Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama merupakan salah satu pasangan artis yang jauh dari isu negatif, gosip, atau gimik rumah tangga. Menikah sejak 2012 lalu, keduanya kini dikaruniai dua orang putri. Ussy yang sudah memiliki dua orang putri dari pernikahan sebelumnya, tentu merasa keluarga besarnya semakin lengkap dengan kehadiran anak-anak tercinta mereka.

Namun kebahagiaan keluarga ini harus diusik oleh komentar-komentar jahat warganet. Mereka menganggap bahwa anak pertama dan kedua Ussy nggak cocok jika disandingkan dengan dua adiknya. Bukan cuma membuat sakit hati, komentar-komentar tersebut sudah pasti melukai Ussy Sulistiawaty sebagai ibu yang nggak pernah membeda-bedakan atau menganggap beda anak-anaknya.

Ussy Sulistiawaty mengunggah foto keempat anaknya dengan caption yang ditujukan pada warganet perundung anak-anaknya

Ussy benar-benar terluka via www.instagram.com

Advertisement

Kemarin, Ussy mengunggah foto keempat anaknya, Nur Amalia Putri, Syafa Al Zahra, Shakeela Eleanor Ameera, dan Sheva Elmira Lorrenia. Foto putri-putrinya yang tengah tersenyum itu diunggah oleh Ussy, sepertinya ditujukan untuk orang-orang yang merundung anaknya, terutama anak pertamanya Amel dan Ara yang sering jadi sasaran perundungan. Ussy pun menegaskan bahwa dia akan melakukan apa pun untuk keempat bidadarinya itu. Mereka ada karena cinta orang tua. Mereka lahir dari rahim seorang ibu. Dan untuk para perundung anak-anaknya, Ussy berharap rasa sakit hatinya bisa terbalaskan apa pun jalannya.

Rasa sakit hati Ussy berawal dari komentar warganet yang membedakan anak pertama dan keduanya dengan anak ketiga dan keempatnya

gara-gara komentar ini via www.instagram.com

Bukan tanpa sebab Ussy menjadi seemosional ini. Beberapa waktu lalu, seperti biasa, dia mengunggah foto keluarganya. Dalam foto tersebut ada Ussy, Andhika, Amel, Ara, dan Elea. Mereka baru saja menghadiri acara Elea di sekolahnya. Namun foto kebahagiaan tersebut dirusak oleh komentar-komentar jahat warganet.

Ada yang mengatakan kalau dua orang anaknya (Amel dan Ara) merusak pemandangan, ada yang mengatakan kalau keduanya lebih cocok jadi keponakan dari pada anaknya. Hal tersebut tentu saja melukai hati Ussy sebagai seorang ibu. Bagaimana warganet bisa selancang itu membedakan anak-anaknya, padahal Ussy sendiri selama ini nggak pernah membedakan anak angkatnya, anak dari suami pertamanya, atau anak-anaknya bersama Andhika.

Komentar-komentar jahat tersebut sepertinya benar-benar melukai Ussy sampai-sampai wajahnya merah karena menangis

Advertisement

Ibu mana pun kalau mendapatkan komentar seperti di atas sudah pasti terluka, sakit hati. Saking kesalnya bisa menangis sejadinya seperti Ussy. Dari Instastory-nya, terlihat wajah Ussy yang sembab, matanya yang bengkak, dan hidungnya yang merah karena menangis. Ussy berterima kasih kepada orang-orang yang sudah mendukungnya dan menguatkannya di tengah jahatnya komentar-komentar warganet ini.

Padahal Ussy sendiri nggak pernah membeda-bedakan keempat anaknya. Tapi malah warganet yang dengan tanpa hati berani berkomentar seperti itu

anak-anak adalah segalanya via www.instagram.com

Meski keempat anaknya memiliki tampilan fisik yang berbeda, nggak berarti mereka bukanlah anak Ussy. Meski Amel adalah anak angkatnya, bukan berarti Ussy membedakan atau harus membedakan perlakuan terhadap anak pertamanya itu. Semua adalah anaknya, buah hati yang dicintai, dididik, dan dibesarkan oleh Ussy sepenuh hati dan cinta. Dan selama ini pun Ussy menunjukkan hal itu. Dia sama sekali nggak pernah membeda-bedakan anaknya. Tapi justru warganet yang sibuk sendiri dan membuat perbedaan itu. Bahkan nggak segan-segan memberikan komentar sejahat ini. Mereka sama sekali nggak membayangkan bagaimana perasaan Ussy melihat anak-anaknya di-bully seperti itu. Atau bagaimana perasaan anak-anak Ussy ketika mereka diperlakukan dan dianggap berbeda oleh warganet. Bagaimana kalau hal tersebut dibalikin ke mereka? Apakah mereka nggak merasa sakit hati dan terluka?

Ingat, meski komentar seperti ini sudah dihapus, tapi jejak digital masih ada. Bukti kalau kamu melakukan hal sejahat ini akan terus ada di internet. Jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar. Apa pun yang kamu pikirkan, nggak perlu ditulis di kolom komentar karena bisa melukai orang lain. Beruntung jika orang yang di-bully bisa sesabar ini. Bagaimana kalau kamu dilaporkan ke pihak berwajib dan bisa dipenjara? Oleh karena itulah, istilah yang tepat untuk zaman sekarang adalah “jempolmu, harimaumu”. Karena sekarang bukan mulut lagi yang berbahaya, tapi juga setiap kata yang kamu tuliskan di media sosial.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya