Cowok selfie 200 kali sehari

Kehadiran teknologi saat ini memang memberikan perubahan besar di berbagai aspek kehidupan kita. Contohnya saja telepon genggam. Dulu, benda satu ini cuma bisa digunakan untuk melakukan panggilan jarak jauh dan berkirim pesan. Namun kini sudah beralih menjadi smartphone. Yahanya dalam satu genggaman, kita bisa mengakses kebutuhan kita dengan mudah. Apa saja.

Sebagian kebutuhan kita bahkan bisa dicari dan didapatkan lewat sentuhan jari. Begitulah perubahan teknologi yang semakin canggih ini. Atau misalnya kamera ponsel yang dulu hanya kita kenal kamera belakang, kini sudah hadir kamera depan yang semakin memenuhi keinginan penggunanya untuk menghasilkan foto yang lebih baik lagi. Kehadiran kamera depan ini pulalah yang akhirnya membuat tren selfie atau swafoto semakin marak. Seperti yang digandrungi oleh cowok ini.

Ahmed mengaku bisa selfie hingga 200 kali dalam satu hari karena saking kecanduannya

gemar swafoto via www.instagram.com

Advertisement

Swafoto merupakan jenis foto berupa potret diri yang juga diambil sendiri melalui kamera digital atau pun smartphone. Beberapa tahun terakhir, swafoto ini pun menjadi foto paling populer. Kita bisa mengontrol sendiri bagaimana foto yang pengen kita ambil. Sehingga hasilnya pun nanti lebih memuaskan. Dan ketika diunggah ke media sosial, terutama Instagram, maka respons yang diberikan oleh orang yang melihat foto tersebut juga positif. Bisa berbentuk pujian atau sekadar like.

Swafoto ini nggak jarang juga membuat seseorang menjadi terobsesi untuk mendapatkan foto yang nyaris sempurna. Hasilnya, nggak cuma sekali, seseorang bisa mengambil swafoto berkali-kali. Junaid Ahmed merupakan salah satu orang yang kecanduan swafoto. Bahkan dalam sehari ia bisa mengambil sekitar 200 kali potret selfie, nggak peduli apakah itu sedang di rumah atau di tempat umum.

Baginya, notifikasi like dan komentar yang masuk ke ponselnya merupakan kebahagiaan tersendiri

sebuah kepuasan batin dapetin “like” via www.instagram.com

Kecanduan ini salah satunya disebabkan oleh respons warganet terhadap foto yang ia unggah. Bagi Ahmed, merupakan sebuah kepuasan batin atau kebahagiaan tersendiri ketika ia mengunggah fotonya, lalu HP-nya berbunyi berulang kali karena notifikasi like dan komentar yang merespons unggahannya tersebut. Cowok asal Essex, Inggris, ini mengaku kalau di menit pertama ia mengunggah foto selfie-nya tersebut lalu masuk pemberitahuan sekitar 100 like, membuatnya merasakan sensasi kebahagiaan tersendiri. Oleh karena itulah demi mendapatkan sensasi tersebut, ia rela menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan sampai tiga jam memilih foto mana yang akan dia unggah ke Instagram.

Kalau foto yang dia unggah nggak mencapai 600 likes, Ahmed bakal menghapus postingan tersebut

nggak segan-segan menghapus postingan via www.instagram.com

Advertisement

Nggak cukup di situ, Ahmed juga nggak segan-segan menghapus foto yang telah ia unggah jika foto tersebut mendapatkan likes kurang dari 600. Kemudian ia akan mengunggah kembali foto selfie-nya demi mendapatkan likes atau komentar dari 50 ribu pengikutnya. Tentu saja kecanduan ini bisa dibilang membahayakan. Pasalnya, demi mendapatkan foto yang bagus, Ahmed rela mengubah penampilannya. Ia bahkan melakukan operasi plastik dengan melakukan filler pada pipi, bibir, veneer gigi, dan lainnya demi membuat hasil jepretan dirinya terlihat lebih menarik dan sempurna. Ia menjadi sangat terobsesi dengan media sosial sehingga mau mengubah penampilan seekstrem itu.

Kecanduan selfie yang dialami oleh Ahmed ini termasuk ke dalam penyakit mental dengan sebutan Selfitis. Selfitis merupakan ketergantungan yang dialami seseorang saat mengambil swafoto atau selfie lalu mengunggahnya ke media sosial. Postigan selfie ini nggak cuma setiap hari, tapi bisa tiap jam. Jika seseorang mengunggah foto selfie-nya lebih dari 6 kali sehari, maka ia sudah termasuk dalam Selfitis Kronis, menurut penelitian Nottingham Trent University dan the Thiagarajar School of Management di India yang dilansir dari laman bbc.com.

Apa yang dialami Ahmed ini seharusnya menjadi pengingat buat kita bahwa media sosial saat ini sudah begitu berpengaruhnya kepada kehidupan nyata kita. Seseorang bahkan rela mengubah tubuh mereka hanya demi like atau komentar dari warganet. Kecanduan ini juga akhirnya berdampak buruk pada relasi kita di dunia nyata. Kadang kita nggak acuh pada situasi dan kondisi saat kita berswafotoSo, kalau ada temanmu yang rasa-rasanya termasuk golongan pencandu selfie dan penghamba like Instagram, coba diingatkan soal penyakit mental ini, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya