Akhir-akhir ini, banyak media memberitakan sesuatu yang negatif dan bisa membuat kita pusing sendiri. UU Pilkada, kelangkaan BBM dan rencana kenaikannya, rusuh ormas di Jakarta — kamu pun jadi bertanya-tanya: kabar baik tentang Indonesia kok sudah jarang terdengar? Sebegitu buruknyakah negeri kita?

Kawan, tenang. Kabar baik selalu ada. Indonesia itu negara yang penuh cinta. Bahkan banyak orang asing yang datang ke negara kita untuk mempelajari kebudayaan Indonesia. Kita seharusnya bangga, loh! Nah, kali ini Hipwee mengajak kamu mendengar kisah dari Valeria Rumiantseva, mahasiswi asing asal Ukraina, tentang Indonesia. Tulisan ini ditorehkannya sendiri dalam bahasa Indonesia. Semoga saja, cerita Valeria bisa mengantarkanmu untuk semakin cinta pada negerimu sendiri!

Keinginanku: Menjadi Seorang Ahli dalam Bahasa Indonesia

Valeria Rumiantseva via dokumenpribadi

Awalnya, ketika saya akan pergi ke Indonesia, saya pikir – o, ya, ini kesempatanku untuk memperbaiki pengetahuanku tentang budaya Indonesia dan kemampuan bahasa Indonesiaku, karena saya ingin menjadi ahli jurusan Bahasa Indonesia di negeri asal saya, Ukraina. Saya dan teman-teman mulai mencari kota yang pas untuk belajar dan berwisata budaya. Terlihat jelas bahwa Jogja menjadi pilihan yang paling bagus. Tetapi salah satu hal yang penting untuk saya – di Jogja ada banyak pantai, di mana saya dapat berkenalan dengan samudra yang selama ini saya impikan.

Impianku melihat Samudra Indonesia

Pantai Ngobaran, Jogja via dokumenpribadi

Advertisement

Berkunjung ke samudra adalah impian saya dari waktu masa kecil. Setiap tahun saya ke Laut Hitam, yang ada di Ukraina – negara saya. Tetapi di dalam hati saya selalu bertanya – bagaimana saya bisa merasa di dekat dengan samudra? Saya tidak dapat membayangkan bahwa itu akhirnya menjadi pengalaman yang nyata dalam hidupku.

“Mengapa kalian, semua orang Indonesia, selalu tersenyum?”

Senyum Indonesia via dokumenpribadi

Minggu pertama penuh dengan rasa baru, dengan emosi yang tidak diduga-duga. Semua orang di Indonesia saya temui memiliki hati yang baik, dan ramah sekali kepada orang asing.

“Mengapa kalian, semua orang Indonesia, selalu tersenyum?”

Saya tidak tahu, tetapi saya senang sekali. Karena hal itu tidak biasa bagi orang Ukraina, yang tidak lazim memberikan senyuman kepada orang asing. Yang paling saya suka – anak-anak Indonesia, karena semuanya sangat senang kalau ada orang asing yang bisa berbicara bahasa Indonesia dengan mereka. Kalau ada orang asing hanya bertanya nama, tanpa rasa takut, tanpa pikiran buruk, mereka hanya tertawa seperti burung-burung kecil menyanyi.

Ada hal yang menarik perhatian saya: dimana-mana saya bisa melihat banyak orang yang susah secara ekonomi. Tetapi semua orang terlihat senang di sini. Karena itu, saya merasa nyaman di sini.

Museum menjadi pilihan untuk menyegarkan jiwa

Melihat museum lukisan Affandi via dokumenpribadi

Satu hal lain – museum Affandi di Yogya. Saya suka mengambar, dan karena itu melihat langsung karya seniman terkenal, sangat penting untuk saya. Walaupun gaya Affandi tidak begitu dekat dengan apa saya suka, tapi beliau terlihat seperti orang budiman, dan saya tertarik dengan pesonanya. Museum Affandi ini menjadi tempat untuk jiwa saya, karena suasananya yang indah dan sepi, dan dekat di hati saya.

Kalau kamu berlibur ke Jogja, tempat ini harus kamu kunjungi.

Akhirnya, akhir pekanku bersama samudra

Inilah laut Indonesia via Dokumenpribadi

Dan, akhirnya, saya bertemu dengan Samudera Raya. Saya tidak pernah lihat ombak-ombak  yang tinggi! Saya tidak pernah melihat warna biru secerah itu. Lautnya terlihat hidup. Ombak-ombak lautan seperti nafas, dan suaranya seperti sedang membisikan tentang seluruh sejarah dunia. Ya, saya dan beberapa teman bermain dengan air laut seperti anak-anak. Kalau ombaknya berhenti sedikit, saya memilih memandang pada gelombang air pasangnya, dan seakan-akan mendengarkan kata-kata tentang sesuatu, yang hanya hati bisa mengerti.

O, orang-orang Indonesia, kalian semua seharusnya sangat senang memiliki samudra yang begitu dekat! Saya pikir, air lautnya menyembunyikan rahasia yang tidak pernah kita ketahui.

Saya berharap ini bukan terakhir kali saya bertemu dengan samudera. Mungkin, saya akan berkunjung ke beberapa pulau lain, dengan alamnya yang kaya, dan dengan cerita berbeda dari lautan di sana.

Valeria Rumiantseva

Nah, setelah membaca cerita Valeria di atas, apa yang kamu rasakan? Semoga kamu bisa lebih dalam mencintai negerimu, Indonesia!