Hayo, siapa yang lebih sering nonton film luar daripada film Indonesia? Film horor dibilang konyol, cinta-cintaanya dicap berlebihan alias alay, giliran bikin action movie dianggap nggak masuk akal. Iya sih, industri film Indonesia memang pernah menciptakan film yang nggak banget dan layak diolok-olok. Tapi, bukan berarti Indonesia minim film berkualitas loh.

Indonesia sempat menciptakan film-film oke yang sampai sekarang masih kita rindukan. Nah, menyambut hari perfilman nasional, mari kitanostalgia sejenak. Seandainya aja 13 film ini dibuat sekuelnya, bioskop Indonesia pasti dipenuhi antrian penonton yang ingin segera melihat film-film keren ini. Gregetan deh rasanya kalau film-film ini nggak ada lanjutannya!

1. Petualangan Sherina (2000).  Karena kita semua penasaran seperti apa persahabatan Sherina dan Sadam setelah menginjak dewasa.

Petualangan Sherina via 10.RumahDara

Film musikal garapan Riri Riza ini memang benar-benar berjaya di masanya. Anak kecil, remaja, hingga orang tua kebanyakan sudah pernah menonton film yang dibintangi Sherina Munaf, Derby Romero, Didi Petet, dan Mathias Muchus ini. Konflik yang terjadi antara Sherina dan Sadam memang lekat di kalangan anak-anak. Keseruan pun dimulai saat mereka diam-diam berpetualang menuju Boscha hingga akhirnya diculik.

Coba ngaku, siapa yang gak pernah ikut-ikutan minta bekal M&M’s seperti Sherina? Atau mengikuti kenakalan Sadam yang meletakkan permen karet di kursi Sherina demi menjahili teman?

Advertisement

Berakhir happy ending dengan persahabatan antara Sherina dan Sadam, kamu mungkin penasaran jika film ini dibuat kelanjutannya, ‘kan? Kira-kira, apakah Sherina dan Sadam tetap bersahabat setelah dewasa, memilih pacaran, atau mereka malah dijodohin?

2. Realita Cinta dan Rock n Roll (2006); Apa kabarnya Ipang dan Nugi? Jadi Rockstar atau jadi pejabat berdasi?

Realita Cinta dan Rock n Roll via www.indonesianfilmcenter.com

Masih ingat nggak sama Ipang (Vino G. Bastian) dan Nugi (Herjunot Ali)? Yup, duo sahabat yang “bocor” banget! Mereka paling malas ke sekolah dan punya cita-cita jadi musisi rock n roll. Namun, persahabatan mereka sempat renggang lantaran kemunculan Sandra (Nadine Chandrawinata) yang ternyata lebih menyukai Ipang daripada Nugi. Selain kisah percintaan, masalah keluarga juga jadi bagian yang menarik di film ini. Ipang ternyata seorang anak adopsi, sedangkan Nugi harus menerima kenyataan bahwa ayahnya adalah seorang transgender.

Upi Avianto sebagai sutradara memang piawai mengemas tontonan yang ringan tapi tetap unik dan menarik. Semisal dibuat sekuelnya nih, apakah Ipang dan Nugi bisa beneran jadi rockstar? Setelah dewasa, bisa jadi mereka lebih milih jadi pegawai kantoran, lho! Hehehehe…

3. Arisan 2 Udah Ada. Kenapa Nggak Ada Arisan 3? Masih banyak hal yang belum terjawab di sekuelnya.

Film besutan Nia Dinata ini langsung jadi buah bibir di kalangan penikmat film Indonesia sejak pertama kemunculannya. Pasalnya, film Arisan terbilang berani menampilkan potret kehidupan metropolitan secara gamblang; budaya arisan sosialita, perselingkuhan, hingga kisah cinta sepasang homoseksual pun diulas di sini.

Setelah sukses dengan film pertamanya, Arisan 2 pun rilis di tahun 2011. Masih menampilkan pemeran-pemeran yang sama seperti Surya Saputra, Tora Sudiro, dan Cut Mini, film ini tetap “segar” untuk ditonton. Arisan 2 juga menampilkan pemain-pemain baru seperti Sarah Sechan, Atiqah Hasiholan, dan Rio Dewanto. Jika Arisan 1 lebih didominasi kisah percintaan sejenis antara Sakti (Tora Sudiro) dan Nino (Surya Saputra), Arisan 2 justru lebih fokus pada karakter Meimei yang berusaha berdamai dengan penyakit kankernya.

Kenapa film ini layak dibikin sekuelnya? Ya ampun, kita masih pengen tahu kali…..

  • Apakah Meimei sembuh dari kanker?
  • Sakti dan Nino balikan atau nggak?
  • Lita kisah cintanya gimana?

Mbak Nia, please Mbak……

4. Janji Joni, Karena Satu Nic Tidak Pernah Cukup.

Janji Joni via id.wikipedia.org

Beuh! kangen nggak sih sama Joni (Nicholas Saputra), pengantar film yang naik motor CB? Yup, lewat tangan dingin Joko Anwar, kisah seorang pengantar rol film pun bisa jadi sangat menarik. Joni yang biasanya selalu tepat waktu mengantar rol film ternyata harus berdamai dengan jalanan Jakarta dengan berbagai momen tak biasa yang ditemuinya. Tak terlalu lucu, pun tak seberapa romantis.

Tapi yang jelas, di film ini banyak quote mematikan nan gahar dari Joni. Gambaran cowok muda yang PD banget sama pilihan pekerjaan dan kemampuannya. Kita banget nggak sih? :

Pak Ucok : “Hidup ini macam bioskop saja, kalau kau terlambat, film akan dimulai tanpa kau. Bioskop takkan menunggu kau.”

Joni : “Tentu aja mereka akan nunggu, orang filmnya di gue kok..” *kemudian ngeluyur pergi*

Kami butuh Nicholas Saputra Janji Joni lagi Mas Joko! Please, pleaaseeee….

5. The Raid 2: Berandal (2014) Sebab mafia Jepang yang menghadang Rama bikin kita semua penasaran.

The Raid 2: Berandal via timsfilmreviews.com

Nah, buat kamu yang suka atau bangga banget sama film ini pasti berharap sutradara Gareth Evans segera bersiap membuat sekuel dari The Raid 2: Berandal. Yang jelas, penonton pasti tak puas menyaksikan scene akhir dimana Rama (Iko Uwais) yang baru saja selesai mengalahkan musuh-musuhnya ternyata masih dihadang geng mafia Jepang. Kata-kata penutup yang keluar dari mulut Rama;

“Nggak, cukup!”

Sukses bikin satu bioskop riuh. Gimana nasib Rama? Apakah memilih bergabung dengan geng mafia Jepang atau nekad melawan mereka dengan sisa-sisa tenaganya?

6. Catatan Akhir Sekolah, ada. Masa gak ada “Catatan Akhir Kuliah”?

Catatan Akhir Sekolah via eigarebyu.blogspot.com

Arian (Vino G. Bastian), Agni (Ramon Y. Tungka), dan Alde (Marcel Chandrawinata) adalah 3 sahabat yang punya julukan A3. Dianggap sebagai geng cupu, mereka pun berencana membuat film dokumenter sebagai bukti eksistensi mereka di sekolah. Film ini memang begitu ringan menampilkan kehidupan anak-anak SMA; malas-malasan di kelas, bolos, main basket, hingga sibuk pacaran.

Mungkin, bakal menarik kalau dibikin sekuel film ini dengan judul “Catatan Akhir Kuliah”, ya! Isinya tentu nggak jauh-jauh dari kehidupan kampus, drama percintaan khas mahasiswa, KKN, sampai urusan skripsi!

7. Rumah Dara (2010). Kita semua yakin Dara masih hidup!

Rumah Dara via forums.hipinion.com

Bermula dari film pendek berjudul “Dara” yang dirilis pada 2007, sutradara Mo Brothers akhirnya merilis versi penuh film tentang kanibalisme ini dengan judul “Rumah Dara”. Dalam film ini, Shareefa Daanish berperan sebagai Dara, seorang perempuan kanibal yang ternyata sudah hidup sejak jaman Belanda. Selama 95 menit penonton tak henti-henti disuguhi berbagai adegan pembantaian manusia yang mengerikan.

Di akhir cerita, Ladya (Julie Estelle) adalah satu-satunya orang yang selamat dari pembantain yang terjadi di rumah Dara. Sebelum kabur, Ladya menabrak Dara dengan mobil hingga akhirnya terbentur pohon dan jatuh. Namun, tanpa diketahui Ladya, tangan Dara sebenarnya masih bergerak perlahan hingga film berakhir.

Gregetan nggak sih? Seandainya film ini dibuat sekuelnya, kita bisa tahu sebenarnya Dara hidup lagi atau tidak? Adakah korban-korban Dara selanjutnya?

8. Jomblo (2006). Kami gak butuh serialnya, kami butuh sekuelnya.

Jomblo via id.wikipedia.org

Doni (Christian Sugiono), Agus (Ringgo Agus Rahman), Olip (Rizky Hanggono), dan Bimo (Dennis Adhiswara) adalah 4 sahabat yang berusaha menemukan makna cinta. Lewat film ini, penonton disuguhi momen-momen romantis dan lucu khas anak muda. Namun, akhir dari film ini terkesan tak memuaskan karena keempat sahabat itu justru sibuk dengan kehidupannya masing-masing.

Film yang diangkat dari novel karangan Adhitya Mulya ini memang terbilang laris dan diminati. Meskipun sempat dibuat versi serial TV-nya dengan judul Jomblo The Series, sutradara Hanung Bramantyo mungkin bisa membuat Jomblo 2 dengan konflik yang lebih rumit dengan ending cerita yang lebih cadas, ya!

9. Siapa tahu Radit dan Jani memang ditakdirkan untuk kembali bersama.

Radit dan Jani via vreyno.wordpress.com

Radit (Vino G. Bastian) dan Jani (Fahrani Empel) adalah sepasang kekasih yang akhirnya menikah tanpa restu orang tua. Mereka nekad menikah meskipun hanya berbekal cinta, tanpa penghasilan tetap atau rencana-rencana masa depan. Kondisi pun semakin parah lantaran Radit masih saja tak bisa lepas dari kecanduanya pada narkoba.

Akhir kisah cinta mereka terbilang mengharukan. Radit akhirnya memutuskan untuk mengembalikan Jani yang tengah hamil pada keluarganya. Meskipun masih sama-sama saling mencintai, Radit berharap bahwa Jani bisa punya kehidupan yang lebih baik. Jani yang akhirnya punya suami baru akhirnya hidup bahagia, sementara Radit hanya bisa menatap anak dan mantan istrinya dengan haru.

“Duh, sakitnya dimana sih, Mas Radit?”

Akankah Mas Radit menunggu janda Mbak Jani jika seandainya film ini dibuat sekuelnya? Kita nggak pernah tahu sampai film ini benar-benar dibuat lanjutannya.

10. Pintu Terlarang (2009). Karena mengorek isi kepala Gambir itu gak cukup dalam satu film.

Pintu Terlarang via www.gustube.net

Film bergenre horor ini diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Sekar Ayu Asmara. Meskipun dianggap tak cukup sukses di tanah air, Pintu Terlarang ternyata sering muncul di berbagai ajang festival film di luar negeri. Mengisahkan tentang kehidupan seorang seniman patung bernama Gambir (Fachri Albar) yang sebenarnya hanyalah seorang pasien rumah sakit jiwa yang sedang berimajinasi. Namun, khas film-film psikologi besutan Joko Anwar, penonton harus rela sedikit berpikir dan fokus saat menonton film ini.

11. Laura dan Marsha (2013). Akankah persahabatan mereka berlanjut hingga ke benua yang lain?

Laura dan Marsha terbilang unik dari film-film yang lain. Pasalnya, jajaran pembuat film ini, baik sutradara, produser, dan penulis naskahnya adalah perempuan. Laura dan Marsha pun mengisahkan hubungan persahabatan antara dua perempuan yang diperankan Prisia Nasution (Laura) dan Adinia Wirasti (Marsha). Dua sahabat yang traveling menjelajah Eropa ini ternyata punya dua misi perjalanan yang berbeda. Sepanjang perjalanan pun mereka menghadapi berbagai konflik yang menguji persahabatan mereka.

Sebenarnya, Laura yang setuju traveling ke Eriopa hanya ingin menemukan mantan suaminya yang bernama Ryan. Sayangnya, Ryan ternyata sudah meninggal lantaran penyakit kanker otak. Road movie yang diakhiri dengan scene menikmati sunset di dermaga di Venice ini sepertinya masih mengundang rasa penasaran penonton. Bagaimana kehidupan dua perempuan tersebut setelahnya? Apakah mereka akan menjajal petualangan ke benua yang lain?

12. Test Pack (2012). Setelah mengadopsi anak, lalu apa?

Drama besutan sutradara Monty Tiwa ini dibintangi Acha Septriasa sebagai Tata dan Reza Rahardian sebagai Rahmat. Keduanya adalah sepasang suami istri yang sudah 7 tahun menikah namun belum dikaruniai anak. Konflik terjadi setelah Rahmat mengetahui bahwa dirinya mandul. Tak kuasa berbagi masalah dengan istrinya, Rahmat pun menemukan Shinta (Renata Kusmanto) yang jadi tempat curahan hatinya.

Meski sempat akan menuntut cerai, Tata akhirnya memilih rujuk dengan Rahmat dan bersiap mengadopsi anak. Tapi, apakah kehidupan mereka setelahnya akan baik-baik saja? Apakah keinginan Tata yang begitu besar untuk mempunyai anak terobati dengan hadirnya anak adopsi? Hmm…bisa nih dibikin Test Pack 2!

13. Film yang Paling WAJIB Dibuatkan Sekuelnya: Ada Apa Dengan Cinta. Kami Butuh AADC 2!

Ada Apa Dengan Cinta via poster.co.id

Yup, Ada Apa Dengan Cinta sudah pasti jadi most wanted buat dibikin sekuelnya. Perpisahan Rangga dan Cinta di bandara jelas belum lunas memuaskan penonton. Mini drama keluaran salah satu aplikasi chatting sempat membuat heboh kalangan netizen, sekalipun tak memuaskan kerinduan penonton pada drama cinta yang mungkin terfavorit di Indonesia ini.

Semoga sutradara (Rudy Soedjarwo) dan produser (Mira Lesmana dan Riri Riza) bisa segera menuntaskan kisah penantian penonton selama 12 purnama, ya! Hehehehe…

Indonesia memang butuh kisah cinta macam Cinta dan Rangga lagi. Kami sudah lelah pada film romantis nan picisan yang memenuhi layar lebar selama ini :”)

Nah, gimana? Setuju nggak kalau film-film di atas dibikin sekuelnya, atau kamu punya rekomendasi lain? 🙂