Hari ini, koneksi internet sudah seperti udara buatmu. Ada di mana-mana dan bisa diakses kapan saja. Setiap hari, kamu bisa (dan sepertinya butuh) terkoneksi dengan internet dengan segala perangkat gadget yang kamu miliki. Biayanya pun relatif terjangkau dengan kantong kamu yang mahasiswa atau yang masih pegawai baru. Kondisi ini jelas berbeda dengan lima belas tahun lalu, ketika kamu baru awal banget mengenal internet. Waktu internet masih menjadi barang yang sulit untuk dijamah olehmu.

1. Akses internet adalah barang yang langka, untuk menjangkaunya kamu harus pergi ke warung internet (warnet).

Tempat ngenet

Tempat ngenet via danirachmat.com

“Aku nanti on-line sekitar jam 7an gitu kayaknya,”

Advertisement

Enggak seperti saat ini yang bisa on-line sepanjang waktu, dulu kamu sampai harus janjian dulu kalau mau on-line. Itu karena kamu nggak punya konseksi internet di rumah. Kalau pingin berinternet ria, kamu harus pergi ke warung internet atau warnet. Dengan membayar sekitar Rp 2.500,- sampai Rp. 4.000,- per jam (tergantung fasilitas warnetnya), kamu bisa berselancar di dunia maya.

2. Enggak heran kalau dulu warnet banyak banget dan jadi salah satu tempat nongkrong favorite.

Selalu penuh

Selalu penuh via inet.detik.com

Karena banyaknya anak-anak yang doyan ngenet kayak kamu, jadi deh marak bisnis usaha baru bernama warung internet (warnet). Ruko dekat sekolahan atau kampus pasti banyak berjejer internet. Enggak perlu kaget juga kalau ada warnet yang bersebelahan. Mereka tetap ramai setiap harinya. Apalagi kalau sudah malam minggu sama hari libur sekolah, warnet jadi tempat nongkrong favorite. Ngenet, minum teh botol dan makan mie instant, sudah sangat mewah di masa itu.

3. Kamu yang punya akses internet di rumah juga nggak semudah sekarang. Harus klik ‘dial-up’ dan ketika koneksi tersambung, telepon rumah nggak bisa dipakai.

Kosong delapan kosong sembilan delapan sembilan empat kali

Kosong delapan kosong sembilan delapan sembilan empat kali via kimdinda.blogspot.co.id

Di antara kamu mungkin punya orang tua yang dengan bijaksana memasang sambungan internet di rumah. Niatnya sih biar kamu nggak keluyuran terus ke warnet. Tapi, punya akses internet di rumah bukan berarti kamu bisa bebas mengakses internet. Orang tua kamu pun membatasi pemakaian internet di rumah. Soalnya, kalau kamu nyambung internet di rumah, otomatis telepon rumah nggak bisa terpakai. Dan lagi, dulu internet di rumah dengan sambungan telepon ini bisa bikin tagihan telepon jebol. Kamu yang suka curi-curi ngenet di rumah di luar waktu yang diberikan ortu pasti pernah kena marah mama karena tagihan telepon yang mahal banget.

4. Logo internet explore sangat melekat di kepalamu.

Inget sama logo ini?

Inget sama logo ini? via kmojfm.com

Advertisement

Rest in Peace, Internet Explorer…

5. Yang kamu akses pun nggak jelas apa, paling nyari foto-foto artis atau download lagu mp3.

Yang sering kamu bajak

Yang sering kamu bajak di internet dulu via www.fimela.com

Kamu juga nggak jelas apa tujuanmu berinternet. Yang sering kamu lakukan adalah cari-cari lagu mp3 supaya bisa di-download gratis. Lumayan lah jadi nggak perlu beli CD-nya, pikirmu. Zaman-zaman itu memang lagi maraknya bajak membajak lagu, ya kamu salah satu oknumnya. Hehe! Selain lagu, kamu juga suka download foto-foto artis. Eits, foto artis apaan nih yang kamu download?

6. Juga ngelihatin foto-foto hoax kayak gini…

Hits banger

Hits banger via www.ceritamu.com

Beberapa foto hantu smelt hits banget di zaman kemunculan internet. Dengan judul, Foto Penampakan, kamu sangat tertarik untuk melihatnya. Walaupun takut, kamu membukanya berkali-kali sambil mengamatinya, seolah-olah itu memang kelihatan nyata. Benar atau cauma hoax? Enggak tahu sih, tapi sekarang teknologi semakin maju. Kamu pun bisa bikin foto begitu dengan bantuan aplikasi.

7. Sosial media? Apaan tuh? Yang ada sih chatting di MIRC. ASL PLS!

ASL PLS

ASL PLS

Facebook? Twitter? Makanan macam apa itu? Istilah sosial media masih sangat asing kala itu. Yang paling seru dari internet adalah bisa chatting. Dan layanan chatting favorite kamu adalah MIRC. Masih ingat nggak percakapan khas MIRC?

hot_crazy_boy: asl pls…

ca2_cantiq: 14/ce/sby

ca2_cantiq: u?

hot_crazy_boy: 16/co/bdg

8. Alamat email mu pun waktu itu lucu-lucu.

Biar tambah gereget dikasih perangko sekalian

Biar tambah gereget dikasih perangko sekalian via es.memegenerator.net

Mungkin karena masih baru mengenal yang namanya email, orang dulu, termasuk kamu, kalau bikin email aneh-aneh. Ada yang pakai angka, ada yang pakai ‘cute’, ada yang depannya dikasih ‘www’. Contoh:

gilan69@yahoo.com

rockstar_cute90@hotmail.com

www.ma2t@rocketmail.com

9. Punya email tapi nggak pernah yang ngirim email. Sekalinya dapat email girang banget padahal cuma spam.

Dulu dan sekarang

Dulu dan sekarang via www.kickvick.com

Sayangnya, meskipun nama emailnya udah keren dan hits abis seperti itu, pesan di email kamu selalu saja sepi. Setiap on-line ngecek email, tetap saja kosong. Enggak ada pesan baru. Pesan yang tersimpan juga cuma ucapan selamat datang waktu baru pertama kali buat email. Sampai suatu hari, ada pesan masuk ke email kamu. Hatimu pun sangat gembira, walau pesan tersebut hanyalah spam.

10. Meski mengakses internet tak semudah saat ini, kamu tetap ingat kenangan itu. Bahkan, kamu sangat merindukan masa-masa kejayaan internet jadul.

Kangen pake banget!

Kangen pake banget! via www.telegraph.co.uk

Dari chattingan sama orang nggak dikenal sampai ikut-ikutan mailing list (milist) di internet. Memang nggak sekeren sekarang yang serba canggih, tapi internet jadul tetap punya cerita sendiri buat kamu. Sampai sekarang pun, kadang kamu masih rindu masa-masa itu. Masa-masa di mana kamu harus susah payah buat bisa on-line.

“Apa kenanganmu dengan internet jadul?”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya