Susahnya Jadi Cowok Kalau Lagi Galau. Memangnya Nggak Boleh Diumbar di Medsos, Ya? :(

Jadi cowok galau

Banyak orang, terlebih kaum cewek, bilang bahwa menjadi seorang cowok itu merupakan kebahagiaan tersendiri. Ada banyak privilese yang mungkin susah untuk dirasakan oleh para cewek. Padahal, jika ditelisik lebih dalam, menjadi seorang cowok itu nggak segampang yang dibayangkan lo. Ada sederet hal yang dianggap tabu untuk dilakukan oleh cowok. Salah satunya adalah rasa galau atau sedih yang berlebihan. Padahal mah kalau dipikir-pikir yang namanya galau, kan, sifat manusiawi?

Advertisement

Apalagi jika kamu mengungkapkan perasaan galau tersebut di media sosial. Berbagai anggapan seperti aneh, konyol, hingga lemah bakal disematkan kepadamu. Seolah-olah yang boleh galau dan curhat di media sosial ini cuma kaum cewek aja. Memangnya apa salahnya sih, kalau cowok galau terus diumbar ke media sosial? Mengurangi kejantanannya? Nggak juga, kan? ๐Ÿ™

1. Jangankan galau sampai mengunggah video nangis-nangis, orang cumaย update status kalimat sedih aja kadang dianggap alay

Cowok nangis dianggap alay. via www.independent.co.uk

Mengungkapkan mood galau memang banyak caranya, tapi kalau udah mentok dan rasa kalutnya sampai di ubun-ubun, nggak jarang kamu bakal nangis sendiri. Uniknya, sekarang banyak orang yang nangis karena galau terus diunggah di media sosial dan dapat atensi dari banyak orang. Tapi lain ceritanya tuh kalau yang mengunggah video nangis adalah seorang cowok. Jangankan dapat atensi dan โ€˜puk-pukโ€˜ dari publik, yang ada malah dianggap cringe. Hmmm, tapi memang dilihat dulu sih konteksnya dan gimana cara nangisnya. Kalau cuma masalah kangen terus sampai nangis guling-guling, ya, ditahan dulu nggak perlu diunggah daripada malah dihujat. ๐Ÿ™

2. Padahal cowok juga manusia lo, butuh pelampiasan, apalagi kalau lagi nggak punya teman cerita ๐Ÿ™

Cowok juga butuh pelampiasan. via www.medicalnewstoday.com

Banyak orang menganggap bahwa menjadi sosok cowok itu berarti kamu harus menjadi pribadi yang kuat, nggak boleh galau apalagi sampai nangis. Padahal juga nggak ada salahnya lo kalau cowok nangis, bukannya sama-sama punya hati, ya? Cowok juga manusia biasa kali, bakal sedih kalau disakitin dan ditinggalkan. Kecuali kalau hatimu udah diganti pakai asbes, itu baru beda ceritanya.

Advertisement

Perlu kamu tahu juga, ada saat di mana kamu bakal merasa nggak punya teman cerita dan satu-satunya pelampiasan hanyalah media sosial. Kalau udah begitu, mau gimana lagi coba? Bingung juga, kan? Susah bener jadi cowok kalau lagi pas galau. ๐Ÿ™

3. Curhat di media sosial itu kadang lebih bikin tenang, karena yang dengerin banyak orang. Apalagi kalau pakai akun anonim, aman~ ๐Ÿ˜€

Ilustrasi galau di media sosial. via www.thesouthafrican.com

Banyak orang nggak menyadari bahwa curhat dan nyampah di media sosial itu lebih menenangkan dibandingkan cerita langsung dengan orang. Apalagi kalau mulut teman-temanmu nggak bisa dipercaya, baru cerita โ€˜Aโ€™, tapi yang nyebar jadi โ€˜A sampai Zโ€™, nggak ada akhlak banget. Lagian, curhat di media sosial itu juga enak lo, karena bisa didengar oleh banyak orang. Terlebih jika kamu pakai akun anonim, karena orang nggak bakal tahu siapa sebenarnya orang di balik akun tersebut. Makanya, akun anonim itu nggak dipakai buat maksiat dan spall-spill nggak jelas!

4. Daripada nyinyirin cowok galau di media sosial itu berarti orang lemah, coba tengok dulu gimana penghasilan bung Firsa Besari sekarang~

Advertisement

Galau kalau ditelateni hasilnya juga lumayan. via www.cosmicrayintl.com

Pesan terakhir untuk yang suka nyinyirin cowok yang lagi galau terus diumbar di media sosial, bukan berarti kami ini kaum lemah, apalagi gagal jadi cowok. Masalahnya nih, yang namanya beban kesedihan itu nggak bisa disamakan antara satu orang dengan yang lainnya. Bisa jadi bagimu putus cinta adalah hal yang biasa aja, tapi bagi kami, putus cinta terkadang bikin hati berasa remuk redam. Intinya, nggak ada kok istilah lemah cuma karena kamu galau terus diumbar di media sosial. Lihat aja tuh, gimana tenarnya bung Fiersa Besari karena berangkat dari rasa galaunya. Hmmm~

Tapi meskipun begitu, perlu diingat juga bahwa nggak semua kesedihan itu harus kamu sebar luaskan secara cuma-cuma. Nggak selalu perasaan kecewa itu harus ditunjuk-tunjukkan dengan berlebihan. Adakalanya kamu harus melatih sendiri gimana caranya menghadapi rasa galau dengan langkah yang bijak. Apa pun itu, percaya deh, menjadi laki-laki itu nggak harus selalu berkeras hati kok.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Senois.

CLOSE