Rasanya Melihat Penampakan di Bulan Ramadan Saat Yakin Semua Setan Sedang Dibelenggu. Kok Bisa, Ya?

penampakan di bulan ramadan

Sebagai manusia yang percaya bahwa rasa takut harus dilawan, maka mungkin saya adalah satu dari sekian orang yang pernah benar-benar menginginkan bertemu dengan hantu, karena penasaran. Sempat berpikir untuk menempeleng mbak kunti dengan sandal seperti yang trending di YouTube, tapi jarang dapat kesempatan. Sekalinya dapat kesempatan, eh, saya pakai sepatu. Jadi sayang.

Advertisement

Ketika kita yakin betul setan dibelenggu di bulan Ramadan, saya nggak tahu lagi harus percaya dengan apa yang dibilang Pak Ustaz atau mata kepala saya. Mari kita mulai bercerita soal setan yang berkeliaran di bulan Ramadan.

Pernah bertemu seekor makhluk hitam yang diyakini itu hantu saat pulang tadarus dari TPA, di bulan Ramadan pula. Serasa mustahil, ya?

Anggap saja ini pohon nangka. via travelingyuk.com

Dulu saat SD, sebagai bocah yang termasuk rajin mempelajari iqra, tadarus, hingga murotal, saya nggak pernah ketinggalan tadarusan malam selepas tarawih di bulan Ramadan. Oleh karena orang tua memutuskan pindah rumah ke RW sebelah, sedangkan saya yang nggak mau pindah TPA, jarak tempuh dari TPA ke rumah jadi lumayan juga. Belum lagi harus melewati beberapa kebon yang ditumbuhi pohon besar, sampai jurang yang bawahnya sungai. Jelas ini pemandangan mengerikan di malam hari.

Dengan masih menenteng payung (yang ternyata nggak terpakai) dan iqra, saya melihat samar-samar objek berwarna hitam yang sedang sembunyi di balik pohon nangka. Semakin saya lihat, warna hitamnya semakin membesar. “Oh, inikah hantu?” pikir saya. Ya, tentu dong! Namun penampakan singkat yang diakhiri dengan saya yang melengos dari pohon nangka itu menyimpan sebuah tanya. Bukannya setan dibelenggu di bulan puasa?

Advertisement

Padahal saat itu saya seratus persen percaya kalau semua setan benar-benar dipenjara dan diborgol di suatu rumah tahanan Tuhan. Ini membingungkan!

Hmmm, mungkin inilah belenggunya? via www.kiblat.net

Pak Ustaz dan mama saya sendiri pernah bilang: di bulan puasa nggak ada setan, mereka semua dibelenggu. Meski informasi ini berakhir dengan saya yang meminta penjelasan sebenarnya belenggu itu seperti apa, yang jelas, saya mempercayainya. Namun kepercayaan ini makin ambigu dengan bertemunya saya dengan sosok hitam di balik pohon nangka. Saya dilema, antara harus percaya ustaz dan mama saya lalu menganggap sosok hitam itu cuma kantong plastik hitam yang ditiup sampai besar, atau justru percaya dengan mata kepala sendiri dan mencari info lebih lanjut.

Terima kasih, masa kecilku yang sudah bijak untuk mendiskusikan ini kepada orang yang jauh lebih paham. Saya memutuskan tanya ke bapak saya yang juga mengerti soal hadis dan ayat yang berkaitan

Masih ada jin, kawan, bersiaplah! via islamudina.com

Saya bukan ahli agama, tapi setidaknya saya ingin mencari tahu soal ini dan biarkan saya bercerita dari sudut pandang orang awam. Setan bukanlah hantu, mungkin saja seekor jin yang saat itu berwujud hitam yang mencoba menakuti saya. Mereka juga makhluk halus serupa yang bisa menampakkan diri sebagai kuntilanak, pocong, sampai genderuwo. Kalau kata bapak saya sih, Jin itu nggak bisa ditebak, kalau mau jahil ya jahil aja, jadi nggak usah diurusin deh! Akhirnya saya paham dan percaya kalau sosok mengerikan itu tetap ada di bulan puasa.

Memutuskan move on dan nggak peduli lagi mau bulan puasa atau nggak, kalau penampakan, ya, penampakan, hadapi saja. Kunci biar nggak ditakut-takuti adalah dengan menjadi pemberani

Jadilah pemberani! via geekty.com

Advertisement

Bukan dengan mengunci diri di kamar, menyalakan lampu seterang mungkin, dan minta ditemani. Cara paling ampuh untuk nggak takut lagi dengan hal-hal gaib mungkin hanya dengan berani. Layaknya godaan terhadap hawa nafsu, godaan untuk menjadi takut itu bisa melemahkan keimanan. Coba deh pikirkan kalau saya jadi ketakutan setelah lihat sosok hitam dan besoknya nggak mau tadarus lagi? Nggak mungkin saya bisa khataman begitu lulus SD.

Begitu juga dengan kalian yang sedang getol-getolnya jadi relawan bangunin sahur, jadi orang yang sigap azan subuh, memasak santap sahur sebelum semuanya bangun, bahkan iktikaf semalaman di masjid. Selalu #upgradedirimu dengan mengalahkan rasa takut dan rasa malas yang ada di diri sendiri. Kegiatan malam di bulan puasa memang sama mencekam dengan hari-hari biasa, tapi nggak apa-apa, kali ini bisa ramean. 😀

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

Editor

Senois.

CLOSE