4 Perbedaan Kocak Intel Amerika dan Indonesia di Mata Warganet. Kira-kira Keren Mana nih?

Intel Amerika dan Indonesia

Baru-baru ini, dunia tengah dihebohkan dengan kabar pembunuhan seorang kulit hitam oleh anggota kepolisian di Minneapolis, Amerika. Berita tersebut akhirnya menyebar luas melalui media sosial dan banyak foto-foto beredar tentang kejadian protes yang menjadin buntutnya. Salah satunya yang tengah viral adalah potret seseorang yang diduga polisi sekaligus intel tengah menyamar di dalam kerumunan demonstran masyarakat Amerika. Seorang bertubuh kekar layaknya polisi itu disinyalir sebagai intel melalui dari peralatan dan penampilannya yang masih mencolok.

Advertisement

Warganet Indonesia pun akhirnya membanding-bandingkan sosok tersebut dengan intel yang ada di sini. Tentunya, ada banyak banget perbedaan yang ada. Beberapa di antaranya bahkan malah terkesan konyol dan kocak jika dilihat lebih lanjut. Namanya juga negara maju dan berkembang , pasti ada perbedaannya, kan. Nah, inilah perbedaan tersebut~

1. Intel Amerika peralatannya masih terlalu mencolok saat bekerja, orang mah udah pada sadar duluan ๐Ÿ™

Intel Amerika. via twitter.com

Sebagai seorang intel, udah seharusnya dapat menyembunyikan identitasnya secara langsung, apalagi jika sedang bertugas di dalam kerumunan massa. Gimana ceritanya, kalau intel lagi bertugas, tapi malah kelihatan mencolok? Pakaian masih terlalu kelihatan, bawa borgol juga pakai acara kegep segala, udah gitu ketahuan pula kalau pakai rompi antipeluru.

Orang-orang di sekitarnya kalau lihat ada sosok yang begitu mah secara nggak langsung udah pasti dijauhin. Wong kelihatan banget kalau dia ini intel kok. Bedalah sama intel yang ada di Indonesia, meski peralatannya cuma sederhana, tapi kemampuannya nggak perlu diragukan lagi.

2. Kamu harus tahu kalau intel Indonesia itu kamuflasenya cakep bener. Kayaknya nyamar jadi gapura aja juga bisa!

Intel Indonesia. via twitter.com

Selain itu, intel Indonesia dikenal sebagai sosok yang pandai berbaur dengan target yang akan dimata-matai. Ibarat bunglon, mereka ini jago banget berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya. Jadi orang kalem bisa, jadi orang cupu bisa, jadi sosok yang gahar bisa, udah bawaannya ini. Saking jagonya mereka dalam berkamuflase, kayaknya kalau terpaksa harus nyamar jadi gapura pun juga bukan jadi suatu masalah yang berarti deh. Hmmmm~

3. Intel Amerika kalau lagi tugas, ya, kayak sipil biasa. Tapi kalau intel Indonesia, multitugas banget. Kadang jadi ojol, seringnya jadi tukang bakso

Ngeri nggak tuh?! via twitter.com

Banyak warganet Indonesia menilai bahwa intel Amerika kalau lagi bertugas itu spaning banget. Meskipun berbaur dengan orang sipil kayak biasa, namun sikapnya yang terlalu fokus itu kadang bisa membongkar penyamaran mereka. Bedalah dengan intel negara kita, mereka punya kemampuan multitugas yang nggak pernah bisa dibayangkan oleh orang Barat.

Apa nggak keren tuh, lagi mata-matain orang, tapi juga berperan jadi ojol dan juga tukang bakso? Sering, kan, kamu lihat ada ojol tahu-tahu ngeluarin laras panjang dari dalam jaket hijaunya, atau tukang bakso yang selalu bawa HT? Makanya, hati-hati aja nih~

Advertisement

4. Nggak dimungkiri lagi bahwa intel Amerika bergantung banget pada peralatan, sedangkan intel Indonesia mah yang penting yakin!

Yang penting yakin! via twitter.com

Melihat dari kecanggihan alat yang dipakai oleh intel dari kedua pihak negara, tentunya Amerika punya barang yang lebih canggih untuk dipakai. Tapi hal itu malah membuat mereka jadi ketergantungan dengan alat-alat tersebut. Sekalinya harus lepas alat, bisa jadi bakal bingung banget. Nah, kalau intel Indonesia mah jangankan alat, lha wong senjata utamanya yang penting yakin kok~

Meskipun mereka negara maju, tapi kita sebagai warga negara berkembang jangan serta merta minder lihat perbedaannya, ya. Terkadang dalam kondisi-kondisi tertentu, adanya keterbatasan ini malah bikin kita jadi lebih kreatif kok. Contohnya, ya, kayak yang ada di kasus ini. Makanya besok lagi kalau ketemu ojol atau tukang bakso yang gerak-geriknya aneh, kamu jangan macem-macem!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE