Cinta Aja Nggak Cukup, Curhatan Warganet ini Bukti Bahwa Pekerjaan itu Berpengaruh pada Hubungan

pekerjaan memengaruhi hubungan

Hubungan romantis memang dipantik dari sebuah perasaan saling suka, bukan karena latar belakang keluarga hingga isi rekeningnya. Tapi suatu ketika hubungan romantis itu bermetamorfosa jadi hubungan serius yang ingin dilanjutkan ke pelaminan, dan faktor-faktor eksternal pun banyak bermunculan.

Advertisement

Beberapa hubungan ada yang kandas di tengah jalan, hanya karena salah satunya merasa nggak diusahakan. Ada pula yang terpaksa putus karena pekerjaan belum mapan, pasangannya bermalas-malasan, jadi seolah nggak niat banget untuk menjalin hubungan rumah tangga. Simak uraian Hipwee Hiburan berikut dan percayalah bahwa modal cinta kadang nggak cukup!

Sekilas, kita melihat kekecewaan yang dilontarkan oleh sang pacar karena belum juga bangun pada pukul sepuluh pagi. Tapi di sisi lain sepertinya si pacar juga nggak berusaha untuk menggiatkan diri

Pernyataan sender melalui akun base. via twitter.com

Tersirat kenyataan yang pahit. via twitter.com

Potongan chat di atas mengandung banyak kekecewaan dari seorang cewek yang berharap sang pacar segera dapat pekerjaan. Meski sebenarnya kesuksesan nggak bisa diukur dari pukul berapa dia bangun, namun penyebab nggak bangunnya bukan karena lelah bekerja, melainkan karena nggak ada kerjaan—fatal juga dong. Tersirat banyak kekhawatiran yang sekilas terkesan berlebihan akan masa depan hubungan mereka, tapi kalau dipikir-pikir membangun rumah tangga memang nggak bisa gratis.

Menikah bukan hanya soal sah, tapi bagaimana kedua insan saling bertanggung jawab satu sama lain. Apalagi kalau sudah dikaruniai anak, tentu nggak bisa bercandaan lagi sama hidup

Mahar aja pakai uang. via idnews.co.id

Meskipun terdengar materealistis, tapi menikah tanpa modal adalah sebuah hal yang menyulitkan. Jika urusan finansial bukan lagi soal nasib melainkan soal seberapa jauh orang memaksimalkan usaha, pekerjaan dan penghasilan adalah perhitungan yang realistis. Menikahi seseorang yang bermalas-malasan hanya akan menambah beban di masa depan. Bahkan jika kamu nggak yakin sang pacar bisa bertanggung jawab atas hidupmu, pilihan untuk mengakhiri hubungan selalu terbuka lebar. Biar rasa sakitnya nggak ditumpuk-tumpuk di kemudian hari deh.

Advertisement

Warganet pun kompak menyarankan sender untuk meninggalkan pacarnya yang sama sekali nggak berbuat apa pun. Pengennya kasih kesempatan, tapi kalau sudah kelamaan begini, nyebelin juga!

Setuju nggak nih? via twitter.com

Sebagian warganet justru menyarankan agar sender lekas meninggalkan pacarnya. Alasannya jelas, si pacar seperti nggak ada itikad buat mengubah keadaannya. Sementara itu sender justru didekati orang lain. Banyak juga yang mengalami hal serupa dan lebih memilih meninggalkan mereka. Memang sulit, rasanya hampir nggak ada yang tersisa dari cowok yang nggak mau bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Kalau ke diri sendiri aja begitu, apalagi ke orang lain?

Kalau mau jujur dan realistis, pekerjaan seseorang memang saat ini jadi tolok ukur kualitas diri. Bukan masalah strata, besaran gaji, bahkan nasib posisi kerjaannya. Tapi lebih kepada bagaimana seseorang itu berusaha yang terbaik untuk kariernya sendiri dan memikirkan perencanaan masa depan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

Editor

Senois.

CLOSE