Cina dikenal sebagai negara dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi di dunia. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah usia rata-rata pernikahan penduduknya yang terbilang muda, yakni 24 tahun. Lebih detailnya, penduduk laki-laki rata-rata menikah di usia 25 tahun dan perempuan di usia 23 tahun. Maka wajar jika seseorang yang belum menikah di usia 30 tahun ke atas akan mendapat cibiran dari orang sekitarnya terutama keluarga. Tak jarang para orang tua ikut turun tangan membantu agar anaknya tersebut bisa segera menikah, seperti menjodohkan.

Namun di Cina ada orangtua yang justru melarang anak perempuannya menikah padahal usianya sudah 32 tahun! Kok kasihan?

Si gadis sudah ingin menikah sejak 2 tahun lalu, tapi tidak kunjung direstui

Pernikahan yang hanya angan-angan via id.pinterest.com

Gadis malang ini bernama Tang Lu. Ia berasal dari kota Chongqing, Cina. Sejak usianya menginjak 30 tahun, Tang Lu sudah ingin membangun bahtera rumah tangga dengan kekasihnya. Sayang keinginannya tersebut harus ditunda hingga 2 tahun lamanya lantaran sang orangtua justru melarang. Dibandingkan masyarakat Cina pada umumnya yang menganggap tak lazim orang berusia 30 tahun ke atas belum menikah, tentu saja apa yang dilakukan keluarga ini dipandang aneh dan tak sedikit mengundang kritik.

Ternyata alasannya cukup membuat dirinya merasa didiskriminasi, kasihan..

Tidak mendapat restu via www.kanzalm3rfa.com

Advertisement

Bukan tanpa alasan, orangtua Tang Lu melarangnya menikah karena ingin dia membiayai pernikahan adik laki-lakinya lebih dulu. Jumlah yang diajukan pun tidak sedikit. Tang Lu diharuskan menyumbang uang sebesar 194 juta rupiah! Izin baru dikantongi ketika Tang Lu bisa memenuhi keinginan orangtuanya tersebut. Menurut Ayah Tang Lu, hal itu sudah menjadi kewajiban kakak perempuan kepada adik laki-lakinya. Rencananya uang sumbangan itu akan digunakan untuk membelikan rumah sang adik yang usianya 6 tahun lebih muda daripada Tang Lu.

Tang Lu merasa tidak adil karena ia tidak memiliki utang apapun pada keluarganya

Tidak adil via www.shutterstock.com

Tang Lu mengaku bahwa keputusan orang tuanya ini sangat tidak adil. Hal ini lantaran semasa kecil ia bahkan tidak dibesarkan oleh orangtuanya langsung. Tang Lu tinggal bersama sang nenek. Wajar jika lantas ia merasa tidak memiliki utang apapun pada orang tuanya. Ketika diminta uang sebesar itu, Tang Lu pun keberatan. Apalagi uang tersebut akan digunakan untuk membiayai pernikahan adiknya, bukan untuk kepentingan orangtua ataupun dirinya sendiri. Orangtuanya berdalih bahwa itu dapat menjadi bentuk perhatian kakak kepada adiknya. Perhatian sih perhatian, tapi ratusan juta nih ūüôĀ

Agak berbeda ya dengan budaya pernikahan di Indonesia, khususnya di Jawa. Kalau si adik menikah duluan, adiknya justru harus membelikan seperangkat pakaian lengkap dari atas kepala hingga ujung kaki kepada si kakak perempuan. Kalau kakaknya laki-laki sih hal ini tidak diwajibkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya