Apa sih yang kamu tahu soal program studi Desain Komunikasi Visual (DKV)? Pasti tak jauh-jauh dari soal mendesain dan menggambar, karena dari namanya saja sudah ketahuan.

Tapi siapa bilang hidup mahasiswa DKV cuma berkutat sama soal desain dan menggambar? Berikut ini adalah cerita dari  pembaca Hipwee, Ichsan Ramadhani. Dia akan berbagi informasi tentang kehidupan yang dialaminya selama menjadi mahasiswa DKV. Simak yuk bagaimana kisahnya!

Advertisement

Jadi desainer itu menyenangkan. Cuma modal komputer/laptop, kursi, dan kopi, kita bisa menghasilkan banyak uang. Enaknya lagi, kalau udah jago desain bukan kita yang harus mencari pekerjaan, tapi pekerjaan yang mencari kita. Doktrin-doktrin seperti inilah yang membuat banyak anak muda yang baru lulus SMA minat masuk ke sekolah desain.

Padahal yang namanya sekolah desain gak melulu gampang. Nih, sisi-sisi kehidupan yang perlu kalian tahu dari para mahasiswa jurusan DKV!

DKV: Dari Namanya Aja Kedengarannya Udah Keren!

Namanya aja udah keren (dokumen pribadi)

Namanya aja udah keren (dokumen pribadi) via hipwee.com

Advertisement

Yang pertama terlintas di otakmu ketika mendengar jurusan DKV, kamu akan mengangap jurusan ini keren banget. Namanya singkat dan penuh makna, apalagi ada embel-embel kata “visual”, membuat jurusan ini semakin keren di matamu.

Mungkin waktu itu kamu langsung kesengsem dan browsing semalaman buat mencari informasi tentang DKV. Apa aja sih pelajarannya? Gimana dosen-dosennya? Kalau prospek kerja alumninya? Info yang positif dari Google sukses membuat kamu terdiam sebelum berkata:

“Gue harus jadi anak DKV, harus!”

Padahal, Kamu Cuma Belum Sadar Saja Bahwa Ada Tumpukan Tugas dan Sachet-Sachet Kopi yang Sudah Menunggumu

Profil anak DKV (credit: Bagus Prasetyo)

Profil anak DKV (credit: Bagus Prasetyo) via scumbagoes.wordpress.com

Begitu dinyatakan lulus dan resmi menjadi mahasiswa DKV, kamu akan merasa sangat bangga. Kamu mulai pamer dan mengganti tempat belajar di profil Facebook dengan Jurusan DKV, mengganti bio di Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya dengan embel-embel mahasiswa DKV.

Tapi, jauh di depan sana kalian tidak sadar bahwa kalian baru saja memasuki gerbang kegelapan. Istana kegelapan yang kalian masuki adalah milik Tuan BEGADANG dan Nona KOPI HITAM.

Masa Ospek yang Kejam Pun Perlahan Kamu Rindukan… Karena Tuntutan Akademik Ternyata Lebih Kejam

Ucapkan selamat datang pada tugas-tugas yang menumpuk (dokumen pribadi)

Ucapkan selamat datang pada tugas-tugas yang menumpuk (dokumen pribadi) via hipwee.com

Pada saat ospek, kamu akan sering merasa bosan dan menginginkan agar kegiatan ini segera berakhir. Padahal setelah ospek berakhir, kamu para mahasiswa baru jurusan DKV akan langsung dihadapkan dengan beragam tugas yang tidak pernah kamu kerjakan sebelumnya.

Kamu mulai stres berjamaah dan ingin mengulang kembali masa-masa ospek kampus. Nggak papa deh, kakak tingkatnya kejam dan suka marah-marah. Daripada harus begadang demi mengerjakan tugas Nirmana yang sampai sekarang kamu nggak tau maknanya apa!

Tuntutan Akademikmu Pun Berbeda 180 Derajat dari Ekspektasimu Sebelumnya…

Anak DKV juga gambar dan desain manual

Anak DKV juga gambar dan desain manual via binus.ac.id

Karena ada kata desain, komunikasi, dan visual, kamu lantas mengangap bahwa DKV adalah jurusan yang kekinian dan “teknologi banget”.

Padahal, itu semua juga gak sepenuhnya benar. Di semester awal kamu akan dipusingkan dengan segala tugas yang sifatnya manual. Mulai dari membuat sketsa manual dengan pensil, pulpen atau tinta bak, sampai membuat tipografi di berbagai macam media kertas. Mulai dari kertas polos … sampai kertas berserat dan bertekstur yang ngedapetinnya mesti puasa tujuh hari tujuh malam dulu saking susahnya.

Belum lagi ada tugas NIRMANA yang nggak jelas apa faedahnya!

Kamu: “Pak, sebenernya arti NIRMANA itu apa sih Pak?”

Pak Dosen: “Yaaaa…. intinya NIRMANA itu sebuah bentuk yang tidak berbentuk!”

Kamu: “Dan intinya ini adalah jurusan yang tidak jelas.”

PS: Ini nih yang namanya NIRMANA…

Bentuk tak berbentuk

Bentuk tak berbentuk via everlastingdie.blogspot.com

DKV Bukan Jurusan yang Berkutat di Urusan Menggambar dan Menggambar Saja

mengaambar dan menggambar

menggambar dan menggambar via www.uksw.edu

*Menatap nanar ke lembar KRS dan jadwal kuliah*

Senin jam 13.00 – 15.30 : Bahasa Indonesia Keilmuan

Rabu jam 16.00 – 17.30 : Pengantar Ilmu Filsafat

Mikir keras: SEBENERNYA GUE ANAK DESAIN APA ANAK SASTRAAAAA??? *krisis eksistensi*

Sementara, Orang Awam Akan Menganggapmu Jago Gambar atau Desain Semua Hal di Alam Raya Ini

dikira bisa desain dan gambar semua hal

dikira bisa desain dan gambar semua hal via fsrd.isi-ska.ac.id

Memeluk status sebagai anak DKV, sebuah stereotip sosial yang tak terbantahkan akan menghampirimu. Teman-teman dan keluarga yang tahu jurusan kuliahmu akan menganggap kamu pasti super kreatif dan bisa mendesain segala hal. Mulai dari kartu nama, kartu ucapan, sampai kartu undangan untuk acara nikahan mantan~~~ HUFT HUFT HUFT

Yang paling nyebelin juga ini nih:

Temen : “Bro, thanks ya kemarin desain kaosnya. Temen-temen panitia di kampus gua pada suka.”

Kamu : “Boleh dong duitnya… akhir bulan nih Bro.”

Temen: “Loh? Emang bayar ya? Kan lu temen gua?”

Kamu (dalam hati) : “APAAN… gua bikinnya udah hampir gila. Lu ga bayar, gua kepret nih jadi abu!”

Anak DKV yang ngebet cari pacar harus gigit jari. Tugas-tugasmu terlalu posesif, bahkan untuk membiarkanmu mencari teman dari jurusan lain

Tak ada keterbukaan dan kepercayaan

Mungkin pasangan ini bertengkar karena salah satu dari mereka anak DKV via www.huffingtonpost.com

Hayooo, siapa yang dulu pas zaman SMA-nya ngebet banget “melepas keculunan” dengan cari pacar di bangku kuliah? Kalau kamu masuk DKV, kamu SALAH LANGKAH! Di DKV sih, mana sempat cari pacaaar? Cari teman dari jurusan lain aja nyaris mustahil!

*miris*

Tapi Kamu Tetap Berbusung Dada, Karena Teman-Teman Sejurusanmu Saja Udah Oke Punya!

Berbagai macam latar belakang dan kemampuan (dokumen pribadi)

Berbagai macam latar belakang dan kemampuan (dokumen pribadi) via hipwee.com

Setelah masa ospek berakhir, kamu akan mulai dibagi menjadi beberapa kelas, dan disetiap kelas kamu akan menemukan teman dari latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang sudah jago dan paham betul tentang animasi 2D, ada yang sangat hobi menggambar sketsa, ada yang sukanya menggambar hentai anime, dan ada pula yang udah main aja di software animasi 3D.

Teman-teman yang keren ini membuat kamu merasa seperti ada di sebuah dunia makanan berat. Mereka itu bakso Malang, pizza, mie ayam, cap cay, steak tenderloin dll. Sementara kamu? Cuma bawang goreng pelengkap rasa. Udah kecil, gak penting, gak semua orang bisa makan, lagi…

Untungnya sih anak-anak jurusanmu sangat baik dan ramah. Status yang senasib-sepenanggungan pun mengeratkan hubungan pertemanan kalian. Paling tidak kamu bersyukur, masih bisa punya teman-teman seperti mereka yang oke punya.

Teman-Teman Inilah yang Ada di Sisimu Saat Tugas Kuliah Semakin Terasa Tak Masuk Akal dan Gila

Tugasnya numpuk

Tugasnya numpuk via www.gopixpic.com

Di awal bulan mengemban status sebagai anak DKV, kamu akan mulai terbiasa dengan yang namanya begadang, telat ke kampus, dan nggak mandi pagi. Kamu tetap senang karena mengerjakannya bersama teman-teman sependeritaan.

Masuk di bulan ke-3 dan ke-4, melewati UTS dan mendekati UAS kamu akan berfikir bahwa mungkin tugas akan mereda, tapi faktanya tugas malah semakin banyak dan kamu semakin stres dibuatnya. Belum lagi jika ada dosen yang tidak bisa diajak berkompromi — tugas semakin sulit. Tidur adalah aktivitas mahal yang susah sekali didapatkan. Tapi tak mengapa, karenaaaaa? Kamu tak menderita sendirian!

Teman-Temanmu Jugalah yang Menenangkan Ketika Kamu Sudah Mulai Goyah dan Merasa Salah Jurusan

Kayanya gue salah jurusan deh! (dokumen pribadi)

Kayanya gue salah jurusan deh! (dokumen pribadi) via hipwee.com

Berhadapan dengan tugas yang itu-itu saja membuatmu jenuh, bosan dan mulai berpikir bahwa anak-anak dari jurusan lain terlihat lebih bahagia dan selalu bisa tertawa lepas se-lepas-lepasnya. Berbeda sekali dengan kamu yang selalu murung karena dibayangi oleh tugas yang selalu menumpuk setiap minggunya.

Di titik ini sangat wajar jika semangatmu pudar. Kamu lelah dan menyesal telah mencentang pilihan ‘DKV’-mu di lembar penerimaan mahasiswa baru. Apa yang kamu rasakan mungkin sudah menyerupai perasaan istri-istri muda yang disakiti suami-suami mereka:

“PULANGKAN SAJAAA AKU PADA IBUKUUU~~”

Nah, inilah krusialnya punya teman sesama mahasiswa DKV. Saat kamu sedang terpuruk-puruknya, semangatmu bisa terlecut lagi melihat mereka asyik dengan tugas masing-masing. Kamu pun mengunci mulut dan kembali berjuang terseok-seok. DKV, oh DKV…

Tapi Jika DKV Adalah Jiwamu, Kamu Akan Tetap Percaya Bahwa Semua Kesulitan Ini Ada Maknanya

Kerjakan dengan senyuman (dokumen pribadi)

Kerjakan dengan senyuman (dokumen pribadi) via hipwee.com

Semakin lama menjadi mahasiswa DKV, semakin terbiasa pula kamu dengan tugas-tugas rodinya. Tapi jika kamu mengerjakannya dengan kesenangan, tugas ini pun akan terasa menyenangkan.

Ilmu yang kamu dapatkan pun luar biasa. Kamu akan belajar tentang keharmonisan, keteraturan, dan keseimbangan lewat Nirmana. Kamu diajak berpikir lebih tajam dan dewasa lewat Filsafat. Kamu bisa mengapresiasi karya berkat Estetika; kamu pun akan mengomentari setiap iklan yang kamu lihat setelah mempelajari teori periklanan.

Kamu tak lagi mengeluhkan tugas-tugas mahasiswa DKV yang tidak manusiawi. Ya sudah, anggap saja memang sesuatu yang harus dikerjakan. Percuma ‘kan kalau pengerjaannya tak berjalan dengan rasa senang?

“Desain yang baik lahir dari senyum tulus desainernya.”

Oh, benar sekali: belajar di DKV telah membuatmu mengerti makna sebuah senyum tulus 🙂

Artikel ini ditulis oleh Ichsan Ramadhani, yang bisa kamu sapa langsung melalui blog situs pribadinya ayamsakit.com, atau akun Twitternya @ichsanrmdhni.

Mau menulis untuk Hipwee? Silakan simak caranya di sini!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya