Lagi asik main layangan di lapangan kompleks, tiba-tiba ada mobil boks datang ke rumah. Ternyata, mereka mengantar televisi baru layar datar yang warnanya lebih tajem. Asyik, berarti bentar lagi kalau nonton televisi nggak layar cembung lagi nih, pikirmu.  Yang membuat kamu lebih senang bukanlah televisi baru yang akan menemanimu nonton doraemon di minggu pagi melainkan plastik yang melapisi televisi tersebut. Plastik bergelembung tersebut tampak berkilau dan begitu menggoda. Setelah mas-mas teknisi yang mengantar itu memasang televisi barumu dengan sempurna, buru-buru plastik bergelembung yang melapisinya tersebut kamu amankan sebelum ditemukan adik atau kakakmu yang juga menginginkannya. Niat main layangan pun batal, berubah jadi sibuk mencet-mencet gelembung yang ada di plastik tersebut.

Begitulah kira-kira gambaran masa kecilmu yang begitu bahagia ketika melihat bubble pop wrap atau plastik bergelembung yang biasanya menjadi pembungkus barang-barang elektronik. Pada saat itu hidupmu masih sangat indah dengan sore hari bermain layangan, sepak bola, petak umpet, dan lain sebagainya bersama teman-teman satu lingkungan. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, permainan-permainan yang menemani masa kecilmu pun hilang. Benda-benda yang sangat hits di era mu telah tergantikan. Tak ketinggalan juga dengan bubble pop wrap yang mungkin sebentar lagi akan menjadi barang langka dan tidak bisa kamu ‘pencet-pencet’ lagi.

Kabar yang sangat-sangat buruk: pembuat bubble wrap meluncurkan pembungkus versi baru yang tidak sama sekali gak ‘pop’.

Sudah nggak bisa begini lagi nih

Sudah nggak bisa begini lagi nih via www.roubinek.net

Advertisement

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Sealed Air, perusahaan asli pembuat bubble wrap, meluncurkan versi baru dari pembungkus gelembung dengan gelembung yang tidak dapat diletuskan. Desain baru yang akan diliris dalam bentuk lembaran ini akan lebih mudah disimpan dan dikirim pada suatu waktu, karena gak makan ruang yang banyak. Perusahaan yang menggunakan produk baru ini akan mengembangkan lembaran dengan menggunakan pompa kustom yang disediakan oleh Sealed Air.

Wah, payah nih Sealed Air! Jadi kita nggak bisa letup-letupan bubble wrap lagi dong! Gak ada yang dipencet lagi dong…

Untuk itu, mari kita mengenang memori bersama bubble wrap pop yang sangat indah & menyenangkan!

Ini menyenangkan!

Ini menyenangkan! via www.dailyedge.ie

Saat pertama kali melihatnya, yaitu saat temanmu memberikan kado yang dibungkus dengan plastik bergelembung. Isi kado piring cantik tersebut sepertinya kalah menarik dengan plastik bergelembung yang menjadi pembungkusnya. Kenyal-kenyal imut gimanaaaa gitu~ Dengan semangat, kamu memenceti gelembung-gelembung dalam plastik tersebut.

Kadang, kamu terlalu bersemangat sampai menginjak-injaknya. Pop pop pop pop!

Hih gemes!!!

Hih gemes!!! via www.sodahead.com

Advertisement

Entah apa yang bikin kamu begitu semangat untuk meletuskan semua gelembung di plastik tersebut. Kadang dengan tangan saja tidak cukup. Kamu perlu menaruh plastik bergelembung itu lantai kemudian meloncat-loncat di atasnya. Dan, bunyinya benar-benar menggemaskan!

Kamu sering jaim & merasa sudah dewasa… sampai menemukan kembali bubble wrap dan kamu pun kembali menjadi liar.

Gimana lagi dong? Hehe

Gimana lagi dong? Hehe via www.funnymemes.net

Memang sih umur udah kepala dua (bahkan hampir tiga), tapi tiap kali beli barang yang ada plastik itu rasanya kok jadi tetep pengen pencet-pencet sih. Gemes!

Sampai ada yang ramai-ramai memecahkan bubble wrap pop dan dicatat di museum rekor dunia.

Siswa UC Riverside memecahkan rekor dunia dalam meletuskan plastik bergelembung dengan orang terbanyak dan dalam waktu selama dua menit.

Ada juga yang meletuskan gelembung plastiknya dengan melindasnya dengan sepeda.

Eric Buss seorang pesulap komedian menggunggah video dirinya meletuskan plastik bergelembung dengan melindasnya dengan sepeda. Coba dengarkan bunyi yang dia hasilkan, rasanya pingin ikutan meletusin deh!

Selamat tinggal bubble pop wrap, kini kami akan mengenangmu lewat versi mainan aja 🙁

Versi mainannya

Versi mainannya via www.telegraph.co.uk

Bentuknya sebesar gantungan kunci dan berwarna-warni. Bulat-bulatnya sih sama, tapi bunyi dan rasanya, sama sekali berbeda!

Atau versi video game-nya…

Video game bubble wrap

Video game bubble wrap via www.engadget.com

Tapi apa esensinya kalau kayak gini? Bubble wrap itu menarik karena menggunakan indera peraba, pendengaran, dan perasa. Ini sih cuma imajinasi saja.

Entah lah bagaimana nanti kita menjelaskan pada anak cucu kita tentang kenikmatan bermain bubble wrap pop jika mereka hanya tahu lewat versi mainan dan video game saja. Bagaimana pun, terima kasih bubble wrap pop karena telah menjadi pelampiasan kegemasan kita selama bertahun-tahun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya