Ikatan pertemanan memang selalu dilandasi kepercayaan satu sama lain. Tapi nggak bisa dimungkiri, ada beberapa orang yang sengaja memanfaatkan kepercayaan kita ini untuk keuntungannya sendiri. Tentu saja, mereka bermain di belakang dan sebisa mungkin nggak kita ketahui. Teman yang suka “menusuk dari belakang” ini lambat laun pasti bakal merugikan kita.

Salah satunya terjadi pada pemilik akun Twitter bernama @ArdyaON. Dia nggak menyangka apa yang terjadi padanya ini adalah ulah teman yang dia percaya selama ini. Tanpa menaruh curiga sedikit pun, Ar meminjamkan identitas pribadinya kepada salah seorang temannya. Nggak ada pikiran bahwa identitas itu akan digunakan untuk hal yang macam-macam, siapa sangka bahwa identitasnya tersebut dipakai untuk meminjam dana dari aplikasi peminjaman dana yang hanya membutuhkan KTP sebagai syaratnya.

Awalnya, Ar dikejutkan oleh chat kakaknya yang mengatakan bahwa ada yang menagih pinjaman atas namanya

ada yang nagih pinjaman

Padahal dia nggak pernah meminjam atau pun menggunakan aplikasi pinjaman dana tersebut

penipuan

Pihak aplikasi tersebut terus-terusan menghubungi untuk meminta angsuran dari pinjaman ‘gaib’ itu

dari aplikasi peminjaman uang

Ar lagi-lagi menegaskan nggak pernah mengunduh aplikasi peminjaman dana dengan modal KTP ini

pakai KTP doang

Ar nggak menyangka ada orang yang menggunakan identitasnya untuk meminjam dana dari aplikasi tersebut

ada yang ditagih debt collector

Bahkan ibunya pun ikut kesal dengan orang-orang yang menagih angsuran pinjaman sebesar 1,3 juta rupiah itu

terus-terusan ditelpon

Akhirnya Ar pun tahu siapa orang yang menggunakan identitasnya itu. Ternyata temannya sendiri!

ternyata temannya sendiri

Waktu itu Ar nggak menaruh curiga sedikit pun, karena si pelaku beralasan bahwa itu adalah poin Shopee yang pengen dicairkan

pura-pura minjam identitas via twitter.com

Ternyata bukan Ar saja yang jadi korban, tapi beberapa orang juga pernah dipakai identitasnya dengan alasan yang sama. Ar pun mendatangi rumah pelaku namun yang bersangkutan sudah kabur

tagihan 1,3 juta

Yang lebih mengesalkan lagi, kontak yang dipakai untuk meminjam dana tersebut adalah milik ibunya Ar

ditagih terus via twitter.com

Pihak pemberi pinjaman pun tentu terus mendesak agar Ar membayar angsuran dari dana yang dipinjamkan perusahaan

sms dari pihak pemberi pinjaman via twitter.com

Bahkan mantan si pelaku juga pernah tertipu sebesar 19 juta rupiah

banyak korban

Ar mencoba menghubungi si pelaku untuk menyelesaikan secara baik-baik, tapi nggak ada tanggapan apapun

nggak dibalas

Lagi-lagi korban si pelaku bermunculan setelah Ar mengunggah kejadian ini

korban lain

Meski berteman, tapi urusan identitas pribadi memang sebaiknya nggak diserahkan gitu aja. Kadang karena sudah berteman lama, kita percaya aja dengan apa yang dia bilang

alasannya belum cair

Ar pun ingat kalau ternyata si pelaku pernah meminjam nomor rekeningnya. Namun dia menyangka bahwa dana itu benar-benar berasal dari Shopee

sempat ngirimin bukti

Dengan polosnya Ar pun mentransfer uang pinjaman tersebut kepada pelaku tanpa curiga sedikit pun. Yah, namanya juga sama temen 🙁

ternyata pinjaman

Beruntung, pihak aplikasi peminjaman dana tersebut mau membantu menyelesaikan kejadian ini. Karena sudah pasti menyangkut nama baik perusahaan mereka

pihak Tangbull ingin menyelesaikan

Akhirnya kasus ini pun sudah diselesaikan dengan pihak pemberi pinjaman dana. Sedangkan pelaku tetap diburu keberadaannya untuk bertanggung jawab

masalah sudah diselesaikan via twitter.com

Advertisement

Beruntung, setelah thread Twitter Ar ini viral, pihak aplikasi pemberi pinjaman dana itu pun punya itikad baik untuk menyelesaikan masalahnya. Ar mengaku hal tersebut sudah diselesaikan tapi dia tetap memburu pelaku yang saat ini kabur tersebut. Apalagi yang jadi korban si pelaku juga banyak.

Semoga thread ini bisa jadi pelajaran buat kita semua. Bahwa ada batasnya dalam mempercayai seseorang, apalagi menyangkut identitas sepribadi itu. Kalau tetap ingin meminjamkan, alangkah lebih baik diawasi kalau perlu dilihat langkah-langkahnya saat menggunakan identitas kita. Untuk jaga-jaga saja, karena nggak semua teman adalah orang yang sebaik yang kita kira. Beberapa di antaranya justru bagaikan musuh dalam selimut. Dikasih hati, eh, minta jantung!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya