Perpeloncoan Berkedok Ospek Dan Pengenalan Lingkungan Sekolah Itu Ada Gak Sih Manfaatnya?

Hari pertama masuk sekolah atau pun univeristas, pasti menyenangkan sekaligus mendebarkan dan merepotkan. Yup! Sehari sebelumnya, dari pagi sampai malam kamu disibukkan dengan membuat prakarya heboh; bola plastik yang dibelah buat dijadikan ‘topi’ dan diberi gaya agar mirip Gatot Kaca; kertas karton warna-warni yang disulap jadi tanda pengenal raksasa; karung goni untuk tas yang diisi berbagai macam alat tulis; makanan aneh-aneh seperti telur ceplok yang kuningnya di luar dan lain sebagainya.

Advertisement

Belum lagi harus menghapal salam-salam ospek dengan tariannya yang nggak jauh beda dengan acara joged-joged di televisi. Duh, ini sebenarnya mau masuk sekolah untuk cari ilmu kok malah didandani konyol begini sih?

Katanya sih untuk meningkatkan rasa solidaritas, kedisiplinan, kreativitas, ketahanan diri, serta membentuk karakter yang bla bla bla…

Untuk membentuk karakter katanya via faaaaadil.files.wordpress.com

Membentuk karakter? Karakter apa?!

Berkali-kali kamu bertanya apa gunanya sih ikut beginian? Kamu pun mendapat jawaban yang sangat normatif yang berbunyi: “untuk membantuk karakter diri”. Tanpa pernah paham apa hubungannya pakai atribut aneh dan dibentak-bentak dengan menjadi orang yang lebih baik?

Advertisement

Mungkin maksudnya dengan berdandan konyol semacam itu, kamu akan terbentuk menjadi karakter yang tahan malu dan cuek walau kamu sadar bahwa kamu telah melakukan tindakan yang memalukan sekalipun. Korupsi, misalnya.

Selain itu, ospek juga dijadikan ‘sarana’ untuk pengenalan dan menyesuaikan diri di lingkungan belajar yang baru.

Semuanya harus tunduuuuk!!!

Semuanya harus tunduuuuk!!! via anjarnurhadi.wordpress.com

Konon tujuan ospek ini baik yakni memperkenalkan peserta didik yang baru pada lingkungan belajar yang baru dan mungkin jauh berbeda dengan kondisi tempat belajar yang lama. Benar saja, kamu jadi mengenal mana kakak senior yang tampangnya belagu dan suka bentak-bentak. Kamu juga dibentuk agar menghormati (atau takut?) orang yang lebih tua dan menuruti semua permintaannya sekalipun permintaannya aneh, seperti berbicara sendiri dengan dinding. Ya mungkin memang ini yang ingin diperkenalkan, lingkungan belajar yang penuh tekanan.

Kegembiraan beraroma balas dendam: “Yey! Ospek telah usai, tahun depan giliran aku yang memplonco adik kelas!”

Selesai ospek muka langsung girang

Selesai ospek muka langsung girang via kanisyapraja.blogspot.com

Perasaan gembira pun kamu rasakan ketika masa orientasi yang menegangkan sekaligus melelahkan telah berlalu. Kamu benar-benar telah diterima menjadi warga sekolahmu yang baru. Tahun selanjutnya, saat kamu menjadi kakak kelas, kamu pun memanfaatkannya untuk ‘balas dendam’ pada adik-adik kelasmu.
“Dulu aku pas awal masuk disuruh nyanyi di tengah lapangan kalau nggak, nggak dapet tanda tangan. Sekarang giliranku nyuruh mereka ngelakuin apapun demi tanda tanganku!”
Dan begitu seterusnya…
“Ini kan sudah tradisi masuk sekolah ini memang ospeknya sadis.”

Di negara lain masa orientasi untuk murid baru tetap ada, tapi bentuknya sangat jauh berbeda…

Banyak kegiatan menyenangkan yang bisa digunakan untuk kegiatan ospek

Banyak kegiatan menyenangkan yang bisa digunakan untuk ospek via www.outbound-jogja.net

Masa orientasi kampus/sekolah untuk angkatan baru bukan hanya terjadi di Indonesia saja, di negara-negara lain juga ada, kok. Tentu saja bentuknya jauh berbeda dengan masa orientasi yang pernah kita, anak yang seumur hidup sekolah di Indonesia, alami. Kegiatan-kegiatan seperti kerja kelompok atau outbond menjadi kegiatan orientasi di negara lain.

Di Australia, siswa baru diajak menikmati sejumlah unjuk bakat dari para senior mereka sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan orientasi di Australia

Kegiatan orientasi di Australia via international.curtin.edu.au

Beberapa universitas di Australia mewajibkan siswa baru untuk masuk seminggu sebelum kelas belajar dimulai. Pada minggu tersebut, para siswa baru dapat menikmati berbagai kegiatan kampus. Ada konser atau pesta untuk menyambut kedatangan mereka. Ada pula penampilan aktivitas sosial yang dilakukan bersama. Puncak acara orientasi beberapa universitas di Australia juga sangat meriah dan menarik minat banyak orang. Tak hanya mahasiswa, masyarakat umum pun boleh ikut menyaksikan.

Organisasi mahasiswa di Finlandia secara independen mengadakan aktivitas orientasi untuk mahasiswa baru.

Saling berkenalan dengan senyuman bukan dibawah tekanan

Saling berkenalan dengan senyuman bukan dibawah tekanan via www.min-habirautengah.sch.id

Setiap departemen organisasi mahasiswa di beberapa universitas di Finlandia, mengadakan berbagai aktivitas orientasi untuk mahasiswa baru. Siswa baru dibagi dalam beberapa kelompok kemudian didampingi seorang tutor dari siswa yang lebih senior untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas bersama kelompoknya. Aktivitas yang mereka lakukan bisa bermacam-macam. Mulai dari diberi pengarahan tentang kehidupan kampus yang baru, keliling area kampus, olahraga, dan bermacam-macam. Jangan lupa, Finladia merupakan negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia dan mereka tidak perlu menggunakan perpeloncoan untuk masa orientasi siswa baru. FAKTA!

Sosialisasi tentang safe sex dan drink safe dilakukan di Freshers’ Week Irlandia.

Ditutup dengan pesta kostum

Ditutup dengan pesta kostum via blogs.nottingham.ac.uk

Kegiatan orientasi mahasiswa baru diberi nama Freshers’ Week di Irlandia. Dalam waktu satu minggu, mahasiswa baru tidak hanya diberi kesempatan untuk mengenal universitas tempatnya akan belajar, namun juga mengetahui kota tempat universitasnya berada. Ini sangat menarik, karena pastinya banyak mahasiswa yang berasal dari luar kota atau bahkan luar negeri yang masih belum dapat beradaptasi penuh. Selain konser musik yang juga sering diadakan, ada juga kegiatan sosialisasi yang diadakan agar mahasiswa bisa saling mengenal dan berteman. Kalau dibayangkan, mungkin di kegiatan ini, kamu bisa menemukan gank baru di universitas.

Di pekan ini, berbagai perkumpulan mahasiswa juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri pada mahasiswa baru. Berbagai perkumpulan mendirikan tenda untuk mencari anggota baru yang tertarik pada bidang yang sama. Yang menarik, selain sosialisasi kegiatan kampus, pada kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan seks yang aman dengan memberikan selebaran dan kondom gratis. Mereka juga menggelar kampanye drink safe yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran penyakit seksual dan mengurangi jumlah pemabuk.

Selain kekerasan fisik, kekerasan verbal dan bermacam perpeloncoan lain, masih ada banyak cara yang bisa digunakan sebagai kegiatan saat masa orientasi. Kalau kamu sendiri lebih suka kegiatan orientasi yang seperti apa sih?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

46 Comments

  1. Ganis Rumpoko, tulisannya selalu berbobot, lanjutkan!
    anyway saya juga nggak setuju dengan yang namanya ospek atau mos yang sistemnya masih perpeloncoan. Sama sekali nggak ada gunanya.
    tiap tahun pasti ada aja yang jadi korban (meninggal)
    tetapi sistem ini masih terus dijalankan

  2. Nur Fatimah berkata:

    Saya setuju banget sama artikel ini.. But APA mos model begituan dijadiin tradisi.. Ngga ada manfaatnya.. Ngga mendidik..

  3. kalo yg di suruh bawa ini itu, bukannya yg di OSPEK yg ribet, malah orang tuanya yg ribet, kan kasihan

  4. Baca nih yaaa. Udh di sindir dari tahun kemarin. Ttp aja ada yg ngotot pake atribut. Think global dek

  5. Saya setuju dengan ada konsep MOS dan Ospek sebagainya. Sewaktu SMA Ospek saya cukup keras, memang tidak berpengaruh terhadap cara belajar, tapi berpengaruhterhadap cara menghormati dan berperilaku terhadap orang yang lebih tua, tata krama dan sopan santun.

    Begitu saya lulus, kabarnya sekolah saya ospek sudah tidak ada ospek, yang ada mereka jadi tidak tahu cara bagaimana berperilaku terhadap yang lebih tua.

    Kalau Ospek yang pake kekerasan itu emang bangsat sih, tapi kl cuman sekedar dibentak, bawa karung goni, dan atribut lainnya gak masalah lah. Justru disitu seru yang bisa buat bahan cerita kalo lagi kumpul-kumpul ngobrol beberapa tahun kedepan

  6. Indra berkata:

    jadi maksa pengen dihargai gitu om?

  7. Yogie Ef berkata:

    respect is earned not given…

  8. Varian Jonathan berkata:

    ospek di kampus masih disuruh-suruh bikin atribut. cuman kalo dipikir-pikir lagi emang ada manfaatnya : manajemen waktu, kerja sama tim, kritis dsb. kalo pake kekerasan emang udah kurang ajar

  9. Stanley berkata:

    yah saya produk maba yang di plonco dan tahun berikut nya saya tergabung dalam kepanitian yg memplonco maba…saya akui itu cara yg sangat2 ketinggalan jaman,tradisional, uda ga mendukung sistem pendidikan..bener sih masih ada sisi positif nya..tapi tetep masi bnyk cara orientasi yg lebih efektif dan efisisen serta lebih optimal utk mentransformasikan nilai dan mengembangkan pola pikir utk persiapan maba menghadapi kehidupan kampus..

  10. MOS untuk siswa bari sbnrnya mmang sangat prlu, tp caranya aja yg salah d beberapa sekolah. karena tujuan MOS adalah untuk memperkenal kan lingkungan sekolah kpd siswa baru. kalaupun mau mendidik melalui media atribut, sebaiknya atribut yg medidik dan bersifat nasionalisme, kalau memang senior menyuruh menggunakan atribut yang aneh2 sebelum dituruti ada baiknya ditanyakan dulu makna dan manfaat dr atribut trsbut..

CLOSE