film yang berdasarkan peristiwa nyata perang Korea selama kurun waktu 1950-1953 ini menceritakan tentnag seorang perawat bernama Son Ah Song yang tinggal di kota kecil bernama Chunamri. Saat perang Korea terjadi, dia menyelamatkan prajurit Korea Selatan bernama Il Gyu Ri yang terluka dan tertinggal rombongan. Pertemuan keduanya, membuat mereka saling jatuh cinta.

Advertisement

Kalau diingat-ingat, cerita mereka mirip seperti kisah Yoon Se-Ri dan Kapten Ri dalam drama “Crash Landing on You”, ya? Hanya saja kewarganegaraan mereka terbalik.

Selain berkorban untuk negara, cinta juga butuh diperjuangankan!

Momen bersama / Credit: Korea Times via www.koreatimes.co.kr

Selama masa pemulihan, Gyu Ri dan Son Ah menghabiskan hari-hari bersama. Sayangnya, kebersamaan mereka nggak berlangsung lama. Setelah berangsung pulih, Gyu Ri sadar dia harus kembali ke Korea Selatan. Dalam perpisahannya dengan Son Ah, dia mengucap janji untuk segera kembali. Son Ah hanya bisa menunggu seumur hidup, sampai waktu itu tiba.

Advertisement

Jarak memang ahlinya menciptakan harapan, ya?

Perpisahan Gyu Ri dan Son Ah menjadi sebuah perjuangan selanjutnya. Mengingat pertemuan dan cinta mereka terjadi di tengah perang. Hubungan diplomatik kedua negara tentu sedang porak-poranda. Setelah perpisahan terjadi, selebihnya hanya tersisa pertanyaan mana yang harus diperjuangkan; cinta, negara, atau keduanya?

Meski dipisah negara, nggak menghalangi merekahnya cinta di antara keduanya

Momen romantis / Credit: Just Watch via www.justwatch.com

Kisah Gyu Ri dan Son Ah menegaskan bahwa perang yang terjadi antara negara mereka, nggak menghalangi datangnya cinta. Cinta memang bisa datang dari mana saja dan kapan saja, bukan?

Dengan nuansa klasik yang berpadu dengan tone warna yang dibawa “The Other Side of the Mountain”, membuat film ini terasa lebih dingin khas suasana perang dan kesan tragic-romantic-nya dapat. Pokoknya mengharukan deh~

Melalui film “The Other Side of the Mountain”, dalam wawancaranya dengan The Film Reporter, Joon Bai selaku penulis naskah berharap dapat mengantarkan pesan perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan lewat gagasan cinta yang dihadirkan dalam film. Manis sekali, ya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

bound by nostalgic things.

CLOSE