Seorang mahasiswa asal Ubaya, Lisa Stefani mendadak viral lantaran menyelesaikan skripsi setebal lebih dari 1150 halaman dalam waktu 45 hari saja. Foto skripsi ini kemudian viral di media sosial saking kelihatan tebalnya. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram miliknya, Lisa Stefani sempat menceritakan bagaimana prosesnya dalam membuat tugas akhir.

View this post on Instagram

Karna belum pernah post hasil skripsi di feeds mkanya mumpung di post orang ku repost balik hahaa. Percayalah ini kerjanya cuma 1.5 bulan😅. Aprill awal jurnal sempet di tolak. Jd aku udh kerja sebelumnya sbnrnya, tapi karna ganti jurnal april awal ngulang jurnal baru tgl 10an trs kebut wawancara 5 informan dlm 3 hari posisi udh ada pengumumn lomba masuk 10besar dan said yes berangkat final. Lomba gabisa main2 sih jd udh mulai siap2 lomba dari tgl 15an sampai week 3. Week 4 akhir tgl 24 april kalau ga salah berangkat bandung smpe 29 april, 30 baru balek sby. Posisi lomba skripsi nganggur. Tepat 1 mei baru mulai kerja dari bab 1. 6 juni udh kmpul😅 puji Tuhan kelar #Repost @dailyubaya • • • • • • Skripsi paling GG se-Ubaya Skripsi yang disusun oleh @lisastefanny_ dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika ini tebalnya lebih dari 1150 halaman guys, wiihhh ini saking semangatnya si penyusun atau emang dia ga ada kerjaan selain ngerjain skripsi ya?

A post shared by by Lisa Stefanny (@lisastefanny_) on

Advertisement

Beragam komentar kocak dari warganet pun muncul. Mulai dari yang heran sampai yang nggak percaya banget kalau Lisa Stefani bisa menyusun skripsi setebal itu hanya dalam waktu 1,5 bulan. Sebenarnya Lisa sudah menjelaskan bahwa skripsinya bisa setebal itu karena bab 4 berisi 400 halaman dan lampirannya sendiri sekitar 600 halaman.

Tapi tenang, buat kamu yang tetap nggak terima karena hari-hari mengerjakan skripsimu terasa begitu berat dan nggak kayak Lisa Stefani. Berikut Hipwee Hiburan kasih referensi buat ngeles ketika dosen dan orang tuamu mulai bawa-bawa berita viral ini sebagai pembanding. Karena Hipwee Hiburan percaya, setiap orang punya proses yang berbeda-beda. Yok, simak!

1. Bisa kok selesai cepet, asal pembimbingnya standby 24 jam dan kalau di WhatsApp nggak cuma dibaca!

Semoga pembimbingmu nggak kaya Pak Supriyanto. via www.instagram.com

2. Kalau sehari lebih dari 24 jam, jelas bisa dong. Sayangnya, waktu yang dikasih Tuhan cuma segitu 😀

Kerja kelompok sampai malam, tapi rasanya belum selesai juga tugasnya. via 92newshd.tv

3. Aduh, kadang ada aja kendala bikin skripsi. Mulai dari laptopnya lemot atau rusak, informan susah diwawancara, sampai badan yang tumbang karena nggak punya duit kena batuk pilek~

Misal, mendadak laptop cuma bisa YouTube aja, kan, kasus tuh! via www.abc.net.au

4. Nggak semudah itu bikin skripsi. Revisi berkali-kali jelas bakal memakan waktu lebih dari 45 hari!

Lagi-lagi revisi, hmmm~ via www.wvnews.com

5. Mungkin Lisa Stefani ngetik skripsinya pakai ukuran font besar, spasinya dobel. Sedangkan rata-rata bikin pakai font kecil, Arial 10, spasi satu, margin 1 cm dan kertasnya kuarto, hmmm~ 😀

Kayaknya ngetik udah banyak kok nggak ganti-ganti halaman sih. via kopernik.info

6. Bukan karena apa, kadang yang bikin skripsi lama adalah godaan main-mainnya. Pas mau ngerjain diajak nongkrong, dibayarin lagi, mana bisa nolak, mumpung tanggal tua, euy!

Ketahuilah kalau nongkrong sambil bawa laptop seringnya nggak jadi ngerjain. via cimoymoy.blogspot.com

Semua orang memang mengalami fasenya masing-masing. Mungkin Lisa Stefani mampu mengerjakan skripsi selama 45 hari saja, tapi kita nggak akan pernah tahu perjuangan keras dan pengorbanan macam apa yang pernah dia lakukan.

Advertisement

Buat kamu yang lagi ngerjain skripsi tapi lagi-lagi revisian, lagi-lagi ganti judul, dan lagi-lagi dosen sibuk, nikmatilah proses tersebut dalam rangkah pendewasaan. Semangat, Guys~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya