Lika-liku saling pinjam uang memang jadi masalah yang nggak pernah selesai dibahas. Di satu sisi seseorang mungkin benar-benar membutuhkan bantuan, di sisi lain ada sangsi bahwa uang nggak bakal dikembalikan.

Sering kali orang yang pinjam uang justru jauh lebih galak daripada yang dipinjami. Nagih utang pun jadi sesuatu yang mengerikan. Lain dari soal nagih utang, warganet di bawah ini justru dapat masalah sebelum dia benar-benar minjamin uang. Simak uraian Hipwee Hiburan berikut!

Sebuah percakapan WhatsApp mulai viral di media sosial. Memperlihatkan basa-basinya orang pinjam uang dengan bahasa Jawa

Kawan lama yang tiba-tiba datang dengan sejuta pujian. via twitter.com

Advertisement

Awal mulanya sih dibuka dengan salam yang baik. Nggak lupa melempar pujian kalau temannya sekarang tambah cantik. Klasik, ya. Kemudian percakapan pun merembet ke hal-hal yang lebih serius, mulai dari meminta pertolongan, dan memberitaukan kalau hampir puasa serta lebaran kebutuhan semakin meningkat.

“Ini kan mau puasa dan lebaran, dek. Posisiku sekarang Mbk Pitri di rumah lagi nggak punya kerjaan. Ngurusin Aldi dan Rafa di rumah. Ingin buka usaha kecil-kecilan dek. Tapi aku belum punya modal. Misal Mbak Pitri pinjam uang kamu dulu gimana dek? Habis lebaran aku kembalikan.”

“Berapa Mbak Pit?”

“5 juta aja dek.”

“Ya Allah, Mbak Pit, banyak banget. Nggak punya sebanyak itu. Kalau 300 atau 500 inshAllah ada. Kalau segitu beneran mbak nggak punya.”

“Masak nggak ada 5000 aja?”

“Nggak ada, Mbak.”

“Nggak usah takut nggak aku balikin, Dek. Tenang aja.”

Lama-lama entah kenapa, yang pinjam uang justru makin maksa. Mulai dari mengatai kawannya pelit sampai mengeluarkan kata kasar. Hmmm, segitunya~

Plot twist. via twitter.com

Si calon peminjam awalnya nggak percaya kalau kawannya beneran nggak bisa meminjaminya uang. Sampai kemudian dia mulai membawa nominal gajinya ke perdebatan dan mengatainya pelit. “Masak gaji 8 juta sebulan mau minjemin orang yang butuh 5juta aja nggak boleh?”

Advertisement

Padahal kita nggak pernah tahu kebutuhan seseorang. Mau digaji berapa pun sebulan, kalau kebutuhannya banyak, berkirim ke orang tua, atau sudah digunakan untuk cicilan dan keperluan mendadak, tentu sisanya nggak ada lagi. Selain itu, tentu meminjamkan uang kepada orang lain nggak pernah jadi sebuah kewajiban dong, apalagi kalau dipaksa, ya, tentu nggak bisa. Uang yang kita peroleh adalah hak kita, ada atau nggak adanya uang kalau nggak mau meminjamkan, itu juga hak kita.

Memang sih ritual pinjam meminjam uang itu wajar. Tapi kalau belum minjam aja udah galak-galak, gimana si peminjam mau percaya?

Nih, uang… via techblogcorner.com

Saling pinjam uang itu hal yang wajar. Namun ritual ini tentu didasari rasa saling percaya antara kedua belah pihak dan niatan saling membantu apabila kondisinya nanti dibalik. Kalau seolah ada nomor baru yang menghubungimu, mengaku temanmu, dan tiba-tiba pinjam uang dengan nominal cukup besar, tentu hal ini malah mengundang curiga. Jangan-jangan memang ada niatan jahat di sana.

Apalagi kalau yang mau pinjam uang justru lebih galak. Hmmm, boro-boro mau percaya, ngobrol lagi sama dia aja udah risih, kan?

Sedang butuh uang atau sedang nggak ingin meminjamkan uang, sebenarnya ada tata kramanya. Meskipun potongan chat di atas belum diketahui kebenarannya, rekayasa atau bukan, realitas yang coba ditampilkan dari potongan percakapan itu memang sering kita temui di kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya