5 Jenis Hukuman yang Biasa Diberikan Guru kepada Muridnya. Selalu Kocak untuk Dikenang!

hukuman dari guru

Sekolah adalah masa-masa yang sangat indah untuk dikenang. Banyak kejadian menarik yang nggak terulang di lagi di masa setelahnya. Seperti saat kamu dihukum oleh guru karena kenakalan. Kejadian itu tentu hanya terjadi saat kamu sekolah. Saat kuliah atau setelahnya, nggak ada lagi hukuman yang berkesan.

Advertisement

Namanya juga jiwa muda yang senantiasa penuh akan rasa penasaran, maklum jika segala hal pengin dicoba termasuk melanggar tata tertib sekolah. Mulai dari telat masuk, ketahuan merokok, bawa HP, pacaran, berkelahi dengan teman, dan sebagainya. Nah, yang menarik adalah hukuman yang bakal kita terima nih. Atas nama nostalgia, berikut 5 hukuman yang kerap kita dapatkan dari guru waktu sekolah dulu. Cekidot!

1. Disuruh lari memutari lapangan sekolah tergolong hukuman yang paling sering diberikan kepada mereka yang telat datang ke sekolah

Siap-siap lari. | credit: mengatasisiswa.blogsp0t.com via mengatasisiswa.blogspot.com

Aturan masuk sekolah itu umumnya jam 7 pagi. Jika ada murid yang masuk sekolah lewat dari jam itu, maka akan kena hukuman. Dari berbagai macam pilihan hukuman, lari memutari lapanganlah yang paling sering diberikan guru kepada muridnya. Hukuman yang sebenarnya bermanfaat. Murid jadi bisa sedikit berolahraga meskipun sebenarnya dia enggan. Ya, kalau ramean sih seru. 😀

2. Kalau kesalahannya terjadi di dalam kelas, hukuman yang dikasih adalah berdiri di depan kelas sambil menjewer telinga sendiri

Abaikan gurunya! | credit: hai.grid.id via hai.grid.id

Lupa ngerjain PR sangat biasa terjadi di sekolah. Selalu ada murid pemalas yang kebingungan ketika guru tiba-tiba minta mengumpulkan tugas. Mereka cuma bisa celingak-celinguk, cengar-cengir kayak kebo. Ketika gurunya tahu ada yang nggak mengerjakan, mereka dipanggil satu per satu ke depan. Mereka disuruh berdiri selama pelajaran berlangsung. Kadang ada yang pakai tambahan jewer kuping, ada juga yang angkat satu kaki. Old school~

Advertisement

3. Dijemur di tengah terik matahari adalah siksaan tersendiri bagi murid. Risiko mau bolos dari pelajaran, ya, begini deh 😀

Siap-siap dijemur. | credit: tribunnews.com via jogja.tribunnews.com

Salah satu hukuman yang paling dihindari murid ialah dijemur di lapangan. Hukuman ini biasa diberikan kepada mereka yang tertangkap basah hendak membolos. Saat manjat pagar, salah satu guru memergokinya dan menyuruhnya turun. Akhirnya dia dihukum berdiri di tengah lapangan dalam kurun waktu tertentu (minimal setengah jam).

Hukuman ini nggak enak banget rasanya. Asli. Mending lari muterin lapangan deh. 🙁

4. Murid yang bersih-bersih kamar mandi sekolah itu bukan karena rajin, melainkan karena ketahuan merokok 😀

Siap-siap dihukum. | credit: storyofcouchpotato.blogsp0t.com via storyofcouchpotato.blogspot.com

Anak sekolah itu unik. Di rumah sering jadi pemalas, sementara di sekolah malah suka bersih-bersih. Salah satu tempat yang sering dibersihkan ialah WC. Tempat di mana mereka tertangkap basah sedang merokok bareng teman-temannya. Barang bukti rokoknya sudah hilang, tapi asapnya nggak bisa bohong. Ya udah deh, mau nggak mau harus bersihin WC sekolah yang terkenal bau pesing itu. 😀

Advertisement

5. Rambut dipotong asal itu hukuman yang nyebelin banget. Benerinnya lagi susah!

Ngasal motongnya. | credit: brilio.net via www.liputan6.com

Aturan rambut rapi kerap memakan korban. Murid-murid yang ngeyel pengin gondrong akan kena batunya suatu hari. Seiring dengan semakin panjang rambutnya, guru akan semakin mudah menangkap dan menghukum. Mau ditutupin pakai apa pun pasti bakal ketahuan. Nah, yang males dari hukuman ini adalah potongan ngaco sang eksekutor. Saking ngaconya, kadang tukang cukur sampai nggak bisa benerin. Besoknya ke sekolah dengan gaya rambut aneh atau botak sekalian.

Itulah beberapa hukuman yang biasa diberikan guru kepada muridnya. Hukuman yang dulu dihindari itu ternyata menyisakan rindu. Seru aja gitu mengenang kenakalan dan kecerobohan masa lalu. Sesuatu yang nggak bakal bisa terulang. Masa mau nakal lagi, malu udah tua, ah~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE