Kemudahan akses internet menjadi salah satu keuntungan bagi kita di era kebebasan dan keterbukaan informasi seperti sekarang ini. Segala akses informasi dapat dengan mudah kita peroleh. Hal tersebut juga ditunjang dengan perkembangan teknologi yang kian hari kian maju. Namun terkadang semua perkembangan itu nggak diiringi dengan kebijaksanaan si pengguna.

Kalian tentu masih ingat tentang fenomena dua bocah yang membuat review vapor beberapa waktu yang lalu. Sepintas video itu memang lucu, namun kalau kita cermati lebih jauh lagi, justru meresahkan. Ternyata nggak cuma berhenti sampai di situ, kini ada lagi video serupa yang beredar di media sosial. Masih melibatkan bocah di bawah umur, dan … ah, silakan dinilai sendiri deh. Langsung saja simak ulasan dari Hipwee ini, ya!

Dua orang bocah melakukan tutorial penggunaan pomade. Anehnya bocah itu menggunakan susu saset sebagai pengganti pomade

Tutorial pomade ala bocah via www.youtube.com

Advertisement

Video dibuka dengan perkenalan dua bocah yang bernama Kiki dan Tegar. Pembukaan oleh bocah seumuran 7-10 tahun (usia SD) ini dilakukan dengan pembawaan lugu, meniru pembukaan video ala YouTubers profesional, namun logat medok mereka masih kentara. Kemudian secara berebut, mereka menjelaskan akan melakukan tutorial memakai pomade. Yang menjadi menarik sekaligus lucu adalah ketika mereka nggak menggunakan pomade yang sebenarnya, melainkan susu kental manis!

Susu kemasan yang biasa kita seduh dengan air, oleh kedua bocah ini disulap menjadi alat untuk merapikan rambut. Nggak jelas apa latar belakang menggunakan cairan manis itu sebagai pomade, namun melihat keluguan dan kekonyolan kedua bocah tersebut, yakinlah kalau kamu akan tertawa menontonnya. Jadiin pomade, Bro! (dengan logat medok)

Mereka membentuk rambut layaknya model rambut kekinian orang dewasa saat ini. Apa nggak disemutin tuh rambutmu, Tong?

Bro, gue cuci tangan dulu, bro wkwkw via www.youtube.com

Dengan berbekal sisir, mereka membentuk rambut mereka sedemikian rupa seperti model rambut kekinian orang dewasa. Dalam video berdurasi lebih kurang 6 menit ini, kedua bocah bertemu dengan temannya (sedikit lebih tua umurnya) dan mengakui mendapat inspirasi setelah menonton YouTube. Ekspresi kegembiraan dari mereka yang sedikit menghibur menutupi kualitas gambar yang nampak seadanya dan bahkan tanpa diedit terlebih dahulu sebelum diunggah. Beberapa kali juga terlihat mereka membiarkan kamera menyala sendiri saat pergi ke kamar mandi. Memang ada-ada saja kelakuan kids zaman now ini.

Sepanjang melakukan review nggak jarang keluar kata-kata kasar dan nggak pantas diucapkan anak anak. Nah, ini yang bikin miris!

Murah, Bro, cuma 1.500 doang! via www.youtube.com

Advertisement

Kebanyakan orang yang menonton video ini mungkin akan tertawa dan bergeleng kepala melihat tingkah lugu kedua bocah ini. Namun keresahan justru lebih besar kita rasakan ketika mendengar kata-kata yang nggak pantas keluar dari mulut mereka, seperti anj*ng, beg*, naj*s, fu*k you men, dan sebagainya. Bukankah itu nggak pantas? Bahkan saat keluar dari mulut orang dewasa sekalipun.

Boleh jadi ini fenomena semacam ini adalah bentuk kegagalan dari orang dewasa disekitar mereka dalam mengawasi aktivitas bermedia sosial kedua bocah itu. Pun juga perlu adanya kebijaksanaan dari siapapun yang mengunggah video semacam tutorial, review, dan lain sebagainnya agar menjaga laku dan lisan mereka. Karena kemudahan akses, semua orang—tanpa batasan umur—bisa menonton apapun yang diunggah ke media sosial.

Nggak ayal, video ini langsung mendapat komentar dari warganet. Tahu sendiri, kan, bagaimana reaksinya?

review doongg pomade kecap
mau di makan rambut lo sama semut ha……
lihat generasi anak muda indonesia sekarang sedih 🙁
kecil-kecil udah ngomong a*ji*g..anak siapa sih ini?..susu di jadiin pomade😂😂..orang gobl*k mna nih???😂
Norak lu bego najiss bett dah luu dsr org kampung! sok gnteng pdhl muha ikam kek💩! eww jijik parahh! emg kagak diajarin lu sama org tua lo! dsr norak bin kampungan udh kena generasi mecin lo!!

Perkembangan teknologi seharusnya dibarengi dengan perkembangan pola pikir penggunannya. Konsumsi berbagai video di media sosial oleh anak-anak mau nggak mau perlu disaring lagi, perlu dibatasi. Dan kita sebagai orang dewasa, entah kakak, orangtua, atau teman harus memantau dan mengawasi setiap gerak-gerik mereka. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mengawasi mereka?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya