Menerka 5 Hal yang Jadi Kebingungan Mahasiswa Baru di Tengah Pandemi. Kapan Semuanya Berakhir?

Mahasiswa baru di tengah pandemi

Banyak hal yang berubah semenjak pandemi melanda. Satu-satunya kepastian hanyalah ketidakpastian itu sendiri. Orang-orang mulai mempertanyakan nasibnya di masa depan. Mulai dari pedagang angkringan yang pendapatannya turun, pekerja kantoran yang dapat jatah dirumahkan, sampai pekerja dunia hiburan yang mau berbuat apapun jadi sulit.

Advertisement

Dampak corona juga melanda para pelajar. Salah satunya para mahasiswa baru yang mulai bingung tentang keberlangsungan perkuliahan mereka. Mereka nggak bisa merasakan yang dirasakan mahasiswa baru angkatan sebelum mereka. Mereka pasti bingung dengan keadaan. Hipwee Hiburan kali ini akan sedikit menerka kebingungan yang mereka alami. Cekidot!

1. Apakah model acara ospek masih akan sama serunya seperti angkatan sebelumnya? Ataukah justru kocak, disuruh bikin video viral seperti ‘taraktakdung 2020’?

Bikin video TikTok via www.kalderanews.com

Sesuai namanya, Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (ospek) membuka jalur bagi maba untuk mengenal kampus. Ospek hampir selalu berkesan bagi mahasiswa. Banyak hal seru dan lucu yang terjadi di masa itu, mulai dari mencari barang-barang aneh, kenalan dengan teman seangkatan, sampai bikin yel-yel sebagai bentuk kreativitas.

Beberapa mahasiswa baru pasti pernah dengar cerita ini dari teman yang udah duluan kuliah. Akan ada pertanyaan bakal seperti apa ospek pada gilirannya nanti? Apakah akan sama serunya kayak dulu? Atau bakal kayak MOS SMA yang sempat viral bikin yel-yel taraktakdung 2020 di TikTok. 😀

Advertisement

2. Kegiatan belajar kemungkinan besar akan online, lalu gimana dengan akses internet dan kuota? Duit lagi, duit lagi~

Pemerintah, mana solusimu? via makassar.tribunnews.com

Nggak ada yang tahu sampai kapan pandemi di Indonesia akan berakhir. Pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab pun nggak punya jawaban. Mahasiswa baru mesti bersiap melakukan kuliah jarak jauh. Bagi yang di rumahnya ada Wi-Fi, hal tersebut mungkin nggak akan menjadi masalah besar. Tapi bagi mereka yang nggak punya, tentu bakal bingung soal bujet kuota. Belum lagi kalau di daerah mereka susah sinyal. Huft.

3. Kalau kuliahnya online, berarti pertemanannya bakal dihabiskan dari dunia maya, nggak pernah ketemu. Ini kuliah apa lagi main medsos sih? 😀

Temen-temannya online. via baliexpress.jawapos.com

Kuliah jarak jauh adalah hal yang paling masuk akal jika corona nggak kelar-kelar. Nggak kebayang kalau memaksakan kuliah di kelas, tentu akan menciptakan kluster-kluster baru. Serem. Dari segi kesehatan kuliah daring memang aman, tapi secara pertemanan jadi nggak seru.

Di awal, para mahasiswa baru mungkin hanya bisa membuat pertemanan maya. Sudah sudah saling kenal, tapi nggak ketemu. Nggak bisa nongkrong bareng, ngerjain tugas bareng.

Advertisement

4. Bayar kuliah ada detail uang gedung buat apa, coba? Mahasiswanya aja bakal kuliah online

SPP mahal? via www.merdeka.com

Masalah biaya juga bakal ditemui para mahasiswa baru. Mereka yang kritis pasti mempertanyakan soal kebijakan pembayaran kampus. Kampus yang belum melakukan penyesuaian biaya mesti siap-siap kena protes mahasiswanya. Kuliahnya saja online, tapi kok bayar uang gedung dan SPP-nya sama kayak kuliah normal? 🙂

5. Kalau kuliahnya online, berarti merantaunya ditunda deh. Padahal udah nggak sabar pengin jadi perantau

Ilustrasi merantau. via www.hipwee.com

Semangat kuliah juga muncul dari kehidupan rantau. Anak muda yang sejak kecil tinggal bersama orang tua pasti pengin merasakan kehidupan yang bebas dan mandiri. Keinginan itu mesti tertunda sampai pandemi kelar. Untuk saat ini mereka masih harus di rumah dulu, bantu ayah ibu mengurus pekerjaan rumah. 😀

Di banding yang lainnya, anak sekolah ‘generasi corona‘ ini cukup beruntung lulus tanpa harus UN—sesuatu yang bikin iri angkatan-angkatan sebelumnya. Meski begitu, secara nasib sejatinya lebih susah: terkatung-katung. Mereka hanya menunggu waktu menjawab semua kebingungan-kebingungan tentang perkuliahan.

Benar begini nggak?

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE