Pernikahan merupakan momen bahagia yang tak terkira. Hari di mana dua sejoli mengikat hubungannya ke jenjang serius untuk membina rumah tangga tak akan dilewatkan begitu saja. Banyak kerabat yang datang mengucapkan selamat dan doa. Tentu hal tersebut sebagai ungkapan kebahagiaan mereka terhadap pengantin dan kedua keluarga. Sayangnya kisah pilu mewarnai hari pernikahan salah satu pasangan Batak, yakni Andry Pasaribu dan Liyana Pangaribuan.

Pasangan yang menikah pada 13 Agustus 2016 ini seharusnya menikah di gedung Bagas Raya Cibinong, Jawa Barat. Namun apa daya, kondisi mempelai wanita – Liyana Pangaribuan tak memungkinkan. Tepat pada hari pernikahannya, Liyana masuk rumah sakit dan pemberkatan pun dilakukan di sana. Sakit tak membuat Liyana patah arang, malah dia minta Andry Pasaribu – mempelai pria untuk membawanya ke lokasi berlangsungnya resepsi pernikahan mereka. Para tamu pun terharu dan sedih dengan kedatangan Andry yang menggendong Liyana masuk ke gedung resepsi.

Kisah Andry Pasaribu dan Liyana Pangaribuan ini pun diunggah ke media sosial (medsos) akun Facebook KeselamatanKu Yesus Kristus dan langsung menjadi viral. Banyak netizen bersimpati atas perjuangan mereka pada hari bahagianya ini. Simak kisah selengkapnya berikut ini ya.

Telah kenal kurang lebih 10 tahun membuat Andry Pasaribu dan Liyana Pangaribuan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan

telah 10 tahun saling mengenal via www.facebook.com

Andry Pasaribu dan Liyana Pangaribuan telah saling kenal kurang lebih 10 tahun. Rasa cinta dan sayang keduanya membuat mereka memutuskan untuk memantapkan hubungan ke jenjang pernikahan. Sang fotografer yang menceritakan kisah ini melalui Facebook mengatakan bahwa pada 8 Februari 2016 dirinya bertemu dengan Andry dan Liyana di Graha Cijantung, Jakarta Timur. Pertemuan itu dilakukan untuk membahas soal foto dan video, mulai dari acara Martumpol hingga pernikahan nanti.

Seperti pernikahan adat Batak, mereka pun mengadakan acara Martumpol dan Martonggoraja. Suasana meriah dan banyak tamu yang datang

Advertisement

tangis pilu saat resepsi via www.facebook.com

Beberapa saat setelah pertemuan dengan sang fotografer, Andry Pasaribu dan Liyana Pangaribuan mengadakan acara Martumpol pada 8 Juli 2016 di HKBP Ciluer, Bogor, Jawa Barat. Acara pun berjalan lancar dan penuh sukacita. Keduanya terlihat sebagai pasangan yang serasi, Andry dikenal baik dan sebagai pria pun sopan, demikian juga Liyana. Kemudian setelah Martumpol, acara berlanjut dengan acara Martonggoraja. Kemeriahan pun makin menjadi dengan keceriaan para tamu yang hadir.

Tepat pada hari pernikahannya, Liyana Pangaribuan masuk rumah sakit. Pemberkatan pun berlangsung di sana, sontak suasana haru tercipta

saat pemberkatan ~ via www.facebook.com

“Abang tidak boleh nangis.” – pinta Liyana

”Aku akan selalu menyayangimu mencintaimu dalam suka maupun duka. Sehat sehat lah kau istriku, panjang umurlah kau istriku.” – jawab Andry,

seperti dikutip dari facebook.com

Sejak pagi hari calon mempelai wanita dikabarkan masuk rumah sakit. Para kerabat pun berdatangan ke rumah Liyana untuk menunggu kabar selanjutnya. Tak lama, pemberkatan diputuskan agar diadakan di rumah sakit yang berada di Ciluer, Bogor, Jawa Barat pukul 11.04. Suasana haru pun menyelimuti dan para kerabat yang hadir hanya bisa menahan air matanya sesuai permintaan Liyana. Dirinya yang sedang berbaring menginginkan tak ada yang bersedih. Namun para kerabat makin tak dapat menahan tangis ketika mereka mulai saling bertukar cincin. Sambil mengecup kening Liyana, Andry menjawab pertanyaan Liyana:

”Iya de abang ikhlas apa pun keadaannya abang ikhlas,” – ujar Andry,

seperti dikutip dari facebook.com

Meski dokter dan pihak rumah sakit melarang, semangat Liyana untuk berada di pelaminan resepsi pernikahan tak bisa ditahan. Dia pun digendong Andry saat memasuki gedung. Tak pelak, para tamu menangis

suasana mengharukan via www.facebook.com

”Aku kuat bang Andry. Aku ingin lihat pesta saya dan bang Andry aku ingin lihat gedung itu,” – kata Liyana,

seperti dikutip dari facebook.com 

Kondisi Liyana Pangaribuan yang masih lemah dan tak boleh beranjak dari bangsal rumah sakit, tak mematahkan keinginannya untuk berada di lokasi acara pernikahannya. Karena kemauannya yang begitu kuat, akhirnya para kerabat membawa Liyana ke gedung Bagas Raya Cibinong, Jawa Barat. Liyana yang lemas pun digendong oleh Andry saat memasuki gedung sambil tangannya diinfus pukul 14.00. Para tamu yang hadir pun menangis melihatnya. Apalagi saat di pelaminan Liyana hanya bisa berbaring menyaksikan pesta pernikahannya.

Tangis pun bercucuran dan membuat suasana makin haru ketika Ulos Hela tiba dengan tangan Liyana yang sedang diinfus

saat ulos hela via www.facebook.com

Kondisi Liyana Pangaribuan yang sedang sakit itu tak membuat acara terhenti karena resepsi pernikahan adat Batak ini tetap berjalan sesuai jadwal. Suasana makin harus ketika Ulos Hela dilakukan, banyak sekali kerabat yang ingin mengabadikan momen itu. Air mata pun membasahi pipi pengantin, keluarga, dan para tamu. Tak lupa, orangtua Liyana berpesan kepada anak dan menantunya:

“Jadilah pasangan yang takut akan Tuhan sampai maut memisahkan,”

seperti dikutip dari facebook.com 

Apa yang terjadi pada Andry Pasaribu dan Liyana Pangaribuan ini salah satu dari sekian kisah dramatis pasangan yang terjadi beberapa saat menjelang pernikahan berlangsung. Mereka telah berhasil melewati ujian yang Tuhan berikan dalam memperkuat cinta dan sayang mereka. Selamat berbahagia untuk Andry dan Liyana.