Entah bagaimana, beberapa pasangan merasa perlu memiliki harta bersama demi sebuah simulasi aktivitas rumah tangga. Itu baik, karena yang namanya latihan harus dimulai sejak dini. Romantisme klasik akan mengatakan bahwa barang-barang itu adalah simbol yang akan menemani hubungan sampai ke pelaminan. Lagi-lagi, itu baik. Kepercayaan diri pasangan macam ini perlu diapresiasi. Celakanya, kalau-kalau (Enggak nyumpahin lho ya) ternyata, masing-masing berbeda jalan dan harus berpisah. Lalu bagaimana nasib harta tadi?  Kenyataanya sampai sekarang belum ada pengadilan formal yang mengurus harta gono gini dalam berpacaran.

Nah sebelum Nasi menjadi Bubur Cikini, ada baiknya, teman-teman sekalian memperhatikan cerita dibawah ini untuk menahan pembelian barang-barang bersama semasa pacaran. Demi masa depan yang jauh dari kegamangan.

1. Pikirnya sih pengen punya lucu-lucuan. Tapi kadang hewan peliharaan bersama malah rawan tak terurus setelah putus.

Tuh kan begitu jadinya via goodmorningamerica.tumblr.com

Baru pacaran udah pengen punya anak. Ini terbukti dari nafsu kalian untuk mendidik bersama hewan peliharaan. Semacam dianggap buah hati. Awalnya sih happy happy. Kalian terpukau dengan kelucuan Kitty yang pemalas; atau Brony yang kurangajar. Tapi seiring berjalan waktu. Pertengkaran mulai terpupuk. Kitty dan Brony cuma bisa planga plongo sambil ngeliatin “bapak ibunya” yang ngamuk-ngamuk.

Risalah, akhirnya putus juga. Lalu bagaimana nasib dua “anakmu”? Dibagi dua? Iya kalau pelihara dua. Nah kalau cuma satu? Gantian gitu? Nah, sebaiknya pikir-pikir dulu deh. Kalau emang mau pelihara sama-sama, tunggulah sejenak sampai sumpah setia terucap.

2. Beli handphone terus gantian pakenya. Biar makin mudah dihubungin. Ini malah bisa menimbulkan kecurigaan soal selingkuhan.

Advertisement

ciee handphone barengan via www.pinterest.com

Suatu ketika, masing-masing dari kalian kesulitan menghubungi satu sama lain. Lalu memutuskan untuk membeli handphone murahan. Alat itu cukup mempermudah, tapi mengundang bencana. Bukan apa-apa. Percayalah, masing-masing dari kalian akan mengalami situasi kepepet di mana handphone itu digunakan untuk menghubungi kerabat atau rekan kerja. Nah dari itu, bisa timbul fitnah dua arah yang tak berkesudahan. Handphone yang mempermudah, kepalang tanggung jadi medium pertengkaran.

Mending satu orang handphonennya dua aja deh, daripada dua orang handphonenya satu. Bikin repot. Alhasil, handphone dipensiunkan atau cinta kalian yang ditangguhkan. Pilih salah satu.

3. Novel milk bersama. Potensi baper kalau dia udah entah ke mana, dan kamu tiba-tiba pengen baca

Tuh kan cuma buat ciuman via i-live-for-little-moments.tumblr.com

“Eh yang, bagus ni, Beli yuk”

“Ya udh kamu aja”

“Kita beli satu aja buat berdua ya, ntar gantian”

“Oke boleh deh…”

Singkat cerita, kalian mulai membaca satu per satu sampai habis. Nah pas habis itulah, hubungan kalian juga habis tak bersisa. Novelnya masih di kamu, tergolek di sudut rak bukumu. Setiap melihatnya, kamu ingat dirinya. Mau dikasihin ke dia, eh dianya enggak mau, takut baper juga. Ya udah, tinggal kamu seorang yang menanggung kenangan.

4. Tabungan bersama. Pikirnya sih mau buat nikahan. Nah kalau dia-nya tiba-tiba udah tunangan sama yang lain?

Demi masa depan yang entah kapan via yeaharip.com

Sebenarnya bagus juga sih. Ada kesadaran bahwa biaya pernikahan enggak mahal dan cicilan rumah juga begitu menampar. Jadi deh kalian punya buku rekening yang namanya “nikahan” untuk persiapan masa depan. Tapi kenapa sih enggak kalian nabung di rekening masing-masing terus waktu mau tunangan, digabungin deh. Bukannya begitu lebih aman? Kalau misalkan enggak jadi nikah, tabungannya masih tetap milikmu. Nah kalau yang tabungan bersama, bisa-bisa kalian enggak enak’kan satu sama lain untuk claim balik yang ada di tabungan di saat kalian sudah putus hubungan. Gimana tuh? Repot kan?

5. Sepasang sepatu untuk berdua. Dipikirnya simbol satu langkah. Terus kalau udah putus, dibagi dua, gitu?

Gantian sama pacarnya, ya maz? via twitter.com

Ini agak konyol sih. Entah ngirit atau emang sok romantis dengan berandai-andai sepatu barengan bisa penentu langkah yang senada. Terus gimana? Pakenya gantian? Atau cuma buat simbol aja bahwa kalian menjalani langkah yang samaa? Baiklah. Apapun tujuannya, kalau sudah dibeli, mau gimana lagi? Tapi masalahanya kalau nanti putus itu lho. Sepatunya mau dibagi dua? Dia yang kiri, kamunya yang kanan. Susah kan? Kalau jadi hak salah satu enggak adil dong? Terus belum lagi, emang ukuran kaki kalian sama? Nah sebaiknya pikir dulu kalau mau beli benda macam ini untuk simbol kekalnya hubungan.

6. Untuk koleksi film, beli deh hard disk bersama. Padahal kamunya suka nyimpen film bokep. Ya gakpapa sih, kalau kalian berdua suka nonton sama-sama.

Enaknya, ngirit via twitter.com

Demi penghematan biar enggak ke bioskop tiap minggu, Hard Disk adalah jawaban strategis. Di dalamnya, terselempit kenangan dan sejuta harapan. Setiap hari bareng-bareng, marathon film yang layak tonton. Nah, persoalannya adalah ketika hard disk itu tak digunakan untuk nonton. Salah satu dari kalian pasti memegangnya dan menggunakannya untuk kepentingan personal. Kapasitasnya yang besar membuatmu tergiur untuk menaruh film panas di dalamnya. Padahal, dia tahunya kamu akan sopan, ramah-tamah, dan baik hati. Alhasil, ketahuanlah coreng di hidungmu. Nah, supaya tak terjadi hal-hal macam ini, pastikan dia juga tak berat hati untuk sedikit mengintip kreasi film macam itu.

7. Motor (Siapa tahu udah bisa kredit bareng). Nah kalau ini super celaka.

Motor gueeeh! via i0.wp.com

Kebetulan kalian berdua udah punya tabungan pribadi yang lumayan banyak. Jadilah, beli motor barengan. Entah apa gunanya. Pokoknya beli aja dulu. Kenapa enggak mobil? Nah kalau mobil, nunggu lebaran monyet. Okelah. Akhirnya, kalian jalan-jalan dengan dada membusung menunggang motor hasil kreditan bersama. Sayangnya lagi nih, kalian harus berpisah. Mau tak mau, tanpa malu-malu dan rasa ragu. Nah motornya? Rebutan kan? Belum lagi kalau kreditnya belum lunas. Salah-salah, kamu yang disuruh menanggung setoran dan dia yang ngelayap pake motor kalian. Kalau memang mau beli yang macam ini, kami sarankan untuk tandatangan kontrak dengannya, supaya jelas keputusannya kalau-kalau putus di tengah jalan pas kalian benar-benar lagi naik motor kreditan.

8. Jahit batik kembaran buat kondangan beneran. Kalau gak dipakai lagi sayang, kalau dipakai lagi kayak ngarep balikan. Lagian serem ah kalau dia sampai ngeliat.

Supaya tampan via herdafauzy.tumblr.com

Ibu punya batik sisa seragam PKK, lalu kamu memutuskan untuk mengajak kekasih hatimu menjahit kain itu dan menjadikannya seragam kondangan. Berhasil! beberapa kondangan telah kalian lalui dengan kebanggaan karena baju batik kalian benar-benar terlihat mentereng dan enggak bisa dianggap enteng. Tapi sayang, kondangan bulan depan, dia enggak bisa menggandeng tanganmu lagi sebab dia telah pergi dan mengkhianati hati. Gimana dong nasib batik hasil mungut dari ibu-ibu PKK? Sebenarnya, kamu mau pake lagi karena emang masih bagus. Tapi malu dong kalau tiba-tiba ketemu dia di kondangan? Apalagi kalau dia lagi gandengan sama yang lain? Atau, kamu minta aja batiknya, terus kasih ke gebetanmu. Ajak dia ke kondangan. Beres. Tapi repot kan? Udah, beli sendiri-sendiri aja.

9. Baju couple. Emang mau dipake sampai kalian menikah? Gak malu apa?

Terus gimana tuh kalau udah putus? via weheartit.com

Ini jadi kebiasaan di mana-mana dan banyak bertebaran di seluruh penjuru dunia. Semacam ingin menunjukkan bahwa pasangan ini adalah romantisme terbaik di dunia. Memang seru sih, masa muda jadi berwarna dan ada tanda yang membuatmu yakin akan kasih sayang. Manusia memang butuh tanda untuk memaknai sesuatu. Tapi, akankah kamu menggunakannya sampai ke pelaminan? Dan gak malu apa? Dan lagi, maaf, bukankah memperlihatkan kemesraan di muka umum secara gamblang agaknya sedikit norak. Maaf lho ini. Tapi kalau memang itu pilihan kalian, ya tak masalah. Asal jangan mewek kalau lihat pakaian itu sendirian, di kala pasangannya telah pergi entah ke mana.

10. Satu akun media sosial bareng. Situ mau pacaran atau mau buka online shop? Lagian bikin risih kalo udah putus.

Kali ini aku yang update ya! via favim.com

Ini jarang terjadi sih. Tapi lucu juga bayangin kalau ternyata ada pasangan yang punya harta gono gini macam ini. Semacam akun official gitu, ngalahin Brad Pitt sama Angelina Jolie. Terus kalau putus, updatenya beda-beda. Satunya dengerin Malam Biru-nya Sandy Sandhoro, dan beberapa menit kemudian yang satunya lagi update #np Putus Nyambung-BBB. Kan temennya agak risih gitu ngelihatnya. Lebih baik akun itu langsung dimusnahkan, tepat ketika kalian sepakat pada perpisahan.

Ingatlah kawan-kawanku tercinta, bahwa pacaran belum menjadi keabadian. Simulasi rumah tangga itu penting, tapi jangan sampai kebablasan. Kejadian beneran di saat belum waktunya hanya akan menuai malapetaka! Ooops.